Tipisnya perbedaan berpikir positif dan bersikap naif


Suatu kali, saya ngrasani seseorang yang bertindak menyebalkan bagi saya pada seorang teman. Well...bukan dengan maksud apa-apa, hanya meluapkan kejengkelan. Sama seperti seorang customer service yang mengeluhkan sikap pelanggan-pelanggannya namun toh tetap bekerja sebagai customer service.

lalu teman itu menjawab “ya namanya juga karakter orang beda-beda…biarin aja”…hmmm…sounds familiar in that tone? bagi saya sekalimat itu terdengar sangat basi. Ya memang. Siapa yang menampik kenyataan bahwa karakter orang berbeda-beda? tapi apakah kita tidak boleh merasa sebal atau kesal pada orang lain? Ada kalanya saya berpikir sikap teman saya itu naif. Memang bukan dia yang mengalami “rasa sebal” itu, tetapi jika dinamai..apakah kalimat itu bisa dikatakan sebagai usaha berpikir positif atau positive thinking? saya…tidak setuju.

Ada kalanya kenyataan terpapar di depan mata sejelas buku yang dibuka.

Ada kalanya kenyataan itu adalah..orang lain tidak menyukai kita atau bahkan membenci kita. Maka, saya rasa tidak perlu juga usaha meminimalkan dosa dengan tetap menganggap bahwa orang itu “sedang ada masalah”, “sedang tidak mood” dan sebagainya. Akuilah. Ada orang yang bersikap tidak menyenangkan, dan kita tidak menyukai fakta itu. Saya rasa berpikir positif tetap diperlukan dalam situasi tertentu….namun jika setiap saat kita menipu diri sendiri dengan berpikir positif…yah..mungkin hanya untuk meredakan kecemasan atau sekedar menyuburkan ketidakpedulian.

Jika saya dalam situasi terjebak lift macet atau misalnya bencana alam…pikiran positif yang paling mungkin adalah: akan segera datag bantuan, sementara itu harus segera mencari tempat aman. Tapi berpikir naif adalah seperti ini: kita sedang menjalani proses seleksi kerja untuk sebuah perusahaan..semua proses lancar kita tempuh, lalu tibalah berhadapan dengan seorang manajer yang melihat kita dari ujung kaki sampai kepala lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan sinis…lalu dia tidak meloloskan kita tanpa alasan apapun. Apakah kita akan berpikir: “oooh..si Bapak sedang tidak mood”, “belum rejeki” atau “Mungkin si Bapak trauma dengan seorang berwajah mirip saya?” well…hahahaha! mungkin saja ada benarnya…tapi apakah saat itu Anda akan bisa berkata demikian saat benak Anda bercampur rasa malu, jengkel, kesal dan merasa ditolak?

Saya rasa tidak.

Saya juga merasa tak mungkin berpura-pura suci atau baik atau berpikir positif selamanya…sebab hal-hal semacam itu seperti topeng rapuh yang mudah pecah hanya dengan satu sentuhan. Sentuhan kenyataan atau rasa mengakui kenyataan.

Kepahitan, kemarahan, kekesalan, kejengkelan, murka, sedih, malu, benci…..adalah rasa-rasa negatif…dan itu tidak bisa ditekan…hanya bisa sedikit dikeluarkan agar ada ruang kosong untuk menerima kenyataan. Agar tidak menjadi penyakit hati…

Saya tetap merasa jengkel dengan seseorang itu…tapi saya tidak terlalu memikirkannya sebab saya takkan banyak berhubungan dengannya. Tapi jika orang itu akan sering saya temui setiap hari..saya akan belajar beradaptasi..entah menyamai sikapnya, mengacuhkannya atau hanya sekedar keprofesionalan semata…ada banyak pilihan yang bisa dilakukan. Tapi tidak…dengan berpikir bahwa dia memang begitu atau sedang tidak mood…sebab saya tidak layak mendapatkan perlakuan begitu…anda juga tidak.

Memangnya orang tidak akan sebal jika saya memusuhinya tiba-tiba tanpa alasan hanya dengan dalih saya tidak mood atau sentimen?

Berpikir seimbang….

hadapi kenyataan, cari pilihan untuk dilakukan dan usahakan keseimbangan…

2 thoughts on “Tipisnya perbedaan berpikir positif dan bersikap naif

  1. Kayak de Javu baca tulisan ini, whahahha…oh no, ini bukan De Javu, tapi memang kisah nyata. Yuhuuuu… It’s u and You! no body can change. Sama halnya, it’s me with my own thinking..

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s