Memanggil rasa sebal!


Ada orang yang bilang bahwa untuk menjiwai sebuah peran, seorang aktor harus bisa mendalami perasaan tokohnya. Salah satu caranya adalah mengingat lagi sebagian pengalaman pribadi yang membawa perasaan sesuai peran yang dibawakannya. Rasa sedih misalnya, bisa diingat dengan mengenang kematian anjing kesayangan yang berpamitan setelah sakit karena usia…hiks…hiks…

Ugaaahh!ugaaah!!

Nah, tidak sengaja saya sering memanggil satu perasaan ini: S.E.B.A.L. Betul sekali! Sebal, mangkel, dongkol, gondok, jengkel, you name it!Buat saya yang bertemperamen panas dan golongan darah B (asal nyambung aja pokoknya) perasaan satu ini paling mudah diingat. Bahkan pada saat perasaan saya sedang dalam kondisi terbaik! Hah!

Mungkin kita punya kadar berbeda untuk menjelaskan rincian yang kita rasakan saat perasaan ini datang. Tapi kalau saya, saya selalu merasakan ada sesuatu yang bergejolak di sekitar perut dan menekan diafragma lalu membuat nafas saya lebih cepat dan terbata-bata. Kadang saya sedikit sulit bernafas dengan perasaan tak sabar yang meluap-luap. Seakan ada gelembung udara yang ingin dikeluarkan mirip balon insang ikan yang bercokol di rongga dada. Baiklah, itu berlebihan. Tapi sepertinya benar begitu….versi sayaaa :D

Saya yakin seyakin-yakin mungkin bahwa setiap orang paling tidak memiliki satu cerita yang hanya dengan mengingatnya saja dia jadi sebal. Meski sudah membaca buku Ajahn Brahm “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” berkali-kali, tetap saja kebijaksanaan yang berawal dari kesabaran dan penahanan emosi itu cuma jadi kamuflase-efek-sesaat-setelah-baca buku bagi saya. Dengan kata lain, kesabaran berdurasi panjang tidak berlaku untuk kamus saya hehehehhe…

Hmmmhhhh…tarik nafasss….dan saya akan membeberkan satu-dua cerita yang paling berhasil memanggil rasa sebal buat saya. Dan inilaaahhh…cerita-cerita ter-menyebalkan yang pernah saya alami! TARRRAAAA!! Enjoy!

1. Data Format and…everything’s dissapear!

Saya sedang dalam situasi lembur pra-ujian akhir semester. Ada paper yang harus dikumpulkan jam ujian pertama alias jam 7.00 WIB teng! Jam dinding sudah menunjuk waktu jam 23.00. Mata sudah berat, pikiran sudah suntuk dan otak sudah ngadat. Entah apa yang merasuki saya…Setelah mengerjakan paper secepat saya bisa, sesempurna standar pengerjaan tugas anak TK, saya pun menyimpan tugas yang sudah saya ketik secara kilat dan sempurna (ngawurnya) itu lalu saya tekan “save”. Karena printer ngadat, saya akan simpan dokumen itu pada flashdisk saya. Wah! Flashdisk saya bervirus nih…bersihkan dulu ahhhh…. Klik ‘Removable Disk” – klik kanan, klik ‘quick format’ and…DONE.

WEEEEEETTTTSSS!!! Tunggu duluuu!!!! Bukannya drive flashdisk yang terhapus tapi….SELURUH data Disk D:\!!!! SELAMAT ELGAAA!!! Kamu sudah memenangkan trophy orang idiot sedunia malam itu! Yeahh! What the fu*K!@!#@! Untung saya belum menjadi public figure, jadi mulut saya masih belum perlu direm dalam hasrat misuhnya!Otak saya yang sudah menyuruh mata mengantuk…mendadak benderang seperti lampu neon baru dipasang! Padang njinggrang!Tapi saya cuma terpaku dengan melongo menatap monitor saya yang mendadak terlihat seperti makhluk culas di hadapan saya. Speechless….Saya sudah tidak sanggup mikir, menangis pun tidak. Rasa shock yang besar seperti meluruhkan keberadaan diri saya saat itu. Mungkin kalau ada tiang dan seutas tali tambang, detik itu juga saya gantung diri di tiang kipas angin saya. Bodoh!bodoh!bodoh! Rutuk saya!

Paginya, tak ada yang bisa saya lakukan selain melangkah galau ke kampus dan semakin terpuruk di dasar neraka. Saya sudah lupa dapat nilai apa…yang jelas saya tidak ngumpulin paper dan cuma bisa pasrah..nasiiibbbb!!!

2. Ujian part 2

Oke, sepertinya akan banyak cerita seputar ujian yang makin melimpahi saya dengan bonus piala-non-bergilir untuk kategori “kebodohan-kebodohan sepanjang masa”.

Cerita ke-dua:

Mungkin takkan ada dosen atau orang yang percaya kalau kisah semacam ini benar-benar terjadi. Mereka akan menuduh saya cari-cari alasan. Well…rasanya saya akan bilang hal yang sama pada mahasiswa saya kalau dia punya cerita seperti ini.

Ini adalah ujian akhir semester berbentuk paper dan presentasi. Kami diminta merancang proposal sebuah acara dan mendeskripsikan detilnya dalam bentuk print dan mempresentasikan seolah-olah kami berbicara pada klien. Oke, saya punya ide brilian soal acara itu! Saya sudah membayangkan bentuk muluk acaranya dan bahkan sampai logo dan klien sponsornya. Yaaah..namanya juga ujian, inilah saat Anda bebas muluk bermimpi! Di dunia nyata? Jangan harap bisa gol dengan sponsor dana 100%!

Tapiii…itu adalah masa dimana saya habis kecelakaan yang menyebabkan bahu kiri saya patah sehingga harus dipasang paku platina dan lengan kanan saya retak sehingga harus di-gips. Plus!Saya sedang jadi asisten mata kuliah dan tidak bisa mengendarai motor sendiri! Oke dear….perjuanganmu akan seperti Leonidas menghadapi raja Persia seorang diri! Hah! Tapi saya sudah mencicil! Sumpah! saya sudah bikin draft proposal itu jauh hari. Lalu, niatnya adalah melanjutkan mengerjakannya di kampus di sela-sela tugas saya sebagai asisten di laboratorium audio-visual.

Oke, saya mengerjakan di kampus. Pettt!! Listrik mati. Baiklah, saya bisa sabar. Tak lama, listrik kembali menyala dan saya rampungkan pengerjaan proposal itu dengan mengetik menggunakan lima jari tangan kanan saya pelan-pelan (Yap!timik-timik kayak mbah-mbah belajar ngetik pakai keyboard!). Sudah pukul 1 siang saat itu dan deadline pengumpulan tugas adalah jam 5 sore di Tata Usaha. Well, saya punya keuntungan dalam hal ini. Kalau selesai cepat, saya tinggal turun ke bawah kan!Saya sempat sms dosen pengampu untuk minta keringanan sampai tenggat terakhir waktu pengambilan proposal itu.

Lalu tibalah saat mem-print tugas itu. Saya bawa ke komputer laboran soalnya dari komputer asisten tidak bisa nge-print. Untung juga saya sudah siapkan kertas sendiri dari rumah. Saya tancapkan flashdisk ke komputer Mas Laboran dan…VOILA!!! Seluruh file dalam flashdisk saya dikenali sebagai VIRUS dan langsung DIHAPUS tanpa babibu lagi oleh si komputer! JAHA**M!Arrrghhhh!!! Proposalkuuuuuu!!!! Apa boleh buat, saya tak punya pilihan lain selain melobi dosen saya LAGI minta keringanan untuk mengirim sebelum jam 12 malam. Saya tidak bisa menyerah, nanti saya akan KERJAKAN LAGI di kos dan mengirim by email pada beliau. Oke, segera saya pulang untuk mengerjakan minta diantar teman saya.

Sampai di kos………sudah siap di depan komputer…TERNYATA MATI LAMPU!!!(kenapa sih PLN harus memusuhi saya saat ujian??)  OH Tidaaakkk!!! MAMPUS GUEE!!! Gak bisa kemana-mana juga! Kalau kos mati lampu, saya juga ga bisa ke warnet karena warnet sekitar situ mati lampu juga! sementara semua bahan ada di komputer saya! Ingat kalau flashdisk saya sudah “dibersihkan” oleh komputer sialan itu? Ingat kalau tangan saya tidak bisa dipakai nyetir motor? Ingat kalau listrik mati dalam radius 2,5 km di daerah saya?? HAH??!!

Graaahhhh!!!

Dosen saya TIDAK MEMBALAS SMS saya satu kalipun sampai di malam hari ada sms massal dari beliau yang intinya tetap mengijinkan saya menyusulkan paper di hari ujian! Tapiiii..nilai terbaik yang bisa saya dapat adalah C! Nasiiibbbb!

3. Ujian part 3

Saya janji ini adalah cerita seputar ujian terakhir saya untuk sesi posting kali ini! I swear! Soalnya ini semacam sesi curhat bagi saya. Istilahnya: mengeluarkan racun yang membuat gonduk! hahahhay!

Saya akan membuatnya singkat dan pendek. Oke, jadi itu adalah ujian salah satu mata kuliah kesukaan saya. Dosennya cocok, kuliahnya menarik, dan saya sebenarnya paham dengan materi kuliahnya. Pada pertemuan kelas terakhir, Mr. D (kebetulan kok ya orang ini :D) mengatakan untuk membuat tugas akhir dan dikumpulkan pada hari-H ujian. Wah, kesempatan untuk melakukannya dengan sempurna! Saya pun mengerjakan mati-matian hingga lembur. Waktu ujian adalah jam X (saya lupa persisnya) tapi karena tinggal mengumpulkan, batin saya, biasanya durasi tenggat waktu diberikan sepanjang ujian berlangsung.

Dudududu…sambil bersiul senang karena sudah selesai mengerjakan sebelum siang, saya membawa paper yang sudah terjilid rapi ke kampus. Cuma pakai sandal dan belum sempat mandi karena juga tidak sempat tidur. Yang penting cepat kumpul, cepat pulang-mandi-tidur pikir saya. Nah….waktu melongok ke kassa TU, bapak petugas TU mengecek pengumpulan dan mengatakan: “Oh ujian yang itu dikumpulkan di kelas Y mbak”. Hmmm..aneh juga, tumben-tumbenan dikumpulkan di kelas. Ya sudahlah, saya naik ke lantai dua. Tapi….kok perasaan saya gak enak yaaa!

Dan di kelas yang seharusnya jadi tempat mengumpulkan ujian ituuuuu….penuh mahasiswa yang menghadap meja masing-masing. Apa lagi mengisi kuesioner angket evaluasi? pikir saya. and…Oh tidak!! Mr. D duduk di bangku luar pintu dengan style penjaga-ujian! DAMN! Ada ujian tertulis juga ternyata???? Woaaa!!! Dengan takut-takut saya menyadari situasinya dan menyerahkan paper itu padanya. Beliaupun tanya, “tidak ikut ujian?” Saya: “Memangnya masih boleh pak?” GELENG. WALAAAAH! Gitu ya masih nanya pak! Uuughhh!!!

Gelar “kebodohan-kebodohan sepanjang masa” pun dimenangkan lagi oleh SAYA!

4. Ini yang terakhir yaa…saya mendadak terserang depresi sebal akut dan hanya bisa disembuhkan oleh pil “pemutar-kembali-waktu-itu” (T_T)

Writing a long posting and…disconnect!

Ini adalah kemangkelan terakhir yang saya alami baru-baru ini. Sehingga masih terasa hangat seakan baru dikeluarkan dari wajan!

Saya baru usai menonton pertunjukan teater boneka MWATHIRIKA yang luar biasa dan masih tersisa rasa haru sehingga membuat saya ingin menulis sesuatu. Segera!

Jadi, saya mampir di sebuah warnet langganan yang tidak akan saya sebut merknya kecuali lokasinya di sekitar Babarsari!Nah lo! Saya membeli voucher hotspot karena ingin mengetik langsung dari netbook pribadi saya. Satu buah voucher berdurasi 5 jam akses sejak online dan bisa digunakan dalam akumulasi satu minggu. Disitulah saya, menuliskan semua yang saya rasakan sambil membayangkan lagi jalan cerita pertunjukan yang membuat saya tersedu itu. Saya berhasil menemukan beberapa frase kata yang terdengar enak saat dibaca dan bisa dikatakan memiliki musikalisasinya sendiri Hahahah! Oke, saya sudah edit disana-sini, tinggal menunggu pinjaman foto pertunjukan tapi sudah membuat kalimat kesimpulan yang sedaaappp! Begitulah…saya tinggal tekan tombol “publish” dan semuanya beres. Tapi saat saya klik tombol itu….muncul halaman awal login yang menandakan sesi akses saya sudah berakhir! WHAT??? TUNGGU SEBENTAR! Saya baru akses sekitar 3,5 jam! Haloooo!!!

Masih menahan sabar saya membeli lagi voucher di kasir sambil mengadukan pengalaman saya. Kasir meminta saya menyerahkan bukti voucher yang bermasalah untuk mengeceknya. Dia mengatakan mungkin saya memang sudah habis waktu aksesnya. Agak dongkol saya kembali login untuk melanjutkan proses publish dan…SEPARO TULISAN SAYA HILANG! PLASSS!!!

Makin dongkol saat si mas-mas penjaga membenarkan bahwa saya memang masih punya sisa akses 1 JAM!! HEY! Kalian curang tahu tidak!??! Sekarang kerjaan saya hilang dan tidak ada auto-savenya! Oke, ini salah saya tidak save berkali-kali pekerjaan saya, tapi saya masih punya 1 jam! Siapa yang butuh save kalau bisa publish!??? Apalagi tipikal saya adalah mengalir deras tanpa henti dan tidak berhenti sebelum tulisan selesai. DAMN!

Buat para penulis, mahasiswa penyusun paper/skripsi, atau para pegawai kantoran yang sedang menyusun proposal dan tinggal selangkah lagi selesai tiba-tiba harus mengulang lagi pasti paham perasaan saya. Mood saya langsung jatuh ke titik dasar kecewa dan melambungkan titik didih amarah! Ugh! pengen ngamuk! pengen misuh!

Tapi akhirnya saya mengulang menulis. Yang kedua memang tak selalu sesempurna yang pertama…tapi ya sudahlah!

I’m Done with it!

– THE END –

 

Salam-mendadak-dongkol-lagi,

Cheers!

 

 

 

 

Omong-omong, saat saya menulis ini…Listriknya mati juga looo! What the hell with the electricity??? Dasar! untung sudah saya simpan!

Eh, kalau ada yang mau berbagi kisah menyebalkannya boleeehh..ditunggu yaaa! Mari dongkol bersama, lalu menertawakan kesialan bersama!HAHAHAHAH!

 

2 thoughts on “Memanggil rasa sebal!

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s