Passion for an impossible work (untuk saat ini)


Saya sedang menggemari satu acara televisi rutin berjudul “TV Champion” akhir-akhir ini. Acaranya diputar tiap sore di stasiun televisi yang terkenal dengan acara dangdutnya itu. Temanya bermacam-macam dan sangat bervariasi. Seperti yang baru saya tonton misalnya, perebutan gelar perangkai bunga terbaik. Para peserta mengadu keahlian dan membuktikan apakah mereka perangkai bunga handal. Apakah ada perempuan? Tidak. Pesertanya justru laki-laki semua dari muda hingga tua (yang muda cukup ganteng loo :P)

Bagi saya pribadi, keahlian semacam itu menunjukkan adanya passion atau kecintaan seseorang terhadap pekerjaannya. Sungguh membuat iri. Mereka terlihat sangat cermat dan teliti dalam memilih bunga dan menentukan panjang potongan tangkainya. Tujuan akhirnya adalah mendirikan ikatan bunga tersebut tanpa jatuh (tanpa vas atau jambangan loh!). Setiap inovasi baru cara merangkai bunga, mereka tunjukkan dengan keahlian yang oke sekali. Mana pernah terpikir oleh saya rangkaian bunga yang diatur dari barang rongsokan atau buket pengantin berbentuk tas dari dua daun besar digabung jadi satu? tapi mereka toh bisa melakukannya…dengan sukses pula!

Di edisi lain, saya terharu. Benar. Ada sesuatu yang sentimentil menyelinap masuk manakala saya menyaksikan pertandingan para pengrajin furnitur. Yang mereka buat sebenarnya hanya meja, kursi dan lemari. Apa istimewanya? Tapi..melihat kesungguhan mereka memilih bahan, menggunakan teknik lengkung atau pembakaran permukaan entah kenapa sangat menyentuh saya.

Apa sebutannya? Dedikasi terhadap pekerjaan? Aahhh..ya saya rasa itulah sebutannya.

Saya mengerti bahwa pekerjaan juga adalah esensi dari kehidupan. Apa yang kamu kerjakan adalah kehidupanmu. Seperti air untuk ikan dan udara untuk burung di udara. Pekerjaan yang dikerjakan penuh kesungguhan terasa seperti udara yang mengisi paru-paru agar kita bisa tetap hidup dan memberi kontribusi pada kehidupan dunia. Orang sering bilang, apapun yang dikerjakan dengan hati dan dedikasi akan selalu memuaskan..dan itulah yang terjadi: saya nyaris menangis melihat keindahan urat kayu yang bisa ditonjolkan seorang pengrajin kayu pada sebuah…lemari buku! It’s a masterpiece!

Saya teringat pada sepotong percakapan dengan seorang teman. Ia berandai-andai…bagaimana, misalnya, seandainya saja ia bisa melakukan pekerjaan yang dianggap “diluar kebiasaan”. “Apa misalnya?” tanya saya. Dia memberi jawaban tak terduga: penjaga mercusuar di daerah nun..sangat jauuuh disana. Hahaha! Nyaris terbahak namun juga sangat tertarik. Iya ya? Saya toh tidak keberatan dengan ide membangun hidup di tanah lain di bumi ini.

Ide berpetualang hingga ujung dunia (atau ujung usia) selalu menarik minat saya. Tapi angan-angan tinggi selalu bisa saja dijatuhkan ke tanah. Mewujudkan impian itu tak semudah menguap atau berkedip…ada banyaaaaakkkk sekali faktor-faktor yang akan membuat kita merasa bersalah jika mengabaikannya. Well..mungkin saja, entah kapan, kita akan sampai pada titik itu.

Jika ditanya apa pekerjaan impian saya? Mungkin sedikit komikal, tapi saya ingin punya usaha pengecatan tembok dekoratif..hehehehe..benar. Saya sangat suka warna dan mengecat tembok seperti mewujudkan masterpiece akan intepretasi warna dan imajinasi. Lalu tambahannya, saya ingin hidup di sebuah tempat seperti gambar di bawah ini.

Dan kalau Agnez Monica punya satu motto yang dipegangnya sampai saat ini: “Dream, Believe and Make it happen” saya juga menganggap bahwa tidak ada yang mustahil selama kita benar-benar mengusahakannya. Kalau cuma mimpi saja tidak ada upaya mewujudkan itu sih sama sajamenunggu hujan duit alias percuma :D

Saya pernah menonton di talkshow Oprah Winfrey tentang membuat “papan permohonan”. Jika anda menempelkan gambar-gambar yang mewakili harapan anda di papan itu dan memandanginya setiap hari sambil berpikir “nanti pasti saya bisa melakukannya“, maka harapan-harapan itu akan benar-benar mewujud nyata satu per satu. Dan ini adalah sekian daftar yang benar-benar ingin saya wujudkan dengan dukungan doa dan konspirasi alam semesta:

– Bepergian ke belahan dunia lain (pertama-tama saya ingin ke Belanda lalu mungkin Eropa lainnya, Jepang, Korea, Tibet dan India :D)

– Bertemu J.K Rowling yang sudah memberikan karya luar biasa Harry Potter dan membuat masa kecil dan remaja saya sangat berwarna :D

– Belajar cat profesional :D

Lalu, apa isi “papan permohonan”mu? 


enjoy ur own imagination! Cheers!

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s