Romantisisme masa lalu


Orang bilang “yang dulu” selalu terasa menyenangkan, berkesan dan mengharukan. Mungkin ada juga benarnya sekalimat itu…

Ada sesuatu yang berkesan dahulu…meski mungkin jika diulang sekarangpun sudah kehilangan rasa “haru”. Mungkin sama seperti makanan kesukaan. Makanan yang dulu terasa lezat sangat berkesan bisa membuat kita ngiler padahal hanya membayangkan. Ingatan yang tertinggal di sudut dalam lidah seolah masih menyisakan rasa indah.

Ketika diulang lagi….

lho…kok begini?

yang kini dialami ternyata tak seperti yang terbayang dulu…

ada rasa masygul yang sangat mencekat di hati seolah rasa kehilangan itu mendadak menggantikan kebahagiaan. Ada rasa ingin menyulap rasa masa lalu yang kuingat itu dalam keping cakram yang bisa kumasukkan komputer lalu kuputar ulang. Ingin bisa kupandang dalam diam lalu kuresapi dalam-dalam seakan tenggelam saat berendam.

Aku ingin mengalaminya lagi. Sekali lagi. Masa hangat dalam ingatan. Saat aku tak merasakan kesepian yang teramat dalam. Mungkin sama seperti suatu hubungan cinta. Yang sudah berlalu terkenang selalu. Meski belum tentu ingin mengulangi bagian-bagian terburuknya. sama seperti hasil kelapa usai diparut dan dibuat santan. Dari sekian hasil rebusan, ada sedikit bagian yang menjadi andalan: minyak kelapa. Mengambang di permukaan…licin dan transparan.

Sebenarnya apa yang kubicarakan?

Mungkin sebenarnya aku hanya ingin mengatakan…bahwa aku…

kehilangan….

dan aku…

merindukan…

sangat…

orang-orang yang sama,

suasana yang sama…

rasa nyaman yang sama…

situasi yang sama…

Romantisisme yang sama…

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s