“Just say a word and I shall relieved…“
Setelah mengalami kejadian dua hari lalu saat bertemu lagi dengan Mr.D, saya benar-benar “mengamini” tulisan saya sebelumnya tentang The Mighty Mr.D
Dua hari lalu akhirnya saya berjuang mengatasi cemas dan membuat kerangka konsep pemahaman tentang topik skripsi. Sebelumnya, antara saya dan Mr. D seperti ada jurang pemisah yang sangat lebar. Mr. D seperti ada dalam level akademisi berpengalaman yang punya sistematika logika diluar nalar saya. Jika diibaratkan…beuh…seperti kamus versus komik deh. Continue reading