Wallstreet: Where money never sleeps (2010)


“Money is a bitch that never sleeps!” (Gordon Gecko)

Punya nominal dengan sembilan digit angka nol saja tak pernah terbayang…

Seumur hidup tabungan yang saya punya maksimal kisaran juta di bawah angka 3. Maka saya dibuat ternganga dengan nominal yang disebut-sebut di film ini dengan gampangnya bagai bicara tentang membeli permen dan menyumbang kembaliannya.

Dunia investasi dan modal seperti planet jutaan cahaya jauhnya bagi saya. Meski begitu, dunia itu terpapar gemerlap menyilaukan mata. Sekejap bisa mengantongi untung ratusan juta, sekedip bisa hilang dan jatuh bangkrut. Dunia yang mengandung magis dari sebuah benda alat tukar yang bernama UANG.

 

Wallstreet Poster

 

Film besutan Oliver Stone ini seperti buku terbuka yang memperlihatkan bagaimana cara kerja uang dalam dunia investasi saham. Angka-angka itu takkan dipegang dalam bentuk kertas bergambar mantan presiden AS dan tidak berwarna hijau, hanya dalam cek dan transaksi. Jika dulu saya tak paham mengapa isu-isu yang berhembus bisa mempengaruhi harga saham..setidaknya saya sekarang bisa (sedikiiiiiittttttt) paham.

Isu nasionalisasi saja misalnya, bisa saja membuat lahan bagi investasi mandiri alias tanaman modal dari para kapitalis-kapitalis itu menjadi makin sempit maka seketika harga sahamnya bisa jatuh sebab para pemegang saham dengan segera menjual hak mereka supaya tak rugi terlalu banyak. Lepasnya saham berarti berkurangnya modal yang bisa digunakan sebuah perusahaan untuk menutup biaya produksi hingga berpengaruh pada besarnya keuntungan yang mereka dapatkan. Dalam siklus uang demikian, sungguh tak terbayang yang bisa dilakukan atau kehidupan yang dijalani oleh orang-orang yang hidup dalam dunia itu.

Gordon Gecko (Michael Douglas) adalah seorang pialang saham handal yang dijebloskan dalam penjara akibat kasus pelecehan. Saat keluar, tak ada seorangpun yang menunggunya di luar gerbang. Di lain tempat setelah tahun-tahun berlalu, Jake Moore (Shia LaBeouf) dibangunkan pagi hari oleh kekasihnya Winnie (Carey Mulligan) dan menyalakan televisi menonton berita pagi. Saat wajah Gordon Gecko muncul, Winnie berubah marah dan mematikan seketika itu.

Seperti yang termuat dalam alur cerita, sederhananya adalah:

Winnie adalah putri dari Gordon Gecko, ia membenci ayahnya sebab meninggalkan keluarganya demi memperbanyak uang sehingga menyebabkan sang kakak meninggal overdosis. Sementara Jake, kekasihnya, diam-diam mengagumi calon mertuanya dan menemui Gordon secara sembunyi-sembunyi untuk berdiskusi masalah investasi. Selain itu dia ingin Winnie berbaikan lagi dengan ayahnya agar ia bisa menikahi Winnie dengan tenang.

Yang tak diketahui, ternyata Gordon mendekati Jake dengan maksud tertentu. Selama ini Jake tak tahu bahwa Winnie memiliki dana perwalian yang sangat besar yang disimpan di Swiss atas namanya. Winnie menolak uang itu sebab berasal dari ayahnya, sementara Jake membutuhkan dana sejumlah 100juta Dollar untuk menalangi proyek penelitian energi fusinya. Maka jadilah Jake termakan rayuan Gordon untuk “meminjam” dana itu dari Winnie dan berjanji akan “mencucinya”. Tapi Gordon berkhianat, ia menggunakan uang itu untuk kembali dalam dunia investasi itu dan menipu Jake. Sedangkan Jake akhirnya mengaku pada Winnie bahwa ia sudah diam-diam bertemu Gordon tanpa diketahui Winniw. Yang terjadi kemudian adalah Winnie sangat marah dan merasa dikhianati sebab ia merasa Jake mirip dengan Gordon yang sangat mencintai uang dan ia menuntut perpisahan padahal ia sedang mengandung anaknya bersama Jake.

Jake sangat merasa bersalah sehingga ia berusaha memperbaiki situasi. Ia menunjukkan rekaman USG bayinya pada Gordon dengan harapan Gordon menyesal dan mengembalikan dana tersebut pada Winnie. Sementara itu ia terus berusaha meyakinkan Winnie bahwa ia bukanlah orang yang hanya mementingkan uang. Ia juga memohon pada Winnie untuk menulis laporan mengungkap kejahatan Bretton James (Josh Brolin) yang sudah menekan almarhum atasannya Lou Zabel (Frank Langella) hingga bunuh diri.

Pengaruh berita semacam itu memang tak terbayangkan. Dari sebuah situs kecil, berita itu jadi desas-desus panas yang dibicarakan dimana-mana sehingga membuat pihak hukum bertindak dan mengusut kasus tersebut. Pada akhirnya, cerita ini berakhir bahagia. Gordon Gecko meminta kesempatan sekali lagi pada putrinya dan memberikan investasi tanpa nama pada proyek Jake hingga akhirnya Winnie memaafkan Jake kembali.

Tapi……di dunia nyatanya, pastilah tak banyak yang memiliki akhir bahagia semacam itu.

Entah dimana, saya sering mendengar bahwa jenis pekerjaan atau kehidupan yang “high risk, high gain” tersebut bisa mencabut nyawa. Bunuh diri, stres lalu membunuh keluarganya, dan lain-lain. Gambaran kapitalis sejati ada pada Bretton James, saat ditanya oleh Jake “Berapa nilaimu?” yang merupakan angka seseorang untuk hidup cukup, Brett menjawab “More…i want it more…

LEBIH. Cukup takkan ada batasnya. Seorang kapitalis selalu ingin lebih. Mungkin mirip dengan ketika kita memainkan sebuah game…bukan game dengan penyelesaian misi tapi dengan ukuran poin. Kita semakin menginginkan poin tinggi yang tak terbatas hingga jadi kecanduan jumlah itu. Mungkin seperti itu. Untung 1juta Dollar yang kalau dicairkan bisa untuk beli rumah dan hidup mewah tak cukup. Uang itu harus diputar lagi dan lagi dan lagi untuk menghasilkan nominal lebih besar. Lebih besar lagi dan lebih raksasa lagi. Keuntungan harus semakin meningkat dan menyentuh langit. kegagalan tak bisa diterima dan kerugian tak bisa ditoleransi.

mirip dengan penjualan motor..harus semakin banyak tak peduli semua orang sudah punya motor atau jalan semakin sempit atau udara tak lagi bisa dihirup bebas tanpa racun. Tak peduli harga bahan bakar melambung kian tinggi dan produksinya semakin menurun. Tak peduli sampah besi yang tak mampu lagi ditelan bumi….tak cukup..takkan pernah cukup…

Uang lebih dekat daripada keluarga dan kata “cukup” takkan pernah ada.

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s