Untung rugi punya muka ce-es-an lensa



Saya dibilang punya tampang fotogenik. Yaaah, sebagian diri saya membenarkan sih. Hehe…

Kalau difoto, muka saya keliatan bagus. Bahkan dalam keadaan didandanin paling jelek ya. Mau mukanya dilabur body painting hitam atau lagi pakai kostum kuntilini (ga mau bilang aslinya, sereeem :D), muka saya tetep bagus. Eeeittsss, sebelum mencap saya narsis, tolong ngaca dulu ya!Hahhahahahha! Maksudnya bagus itu ya bukan cantik atau kayak mbak-mbak model gitu bukaaan.Kalo jelek..ya jelek yang bagus, kalo norak..ya norak yang bagus…atau kalau njijiki, ya njijiki yang bagussss :D

Intinya, foto saya dalam berbagai sudut dan beragam keadaan hasilnya adalah sebuah…foto! #iyalah masa jus jambu!#:P

Iseng nyari definisinya via googling kamus, nemu yang seperti ini:

photogenic:

Someone who is photogenic looks nice in photographs  (adj.)

Nah, intinya tahu kan ya maksudnya fotogenik itu? Yovie and Nuno pernah punya lagu yang mirip-mirip ini definisinya. Judulnya “Malam Genic“. Jadi, kira-kira liriknya gini:

Jangan dekati gadis di malam hari
Penyesalan kadang datang esok hari saat terang

Tak jelas asli atau hanyalah imitasi
Yang penting gaya bagaikan para model dunia

Saya rasa mas Yovie menyebut cewek punya bakat malam-genic berarti dia kelihatan bagus kalau malem doang. Hehhehe..sapa tau paginya Mbak Rina berubah jadi Mas Parto..ya toh? :D #no offense buat yang punya nama saya asal catut aja kok# Berarti, kesimpulannya…fotogenik itu bakat kelihatan bagus di foto! Ahahahahah!

Nah ini dia masalahnya… Saya tidak pernah kekurangan percaya diri untuk memiliki wajah seperti yang saya punya sekarang. Mau gimana juga sudah ga bisa diubah cetakannya. Muka saya sudah produk formula campuran wajah bapak-ibu saya plus mbahkung-mbahti dan nenek-kakek moyang saya. Cuma ya itu, saya punya bakat fotogenik meski bukan model genik ya. Kalau disuruh bergaya telentang-tiarap-kayang seperti pose model-model pro jelas saya angkat kaki alias kaburrr! Ahe!

Tapi saya jarang sekali keliatan seperti tidak siap difoto. Kalau ada foto dengan ekspresi ganjil atau jelek, itu bukan salah tukang fotonya atau cahaya, atau malah kameranya. Tidak. Itu memang saya sengaja :D Nah, kalau ditanya kapan saya menyadari bakat saya ini? Well..mungkin sejak saya mengenal kenikmatan di-fo-to. Yep! Waktu masih kecil, saya tidak paham artinya senyum!Beneran! Pas tukang fotonya bilang, “ya dek, senyum ya! Satu..dua..tii…” Itu saya tidak tahu harus ngapain. Out of my mind! Karena ga tahu harus gimana, jadi saya rapatkan bibir saya lalu saya tarik bagian bibir atas ke arah bawah. Jadi kalo dibayangkan, mungkin mirip mencucu tapi mulutnya gak maju dan ga mundur..cuma merapat dan ditarik ke bawah. Kayak mau bilang huruf “Beee“! Hahahhahahah! konyol banget kalau diingat!

Kalau ada yang lihat foto ijazah saya dari SD-SMP dan bertanya kenapa muka saya cemberut, SALAHKAN orang yang ngasih tahu saya kalau foto-foto semacam itu tidak boleh senyum!Ha! Padahal mata yang menatap jernih ke depan dengan sedikit senyuman membentuk citra percaya diri yang banyak dicari waktu melamar sebuah posisi saat ini. Ya gak? Maka sejak tahu boleh senyum waktu di foto, sepertinya jarang saya punya foto yang tidak senyum. Hehehhe! Sampai-sampai polisi yang razia motor nanya, “kok fotonya senyum mbak?” Yeee..emang ga boleh? sirik aja! :D

Gara-gara pas foto yang memperlihatkan muka percaya diri itu, saya sering berhasil apply sebuah kerjaan. Mungkin faktor lainnya pengaruh, tapi saya..ah..saya rasa bagian HRD jatuh cinta lebih dulu sama saya lewat foto itu #Auch!Ditimpuk pake map file tahunan!#

Itu untungnya.

Masalahnya, begitu ketemu aslinyaaa….twettt twett toott….“Kok kamu lebih item ya?”, “Loh, kok beda sama fotonya?“…loh? Kok? lah? loh? Kak? Kok? Belekokkk…Prangg! Kalau itu ditanyakan terang-terangan pas wawancara, pasti dalam hati saya mbatin “Trus gimana?nyesel nih ceritanya??mau mulangin saya? oooww..tidak bisaaa (ala Sule)” ahhahaha!

Jadi begitulah. Saya bersyukur punya bakat ini meski ga punya postur model atau muka Julia Roberts #ih ngimpi aja deh Ga!# Kadang saya benar-benar berharap Tuhan kasih saya satu lagi: tinggi badan. Tinggiin lagi dong…dikiiittt ajaa..5cm aja kok #Jederrr!Dikirimi geledek dari atas!# Protes aja lu!bersyukuuuurrr!bersyukuuurrr tauuu!

#iya..iya..ampun!ampun!aduh!ouch!#

love,

7 thoughts on “Untung rugi punya muka ce-es-an lensa

  1. Gubbbrakkkk…..

    tapi emang sih mirip2 sedikit,,,, ya paling nggak hitanya lah yang agak sama… apa lagi lihatnya dari puncak gunung jayaWijaya… hahahaha becanda[dot]com

  2. kalo di lihat-lihat sih iya, lumayan bagus (fotonya) xi xi xi xi …. cuma fotonya sih… tapi lucu nih cerita, dari hal sederhana bisa dibuat humor gini, hebat….

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s