Kita sebenarnya sendirian

Kata-kata temanku itu masih bergaung di kepalaku sampai saat ini. Tadinya, rasa itu tak memiliki nama sampai temanku menegaskannya dalam bentuk kata-kata. Mungkin itu yang menjelaskan mengapa aku kadang merasa sepi dan sendirian…

Tidak sering memang, tapi akhir-akhir ini aku mulai menyadari benar arti kata kesepian. Mungkin bukan sekedar rasa sepi sederhana seperti tak ada teman untuk diajak jalan-jalan atau karena tak punya kegiatan. “Sepi” yang ini lebih pekat seperti kopi diseduh air satu banding satu. Terasa seperti demam kambuhan yang menyerang selagi lengah dan lemah. Continue reading