Menikmati “roti” bikinan Dee

Sial. Lagi-lagi saya kena “racun” kata-kata Dee. Begitu mengena ke ulu hati.

Saya suka roti. Saya suka Dewi Lestari a.k.a Dee.

Lalu, apa hubungannya? Apa sekarang Dee buka toko roti? Saya berharap begitu, sayang kenyataannya tidak. Dee tidak buka toko roti. Padahal kalau keahliannya menguleni adonan roti sebaik keahliannya menguleni kata hingga jadi karya…wah, pasti enak! Nyamm! Continue reading