His name is “J”


Saya percaya, masing-masing kita pernah punya idola atau seseorang yang dikagumi secara rahasia. Ya…begitupun saya.

Saya “jatuh hati” saat melihat seorang pemuda pemain saxophone pada sebuah pementasan jazz. Entah kenapa, belum ada alasan logisnya saya kira, perempuan selalu tertarik pada pria yang mampu memainkan alat musik. Sial bagi Mr. X ini, saya menyukai permainannya.

Sepanjang saya bisa mengingat, saya selalu menyukai suara yang dihasilkan oleh saxophone. Keras lembutnya nada bahkan kadang emosi pemainnya, mampu mengalir lewat rentetan nada alat tiup itu. Makanya, tidak salah juga kalau logo aneka judul jazz klasik selalu memuat gambar saxophone di dalamnya.

Sosok pemuda ini sebenarnya biasa saja, rambutnya lurus berantakan dipotong pendek, bahu sedikit bungkuk (mungkin karena memainkan saxophone) dan muka sedikit kekanakan dengan umur yang saya berani taruhan, jauh lebih muda dari saya.

Kalau dibandingkan dengan permainan seniornya, ia memang masih tergolong pemain baru…tapi…menurut penilaian awam saya, dia punya passion dalam permainannya. Dan yang terpenting: dia selalu menikmati setiap tiupan nada dan kelincahan jemari mengikuti jammin’ teman-temannya.

Ada kalanya, seseorang misterius selalu lebih mengasyikkan. Kita merasa seperti pengagum rahasia. Miriplah dengan lagunya Sheila (on 7) yang berjudul “pemuja rahasia”. Bedanya, saya benar-benar tak tahu apa-apa selain permainannya. Bahkan sekedar menanyakan nama dan bertukar sapa pun saya enggan. Pernah seorang teman berhasil mendapat namanya, sayang ia lupa. Tapi katanya, “Kalau senior bilang, dia termasuk pemain berbakat yang cukup menjanjikan loh Ga” (Nah kan. Persis perkiraan saya)

Semakin membuat penasaran karena setiap berduet pembawa acara dengan temannya di acara jazz tersebut, ia selalu menyebut dirinya dengan nama artis (semacam Choky Sitohang, Rafi Ahmad,dll hahahaha!) jadi, kesempatan mengetahui namanya hanya bisa saya dapat jika bertanya. Huh, sampai matipun saya ga bakal bertanya (knock!knock!) daripada dikira suka. Memang suka sih…tapi beda sekali antara suka kagum dan yang melibatkan rasa. Susah kan memahami cewek? Saya saja pusing!

Entah sudah waktunya atau memang lagi tertampar kebaikan dewi fortuna, ia muncul di sebuah acara kampus. Seperti biasa dengan permainan saxophonenya yang mempesona…sebab dia satu-satunya pemain alat itu di sana ;). Seketika itu MC menanyai dia tentang komunitas yang dia ikuti dan telinga saya ikut menyimak sewaktu MC menanyakan namanya. “J(ay)”, singkat ia menjawab. Hahahahha..segitu doank? Bisa dikira J…aenab, J…aelani donk! Hahahhah.

Pokoknya, itulah nama yang diakunya :”J”

Oke, satu langkah mengetahui tentangnya. Berikutnya apa ya? Wah, sampai sekarang saya sih sudah cukup puas melihat tampang imut dan permainannya saja. Ada orang bilang, “jika kenal dari jauh sudah cukup. Sambil membayangkan sesuatu yang mendekati sempurna” well..kata orang atau kata saya ya?? Pokoknya begitulah pembelaan sementara saya. Sebab tidak ada orang yang sempurna, maka lebih baik mengenal seseorang hanya dari lapisan terluarnya sambil mereka-reka sendiri kepribadian dan kehidupannya. Selama tak saling “bersentuh” kehidupan dan merugikan, sepertinya tak apa.

5 thoughts on “His name is “J”

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s