Jejak cahaya


Kulihat cahaya menerabas ruang melalui genting kaca

Membentuk lorong panjang sinar seperti yang selalu kubayangkan dalam cerita

Mengepulkan debu-debu yang nyaris kasat mata

Membentuk gumpalan nebula

 

Silau…

 

Kutadahkan tanganku dalam pipa cahaya itu

Seketika jemariku terasa berpijar juga…

Seperti menerima anugerah dari surga

 

Aneh.Pikirku…

 

Debu-debu berputar perlahan

Meliuk menghindari tangkapan

Debu itu juga yang kuhirup meski sambil berangan

 

Enggan…

 

Menadahkan wajah ke arah cahaya

Sembari berharap datangnya aroma surga…

Atau jika sedikit beruntung, malaikat kan datang menyapa

 

Setidaknya pipa cahaya itu

Serupa jalan menuju kenangan lalu

Membawaku ke beranda tungku nenek yang lama

Di dapur dengan lantai tanah beraroma ternak

 

Saat pagi begitu menggigit dan membuatku menggigil

 

Cahaya dengan debu nebula yang sama

Melimpahi tungku api dan menyatu bersama uap dan abu

Menyergapku nikmat

Bagai aroma asap yang pekat

 

Dan nenek yang menatapku cermat

Katanya,”tidurlah lagi cucuku tersayang, nenek akan buatkan arang agar tidurmu hangat

 

 

 


 


 

 

 

2 thoughts on “Jejak cahaya

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s