Sahabat Perempuan


Entah kenapa, saya selalu berteman baik dengan teman-teman perempuan. Jika ada cewek  yang bangga menyatakan sahabat laki-lakinya banyak, saya pun bangga sebab mengenal teman-teman perempuan yang hebat.

Namun entah mengapa juga, saya selalu memilih berinteraksi secara personal dengan sahabat perempuan saya. Itulah mengapa saya tidak pernah punya geng. Tidak pernah merasakan asiknya pergi beramai-ramai dan melakukan sesuatu yang konyol karena ditantangin. Mungkin terdengar tidak seru, tapi saya menyukai suatu interaksi yang tidak rumit. Dalam bentuk kelompok apapun, pasti ada satu orang yang menjadi sorotan dan akan ada…yang merasa sendirian atau diabaikan. Saya tidak ingin menjadi orang itu atau setidaknya, tidak ingin menjadi orang yang mengabaikan. Karena itulah saya selalu memilih hang-out bersama teman-teman saya satu persatu.

Entah bagaimana, secara personal saya tidak bisa berteman baik dengan para cowok. Well, kalau mereka bilang perempuan itu rumit, harusnya mereka berkaca dulu. Saya tidak suka mengukuhkan dominasi mereka dalam sebuah hubungan pertemanan. Kenyataannya, saat berteman dengan para cowok, saya akan berusaha mengikuti cara berpikir mereka. Ini yang paling mudah, sebab mereka menolak mentah-mentah dan saya sedikit tersinggung jika mereka menyepelekan   pemikiran cewek atau hal-hal yang bersifat sangat cewek. Mungkin mereka hanya tidak ingin berurusan dengan itu, jadi ngapain juga repot-repot membangun sebuah pertemanan yang tidak imbang?

Saya ingat saat SD, Ibu saya selalu menyuruh saya untuk berteman dengan anak-anak yang ‘tidak punya teman’. Dia selalu berkata, “Itu lo, dia ga ada temennya. Kamu berteman sama dia ya“. Sudah bisa ditebak, rata-rata yang tidak memiliki teman adalah anak perempuan. Anak laki-laki asal main bersama saja sudah jadi teman, tapi cewek tidak begitu. Kalau tidak bisa mengikuti atau tidak memiliki kesamaan dia akan diabaikan.

Waktu SD saya juga memiliki seorang sahabat perempuan dan beberapa teman baik. Kami sering main ke rumah bergantian dan membuat rujak di atap. Sudah jadi kebiasaan, saya selalu menginginkan sedikit bumbu petualangan. Makanya kami naik tangga kayu yang disenderkan ayah saya di pinggiran atap lalu menyusup ke balik genteng dan duduk-duduk di atas plafon kamar saya yang menghadap arah sawah. Berpura-pura itu balkon dan tak ada yang mengganggu kegiatan permainan kami ;D

Waktu SMP, saya memiliki sahabat perempuan yang berbeda dan polanya sama. Di kelas duduk bareng, ke kantin bareng dan kalau senggang kami main ke rumah masing-masing. Bisa dikatakan, saat saya memiliki hubungan pertemanan dengan banyak anak perempuan adalah saat SMA. Jelas saja, SMA saya sekolah homogen heheheh! Jadi bisa dibilang saya punya cukup banyak teman baik dari SMA. Waktu kuliah saya benar-benar menyukai girls hang-out! Tidak selalu ke mal, karena kenyataannya saya suka mengendarai motor berboncengan dengan teman-teman saya kemanapun! Makan bakmi di pucuk Bantul, atau iseng ke Solo atau juga mencicipi kafe-kafe dan cari awul-awul.

Jika ditanya, mengapa saya (lebih) memilih untuk bersahabat dengan perempuan? Saya akan bingung memikirkan alasannya. Tapi sama seperti laki-laki yang memerlukan sahabat laki-laki, saya yakin setiap perempuan harus memiliki setidaknya seorang sahabat perempuan. Sebab mereka mengerti sudut pandang kita, kerumitan-kerumitan yang berputar di kepala kita dan memahami perasaan kita saat menganggap sesuatu sebagai hal yang tidak mudah dan menyakitkan.

Salah besar jika berbagi perasaan dibilang sebagai tindakan yang tidak logis dan sia-sia. Tidak. Hal itu melegakan dan karena sudah mengeluarkan uneg-uneg, persoalan sesungguhnya akan terlihat lebih jernih. Teman cowok, buat saya tidak memiliki kemampuan mendengarkan yang baik, pun mereka adalah komentator yang lebih buruk dari penyiar radio! Hahaha! Saya bilang ini dalam konteks pertemanan ya, bukan dalam hubungan roman ;D

Meskipun pertemanan tidak selalu berjalan baik-baik saja bahkan sering beradu argumen dan bertengkar, saya menyayangi mereka. Saya hanya perlu mengakui bahwa dinamika pertemanan itu ada. Jika kadar pertemanan berubah, maka itu tidak apa. Saya harus bisa menerimanya dengan lapang dada dan memakluminya sebagai sesuatu yang seharusnya.

Sekarang saya baru dengan gamblang menyadari, bahwa teman-teman perempuan saya adalah orang yang hebat. Mereka memiliki pilihan-pilihan sendiri dan ketika saatnya tiba, mereka tidak ragu untuk mengikuti jalan yang sudah mereka pilih. Sahabat SD saya sekolah di kedokteran sesuai cita-citanya dulu, dan saat kami bertemu beberapa waktu lalu ia masih menatap saya dengan hangat. Yang lain sudah menikah dan mengejar kehidupan yang lebih baik untuk anaknya sampai harus berpisah kota dengan keluarganya demi bekerja. Sahabat SMP saya sudah menikah dan punya anak dua. Dia tidak kuliah, tapi dia menjadi ibu dan sahabat yang baik. Sesekali mengirim SMS pada saya dan mengingat kesukaan-kesukaan saya dengan detil. Meskipun saya tidak memiliki perasaan suka hal-hal itu lagi, tapi setidaknya ia mengingat apa yang saya suka saat masih SMP dulu.

Saat kuliah, saya tidak menyangka akan merasa seperti waktu SMA: sedih saat berpisah dengan teman-teman saya. Terus terang, ada rasa kesepian saat teman-teman saya pergi satu-persatu mencari mimpi dan mewujudkannya. Tapi saya sadar, kami memiliki sayap sendiri-sendiri…dan ketika waktunya tiba, meski berpisah jalan, kami akan selalu memiliki kenangan ketika kami merasa nyaman, ketika kami ngobrol banyak tentang hal-hal yang tidak penting. Karena itu, hanya doa yang menyertai kepergian mereka sampai nanti kami menemukan sahabat lain yang akan semakin meramaikan kehidupan ini. Saat kami berjumpa nanti, akan banyak perbincangan tentang pengalaman yang berbeda.

 

Dan saya akan terus kangen pada hari cerah dimana saya berboncengan dengan sahabat saya menyusuri jalanan Jogja dan pergi ke tempat-tempat yang jauh untuk ngobrol yang tidak penting ;D

with love,

 

 

 

 

all images is taken from wallcoo.com

 

 

7 thoughts on “Sahabat Perempuan

  1. elgaaa misss u so much!!! bagus sekali tulisan2mu…terutama yang ini aku suka banget…. kita harus selalu bisa untuk jadi diri kita sendiri..:-) … next time kita ketemu yahh gaaa…!!! :-)))

  2. Buw, cuap2mu yg ini km bgt deh! Hehehe..
    Bumbu pertemanan kadang bikin hepi juga kadang membingungkan..
    Yupz, ga ada yg pernah bilang pny teman itu salah,…
    Miss U.. ^^

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s