Abaikan atau Teruskan?

Hi there, pasti pernah terima Broadcast Message (BM) alias pesan massal atau SPAM melalui ponsel atau email, kan? Teknologi masa kini benar-benar memanjakan proses komunikasi ya? Menebas jarak, memintas waktu. Nyaris tidak bayar pula! Yah, setidaknya tak semahal kolom iklan majalah atau durasi televisi. Continue reading

Si M

Pagi itu aku mengantar seorang sahabat ke stasiun kereta. Itu adalah pertama kalinya aku mengantarnya ke sebuah perhentian kereta setelah tak bertemu setahun lamanya. Kami sudah berpisah 2 tahun semenjak ia merampungkan studi lebih dulu dariku. Tapi saat itu tak ada perpisahan. Tak ada lambaian tangan atau pelukan. Continue reading

Timpang

Hubungan yang timpang takkan bertahan indah dalam jangka panjang. Pilihannya hanyalah dicabang atau ditebang.

Hei, kadang saya penasaran bagaimana rasanya jadi beras atau merica. Seperti apa rasanya dituang dalam wadah logam lalu diusahakan sejajar dengan pemberat ukuran gram.

Seperti apa rasanya berada dalam posisi imbang?

Setelah mengalami dan mengamati beragam jenis hubungan, saya sedikit berpikir. Menanyakan hati, seperti apa rasanya berada dalam sebuah hubungan yang timpang? Dengan hak istimewa seorang perempuan yang senang bercerita dan mendengarkan, saya banyak dicurhati teman. Mereka mengatakan sering mengalami “ketidakadilan” sebuah hubungan.

by Jim Laurence

Continue reading

Alienasi gara-gara ponsel beri

meski memiliki ponsel pintar yang berteknologi tinggi dan bisa menghubungkan dunia dalam genggaman…saya tak ingin kesepian atau menyepikan orang lain.

Saya akan berusaha menulis topik ini supaya tidak terdengar sebagai “pembelaan pribadi” karena belum bisa dibuktikan keajegannya hihihihi…

Syahdan, saya memutuskan untuk meningkatkan level ponsel saya. Selama ini saya selalu memakai ponsel low-end alias ponsel-ponsel berharga terjangkau yang tidak neko-neko. Cukuplah untuk mengirim pesan pendek atau menelepon. Lagipula, saya tidak terlalu hoki berjodoh lama dengan ponsel. Sudah 3-4 kali saya berganti ponsel dalam kurun waktu 5 tahun belakangan. Yang kecemplung di toiletlah, yang jatuh di jalanlah, yang ketinggalan di warnetlah, yang hampir hilang karena ketinggalan di POM bensinlah. Singkat kata, saya teledor. Tidak pantas punya ponsel mahal karena dikhawatirkan akan “terjatuh”, “tertinggal”, atau “terlupa” karena keparahan daya ingat dan konsentrasi saya :D Continue reading

Edisi galau: Banjir kenangan (1)

…ada kalanya, ketika ketahanan mental saya sedang menurunkan kadar kewaspadaan, saya membiarkan ingatan-ingatan itu bertebaran

Seseorang mengatakan bahwa biarkan masa lalu menjadi sesuatu yang telah berlalu. Lewat. Sudah. Selesai. Tak perlu diingat-ingat lagi apalagi untuk disesali. Tapi saya rasa, yang ia maksudkan adalah jenis yang menyakitkan. Jenis yang membuat perasaan tak terdeskripsikan. Campur. Baur. Menyesakkan.

Tapi bagaimana jika ingatan yang datang banjir dengan muatan kenangan? Continue reading