Hari pertama di 2011


Sebenarnya saya tidak punya rencana apapun pada pergantian tahun kali ini.

Saya membayangkan sedang mengerjakan skripsi atau tidur sambil nonton teve di kamar sambil melihat orang lain sibuk merayakan pergantian tahun. Yah..sejujurnya saya merasa tahun ini semacam tahun yang tidak biasa sebab saya hanya ingin melaluinya seperti orang melewati pergantian hari: SANGAT BIASA.

Tahun-tahun sebelumnya saya selalu berusaha merayakannya dengan meriah. Entah mengadakan acara bakar-bakar jagung, begadang, kembang api, naik gunung atau setidaknya menyiapkan daftar panjang resolusi awal tahun. Tapi tahun ini? Saya tidak menyiapkan apapun. Saya biarkan semuanya mengalir seperti air.

Tapi ternyata rencana ‘biasa’ itupun urung dijalankan. Seorang sahabat teman kos saya yang juga teman saya semasa SMA datang dari luar kota dan mereka mengajak saya merayakan tahun baru bersama. Tentu tak bisa saya tolak. Sudah jadi sifat saya yang tidak ingin jauh dari keramaian…minimal dikelilingi teman-teman. Jadi, saya pun bergabung dengan rencana mereka: melalui pergantian tahun dengan ikut misa di Gereja. Tapi ternyata…teman saya itu salah baca jadwal! hahahahhah! Dia mengira jadwal misa adalah jam 11pm, tapi ternyata jam 9pm :D Jelas saja kami salah alamat…tapi apa boleh buat, sudah terlanjur di jalan. Akhirnya kami putuskan untuk nongkrong dimana saja.

Yang sudah jamak diketahui tapi tetap saja terjadi dan tak bisa dihindari saat tahun baruan adalah…JALANAN MACET! Benaarrr! Kami kesusahan mendapat tempat yang masih menyediakan ruang tanpa berhimpitan :P Akhirnya kami nyangkut di salah satu kedai kopi terkenal di Jogja: Blandongan. Kami memesan cemilan seperti orang kesurupan. Bayangkan, masing-masing memesan french fries dan pisang bakar, tak cuma itu ada juga yang mengambil nasi komplit lauk dan juga aneka kacang. Akhirnya di atas meja bertebaran semua jenis cemilan plus kopi super kental khas tempat itu (saya lupa bahwa dulu rasanya sangat “menampar”). Perbandingan endapan kopi dengan air yang bisa diminum adalah 1:1. Terbayang pahitnya? Saya sudah mulas sebelum meminumnya! Haha!

Namun ada juga satu hal yang saya lupa…Blandongan tidak punya toleransi waktu tutup. Bahkan pada saat tahun baru! Dengan kejamnya mereka membalikkan kursi dan mulai mematikan lampu begitu jarum jam menunjuk angka 12. Sial! Kami masih belum mau pulang, jadi mulai mencari alternatif tempat lain untuk ‘dijajah’ hehehhe.

Pilihan jatuh pada PANTAI. Yap! Setelah mengajukan aneka opsi…kami putuskan ingin melihat pantai. Masalahnya, kalau ditinggal tidur dulu, pasti kami kesiangan nantinya. Jadi tak ada pilihan lain selain langsung cabcus saat itu juga. Dengan motor kami susuri jalanan yang lumayan sepi mengarah ke Ganjuran. Rencananya kami ingin berdosa eh berdoa disana lalu tidur sebentar dan menjelang matahari terbit meneruskan ke pantai. Bekal utama: sleeping bag is a must! :D

Jam sudah menunjukkan 3.30am saat kami bersiap tidur, di sekeliling kami banyak orang menggelar tikar dan tidur. Sampai ada yang ngorok juga. Benar-benar mirip kemping! heheheh! Lalu begitu langit mulai membiru, kami paksakan diri bangun dan cuci muka. Udara masih super dingin dan saya bersyukur membawa jaket gunung saya :D

Begitu melewati jalan lurus ke arah pantai Samas, mata ini langsung terbuka..BYARRR!! Segaaaarrrr! Pemandangan sawah terindah yang pernah saya saksikan. Seumur saya di Jogja, baru kali ini saya ke pantai Samas. Sebenarnya pantainya mirip Parangtritis…lha mau gimana, sederet sih! hahahha! Tapi senang bisa lihat ombak di pagi hari! Kami bersyukur berangkat subuh sehingga tidak kelamaan di jalan dan bisa menghirup aroma laut di pagi hari!

Rencana saya di pagi tahun baru yang pertama adalah menghirup udara pagi..dan saya mendapat lebih baik! Sekalian sama ombak dan teman-teman di sekitar saya hehehehhe! Terima kasih Tuhaaan..untuk tahun mendatang pun..saya mohon bimbingan dan bantuannya ya! #ala jepang dot com# :D

Ternyata saya tidak bisa melaluinya dengan biasa…dan saya bersyukur karenanya.

Saya juga harus berterima kasih untuk sahabat saya Nobi dan Fitri, juga Agung dan Arvi karena sudah menemani saya melewati tahun 2010. Terima kasih juga sudah saling mendoakan di malam tahun baru. Saya baru pertama kali berdoa bersama teman-teman dan saya menghargai ketulusan kalian. Semoga tahun inipun bisa kita jalani dengan baik! Semangat!

Love,

 

6 thoughts on “Hari pertama di 2011

  1. Senangnya melewati tahun baru di pantai..
    Seperti tahun baru yg lalu2, aku tahun baruan di rumah aja sambil liat kembang api di atas genteng, hehe..

    Selamat Tahun Baru 2011 yaaa! :)

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s