Life is so short. It is


Berapa kali kehilangan perlu dialami seorang manusia hingga akhirnya ia menyadari bahwa hidup ini sungguh-sungguh singkat?

Saya turut merasa berduka atas kehilangan seorang teman baru-baru ini. Jenis duka yang sedikit berbeda dengan keluarga yang ditinggalkan atau teman-teman tercinta yang merasa kehilangan. Saya memang tak benar-benar mengenal teman itu, namun jauh di dasar hati, ada yang mengiris perih saat mengetahui seorang yang begitu muda, begitu panjang masa depannya…tiba-tiba terhapus dari kehidupan begitu saja.

Kematian itu datangnya seperti pencuri.
Sesiap apapun kita menghadapinya…sesungguhnya yang dinamakan SIAP itu tidak ada. Bohong belaka.

Sampai detik ini, saya bersyukur masih dikelilingi orang-orang terdekat saya. Mereka masih ada. Tapi entah kapan, mereka juga akan pergi..entah saya dahulu, entah mereka dulu. Tapi saya masih mengingat dengan jelas setiap rasa kehilangan yang mampir dalam hati ini. Saat seorang teman seorganisasi tiada, saat ibu seorang teman berpulang, saat hewan kesayangan saya tiada tanpa saya ada di sampingnya…dan kehilangan lain yang entah mengapa seperti membawa sebagian hati saya turut hilang bersama mereka…

Meskipun tidak kenal, meski bukan sahabat, meski tak kenal dekat….setiap orang yang datang dan pergi dalam hidup saya..yang sempat bercakap atau menyapa saya..yang wajahnya teringat di ingatan ini, yang suaranya terekam di telinga ini… saya berduka untuk mereka semua…sungguh berduka.

Duka yang tak terkatakan..karena wujudnya hanya mencekat di tengorokan dan menyesak di dada. Duka yang tak sehebat yang dirasakan mereka yang memiliki kedekatan lebih dengan mereka semua….tapi rasa perihnya…nyaris sama.

Saat dihadapkan pada setiap peristiwa kehilangan, saya nyaris memiliki pola serupa: tak percaya.
Sebentar mereka disini, sebentar mereka saya sakiti, sebentar mereka saya ampuni, sebentar juga..tiba-tiba mereka pergi. Duka karena ada rasa sesal mengapa sikap saya tak sebaik yang saya inginkan ketika mereka ada.

Setiap peristiwa memunculkan kesadaran bahwa saya harus menghargai SETIAP KEBERADAAN. Semua orang yang masih bersedia berada disini, bersama saya disini…menanggung hidup bersama di bumi ini…saya ingin mengatakan betapa KALIAN SANGAT BERHARGA…bagi mereka yang saya sakiti dan menyakiti : SAYA SUNGGUH INGIN DIAMPUNI dan MENGAMPUNI…

Hidup ini sungguh singkat..sesingkat kerjapan mata…karena itu, berbahagialah dan sungguh-sungguh nikmati apa yang ada..

untuk kalian semua,untuk kehidupan yang berharga…saya ada

(Tuesday, March 16, 2010)

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s