Jika pernah membaca buku atau menonton film kartun “Persepolis” pastilah kenal dengan Marjane Satrapi. Penulis perempuan ini lahir di Iran dan sekarang tinggal di Paris. Seperti penulis perempuan yang berasal dari suatu negara yang “kurang” apresiatif terhadap perempuan, pasti sedikit banyak karyanya memuat “protes diam” mereka. Nama seperti Nawal El Saadawi adalah salah satu yang konsisten dengan perjuangan gendernya melalui karya-karyanya yang cukup terkenal seperti The Hidden Face of Eve, God Dies by the Nile, The Circling Song, Searching, The Fall of the Imam dan Woman at Point Zero (Perempuan di Titik Nol). Ingin tahu lebih lanjut tentang dia? bisa klik disini.
Sementara Satrapi, ia menokohsentralkan karakter-karakternya pada seorang perempuan. Entah simbol atau memang kisah nyata, tokoh utamanya adalah dia sendiri :Marjane Satrapi. Dalam Persepolis ia mengungkap hasrat akan kebebasan dalam bentuk MTV, televisi dan tanpa kerudung. Di Iran kala itu, kerudung adalah pakaian wajib para perempuan. Perempuan akan direndahkan jika ia tak menggunakan kerudung atau melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan laki-laki. Saya ingat benar adegan Ibu Marjane kecil saat diperlakukan tidak sopan oleh pria-pria asing karena ia menyetir mobil. Hal tersebut adalah salah satu yang harus ditahan oleh perempuan-perempuan itu. Continue reading
