Mereka mikir daur ulang gak yaa??


Ini adalah sepotong hal yang terus mengusik pikiran saya. Tidak selalu, tapi sekali muncul sangat mengganggu.

Ini adalah hal yang sifatnya utopis alias tidak akan mudah dilaksanakan dalam hidup sehari-hari. Saat inipun saya cuma bisa nyangkem alias asal ngomong saja.

Sudah jadi pengetahuan ekonomi umum, kalau orang jualan pastinya ingin barangnya laku. Yang banyak dan terus meningkat jumlahnya kalau bisa. Maka mereka menggaji salesman, marketing, promotion dengan iming-iming bonus hasil penjualan. Pokoknya kurva itu tidak boleh turun. Harus naik terus!

Yang punya perusahaan motor harus bisa menjual 10ribu unit tahun ini (Hey! 10ribu itu banyak lho!apalagi sejuta!). Semua keluarga sudah punya motor? anak-anaknya harus punya motor satu-satu. Sudah pada punya satu-satu?harus punya 2 atau 3 yang tipe terbaru. Begitu juga dengan mobil, alat-alat elektronik (AC, Kulkas, televisi, Rice cooker, dan lain-lain). Setiap orang kudu punya setidaknya satu. Dan memang…akhirnya barang-barang itu sangat terjangkau bahkan bisa dimiliki dengan sistem cicilan yang sangat murah (walaupun makan waktu berbulan-bulan).

woa!hasil kurva naik nih!

Tapi, karena produsen hanya memproduksi terus….lalu sisa-sisa barang yang sudah lama, sudah rusak….dikemanakan yaaa??

Saya pernah mengirim surel pada perusahaan motor dan perusahaan batere: Apakah perusahaan Anda punya sistem daur ulang?

TIDAK DIBALAS. mungkin juga tidak dibaca. Entahlah.

Apakah mereka tidak membuka diversifikasi usaha dengan departemen maintenance alias perawatan paska pembelian barang? supaya tidak ada kasus-kasus barang dibuang lalu jadi sampah tak teruraikan. Atau setidaknya memikirkan bagaimana caranya mempreteli spare part dari barang-barang rusak untuk digunakan lagi.

atau setidaknya memikirkan..bagaimana cara daur ulang barang-barang mereka SENDIRI. Barang yang sampai saat ini cuma dilepas untuk dijual dan tutup mata terhadap nasibnya.

Punyamu?

Barang yang cuma dijual dan dijual hanya akan memenuhi ruang bumi yang makin lama makin sesak ini. Dulu sih, sebuah barang dibuat seawet mungkin soalnya pembeli tidak suka beli-beli barang. Kalau sekarang? kemasannya yang dibuat sebagus dan secantik mungkin tapi dengan kemampuan mudah-rusak sehebat mungkin. Supaya nanti kalau sudah rusak, mereka bisa menawarkan barang baru dengan selisih harga yang hanya sedikit.

Lalu bagaimana nasib tanah? nasib sampah? nasib besok? Nasib tahun-tahun mendatang?

Betul! Ini memang sesuatu yang rumit dan menyebalkan.

Tapi kalau nanti siklus itu sudah kembali, apa nasib manusia di muka bumi ini? Bisa-bisa dimarahi Tuhan lo…sudah dititipi bumi dan alam yang begitu murah hati malah dirusak dan dikotori….

Keegoisan juga ada batasnya. Memang tidak akan terasa sekarang. Tapi kita bisa dihujat anak cucu kita nanti atas warisan kondisi mengenaskan ini.

Sejujurnya saya tidak tahu harus mengalamatkan keluhan ini pada siapa. Sebab saya tidak punya uang dan ruang untuk buat tempat daur ulang. Jawaban klasiknya sih saya berharap pada pemerintah. Mereka punya akses, punya otoritas, dan punya sumber daya untuk membuat tempat daur ulang itu. Maka, selagi pemerintah masih belum sempat memikirkannya, produsen cuek, dan pembeli lainnya bagai disihir untuk terus mengkonsumsi, saya berusaha mereparasi barang-barang saya yang rusak agar tidak dibuang begitu saja. Saya akan menyimpan batere-batere bekas sampai nanti ada solusi cara buangnya, dan saya…akan meminimalkan pemakaian plastik…tapi tetap saja….

“Kalau cuma sendirian….

tidak akan ada hasil yang kelihatan”

dan...beberapa saat dari sekarang

One thought on “Mereka mikir daur ulang gak yaa??

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s