I forgot my own wedding! (What??)


Yeah..saya melakukan hal bodoh. Ceritanya dimulai saat saya tengah bersiap-siap untuk upacara pernikahan di gereja kota kelahiran saya. Calon suami saya sudah siap dan saya pun tinggal berdandan. Ruangan dalam gereja sudah dihias sangat indah dengan bunga-bunga lily putih. Keren sekali pokoknya…and I just can’t wait.

elegant-modern-calla-lilies-bridal-bouquet

Nah petaka mulai mengintip saat saya merasa harus mengambil sejumlah uang di ATM. Berhubung saya tidak biasa memberikan nomor PIN pada orang lain, saya harus ambil sendiri.

Di  ATM, saya bertemu teman lama waktu SMA. Kami cipika-cipiki dan sangat antusias bertukar kabar. Jangan dikira macam-mcam, teman lama itu sahabat perempuan saya kok. Pertemuan tersebut berlanjut pada acara ngobrol-ngobrol di kedai kopi sambil mengundang teman-teman yang lain. And guess what?? Saya melewatkan pernikahan saya yang seharusnya dimulai 2 jam setelah saya pamit ambil ATM!!!

Saya baru ingat ketika pulang dan menemui wajah-wajah masam. Tapi mereka baik-baik saja. Sungguh. Mereka baik-baik saja dan tidak terlihat kebingungan mencari saya.

TUNGGU DULU!! ADA YANG ANEH GAK SIH??

Jelas aja aneh! soalnya semua adegan itu cuma di mimpi semalam! Yang jadi calon suami saya adalah seorang kenalan waktu kecil (entah kenapa dia yang terpilih lolos casting ;P) dan seting mimpinya campur aduk dengan kota kelahiran saya dan kota tempat tinggal saya sekarang! Huahahahhaha!

Kalau mau tahu lanjutan ceritanya, well..masih ada. Jadi, setelah berpisah dengan sahabat saya, saya seperti mengingat-ingat sesuatu yang tak beres. Tahu maksud saya kan? Ada sesuatu yang kelupaan tapi kita lupa apakah yang kelupaan itu. Sambil masih berusaha mengingat, saya pulang ke rumah. Mak cesss!! rasanya seperti disiram air es waktu melihat dekor rumah saya yang masih penuh bunga! Oalah makkk!!! saya baru ingat yang saya lupakan: pernikahan saya sendiri!

Buru-buru saya cari calon suami saya untuk minta maaf dan berjanji tetap mau menikah dengan dia. Saya bilang gak pakai dekor bagus dan bunga gak apa-apa deh!Akhirnya diputuskan pernikahan tetap dilanjutkan esok pagi dengan persediaan seadanya. Tanpa gedung resepsi dan dekor bunga…yang penting nikah kaan?? hohohoho! Sampai situ semua terlihat baik-baik saja..everything’s under control!

Nah sebelum masuk tempat upacara pernikahan yang saya samar mengingat di mana, saya bersama calon suami, pendamping mempelai dan ibu saya disuruh menunggu di sebuah rumah. Saat itulah obrolan mulai mengarah ke pembicaraan “nanti tinggal dimana”, “boleh mengecat ruangan gak”, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi respon calon suami saya datar saja dan saya mulai merasakan….keraguan. Saya dekati ibu saya dan saya bilang padanya kalau saya mulai ragu.”Ma,” kata saya, “saya tidak ingin nanti dilarang kerja, saya tidak ingin dilarang ngecat dinding.” racau saya sambil memeluk dan menatap mata ibu saya. Lalu entah bagaimana…ibu saya menjawab,” kalo tidak yakin tidak apa-apa. Kamu pergi sekarang saja jangan sampai ketahuan“. Alhasil dengan kebaya pengantin saya nyelip-nyelip sambil lari takut ketahuan dan kaburrr!! sandal saya copot, kain saya angkat dan lari sekencang-kencangnya lewat belokan-belokan gang. Persis kalau diuber Tamtib! (emang pernah?)

Saat itulah saya terbangun. Gak kuat euy..ngos-ngosan..capek..hhhh..

Moral cerita ini adalah:

1. Ternyata saya emang belom siap nikah (sama siapapun!). Ini adalah mimpi kesekian saya tentang pernikahan dan anehnya selalu berujung pada adegan ngotot saya yang berusaha membatalkan pernikahan heheheh

2. Ibu saya ternyata tetap ibu saya. Dia cuma ingin saya bahagia. Kalau menikah tidak membuat saya bahagia, ya dia tidak memaksa. (Tapi entah yaaa kalau besok beneran kejadian begini wakakakakk!)

Tapi yang jelas, saat ini saya memang belum siap. Jika tiba waktunya (entah kapan) dan saya menemukan seseorang yang siap melebarkan sayap bersama saya…well…tidak mungkin saya akan mengingkari janji yang saya buat sendiri.

Have a nice Monday everybody!

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s