Jazz dalam hujan (ketika Ngayogjazz 2011)


Sabtu lalu, 15 Januari 2011 saya ke Kasihan, Bantul. Di pelataran rumah seorang seniman, Djoko Pekik, Ngayogjazz 2011 diadakan. Eh…nama dusunnya memang Kasihan..kira-kira kenapa ya? #iseng aja#

Dalam agenda acara yang disebar panitia, event tahunan ini memang istimewa. Nyaris mirip dengan festival jazz tahunan “Java Jazz” yang selalu diadakan di ibukota itu, Ngayogjazz selalu diadakan di Jogja. Menguntungkan sekali bagi saya yang berdomisili sementara di sana :D Tambah menguntungkan dan menyenangkan karena event ini sama sekali tak memungut biaya alias…cuma-cuma belaka. Dengan tema “Mangan ora mangan nge-jazz” (Makan tidak makan yang penting nge-jazz), perwujudannya memang luar biasa! Mendatangkan deretan artis lokal dan ibukota, dengan lokasi di desa, keramahan aroma bambu dan sawah..ahh…surga!

Tahun ini ada beberapa nama yang sudah wira-wiri rutin seperti Syaharani, Iga Mawarni dan sebagainya. Tapi, tahun ini ada…Tohpati dan Glenn Fredly! #kyaaa kyaaa!!!# :D Hanya saja seperti yang terprediksi sebelumnya meski tetap saja tak disangka, selalu saja kendala cuaca! Aduh…

Sejak pagi hingga siang angin kering nan kencang. Pertanda hujan. Padahal acara ini diselenggarakan sejak siang, jam 2pm. Tapi karena letaknya jauh di selatan, yakinlah banyak yang datang selepas petang. Saya tak ada masalah dengan kendaraan. Bersama seorang teman, kami berboncengan menuju Kasihan. Ternyata peta dan petunjuknya sangat mudah: Ada banyak umbul-umbul dan tukang parkir! hehehe! Untuk yang berkendara roda empat, ada kereta odong-odong yang akan mengantar sampai jalan depan. Menyenangkan!Saya juga pingin ikutan, sayang harus cepat-cepat cari parkiran.

Saya sampai sekitar pukul 5pm. Sudah ketinggalan separo pengisi acara awal seperti Gugun and Blues Shelter dan sebagainya. Tapi…masih ada Iga Mawarni, pikir saya. Ternyata…begitu pemain dan pemusik rehat sejenak waktu Maghrib, hujan deras mengguyur venue. Waduh!Lupa bawa payung! Jadilah kami berdesakan di bawah atap seadanya. Nyempil di parkiran, di bawah tenda mixer, ngumpet di ruang gamelan dan sebagainya :( Kami saling berbisik,”masa kali ini tidak pakai pawang hujan sih?” :P

Parahnya, panggung yang harusnya menampilkan Iga Mawarni tanpa atap! Alamat susunan acara berubah semuanya deh…

Benar juga! Mbak Iga diminta menyanyi di panggung Slompret yang seharusnya nanti untuk Tohpati sampai Glenn Fredly. Tapi tak apa, mendengar suara empuknya semua rasa tak nyaman (jalan becek, kaki pegal, dan rambut basah) terlupakan. Saya ini benar-benar suka sama suara mbak Iga..juga orangnya tentu. Kalem dan komunikatif. Dia bisa mengobrol dengan penonton memakai nada alias sambil bersenandung! hehehhe! Kalau kata salah satu MC koplak Bambang Gundul, kalau dia punya istri Mbak Iga yang kalem dan cantik itu..dia akan melaminatingnya kalau perlu dicor sekalian supaya tidak usah dibagi! Wakakakakkak!dasar! Sore itu Mbak Iga melantunkan beberapa lagu miliknya seperti “Kasmaran” dan lainnya. Tapi, saya paling suka waktu dia nyanyi “Under the bridge” sampai-sampai setiba di rumah saya langsung ingin googling lirik dan unduhan lagunya! Soalnya mengingatkan saya pada suara cewek yang pernah menyanyikan versinya. #belakangan saya baru tahu kalau yang nyanyi adalah All Saint!# Jazz yang ngerock, Mbak Iga memang luar biasa!

Tapi bener juga si Hendro tadi, saya merasakan hal yang sama buat…Tohpati! Arrggh! Ini pertama kalinya saya melihatnya secara langsung! Seperti yang bisa diduga..dia memang cowok berkacamata yang okeeee sekaliii! Kalau bisa saya laminating lalu saya simpan di buku kesayangan…wkwkwkkw #Digencet truk odong-odong sampai alus!# Permainan gitarnya sudah bisa diduga: penuh stamina! Meskipun sebenarnya saya tidak suka musik yang jamming begitu…mirip orang yang mengalami trans alias keadaan tidak sadar hahahah!melodinya jadi tidak terlalu jelas terdengar. Tapi yah…ini kan cuma pendapat pendengar amatiran :)

Deretan MC yang didaulat memimpin tiap panggung memang sinting! Melihat dan menonton mereka berdua-dua: Duet Bambang Gundul-Lusi Laksita, Hendro Pleret – Alit Jabang Bayi – Gepeng kemana-mana dan sebagainya itu seperti menonton BONUS. Ya bonus, bonus ngakak sampai sakit perut seperti nonton lawak! Haahahhahaha! Gerrr….

Suasana santai alam desa memang selalu dipilih panitia. Alasannya? ya supaya Jazz itu bisa dinikmati semua. Bahkan saya lihat ada bapak-bapak tuna netra yang duduk lesehan manggut-manggut di belakang saya saat Iga Mawarni menyanyikan “Kasmaran”…hmm…sangat…entahlah. Nyaman?Menghanyutkan?

Tapi meski senang, kami ini dibuat berhadapan dengan pilihan sulit. Bayangkan, jika anda sedang di bagian panggung terdepan saat Iga Mawarni main, sementara di belakang terdengar sayup-sayup kencang orang berjingkarakan, bertepuk karena Chaseiro (Chandra Darusman, Helmie Indrakusuma, Aswin Sastrowardoyo, Edie hudiro, Irwan Indrakesuma, Omen Sonisontani) main…apa yang Anda rasakan? Uuuugghhh rasanya ingin membelah diri ala Amuba!Begitu pula saat ESQI:EF (Syaharani & Queen Fireworks) main bersamaan dengan…Tohpati Bertiga (Tohpati, Indro Hardjodikoro, Bowie)! Akhhirnya apa boleh buat, saya dan teman wira-wiri kesana-kemari. Tiga lagu Syaharani lalu pamit lagi ke panggung satunya! Wah! Mana orangnya ramai! Rasanya seperti menembus kerumunan padat pemudik di stasiun :D

Sepanjang sisa acara seusai hujan badai itu, cuaca masih tak menentu. Karena tidak punya payung akhirnya saya dan teman hanya pakai ponco mantol. Dikerudungkan di atas kepala seperti barongsai :) Saat Glenn nyanyi, kami harus sibuk jinjit-jinjit soalnya kalah tinggi. Hanya demi melihat Glenn dari sela-sela penonton. Eh, hujan! Kami malah bisa menembus sampai depan! Bahagianyaaa!! Kalau masih di lingkar luar, mau jejeritan atau ikut loncat-loncat rasanya aneh. Tapi di tengah kerumunan…YEEEYYY!Rasanya menjelma anak sekolahan! Ikut nyanyi, teriak-teriak manggil Nicky (pemain Saxophone yang sangat atraktif!) dan lompat-lompat halal semuanya!

Glenn yang sakit hati

Saya sih memang belum pernah menyaksikan penampilan live dari Glenn Fredly. Semua yang dia lakukan dan dia nyanyikan hanya saya pandangi dari televisi. Tapi untuk yang satu ini…saya merasa entah kenapa, Glenn sakit hati. Well, sepertinya bukan masalah hati alias percintaan sih. Soalnya dia berkali-kali menyindir presiden kita saat ini. Bahkan menirukan gayanya dengan ironi. Katanya, “Sudahlah pak..kalau bohong mengaku saja.”

Apa ada hubungannya dengan persoalan domestik dengan wilayah Indonesia timur? saya tak tahu. Tapi nada-nadanya sih begitu. Soalnya setelah itu Glenn menyanyi lagu “Ayo kembali ke Timur”. Oh lala…betapa prihatinnya. Carut marut negeri ini dirasakan lebih parah di daerah sana. Kemiskinan merajalela, tak ada perkembangan atau tanda-tanda kesejahteraan. Pemerintah pusat memang pilih kasih. Maunya mengambil paksa kekayaan tanah mereka..untuk kepentingan orang-orang Ibukota. Ah! Celaka!

——————————————————————

Ngayogjazz 2011 berakhir selepas pukul 12. Hati puas soalnya Glenn patuh menambahkan satu lagu lagi setelah kami menjerit “Lagi! Lagi!”. Batin panitia mungkin begini, “Sudah gratis kok minta lagi!” Hahahahhahaha!

Dan saya membawa pulang satu lawakan dari Hendro Pleret saat membacakan pihak penyandang dana. Begitu sampai pada nama maskapai Mandala, ia bilang begini “Lha ya ini, begitu nyeponsori Ngayogjazz langsung bangkrut! Saking total nyuportnya!” Hwahhahahahahahha!

13 thoughts on “Jazz dalam hujan (ketika Ngayogjazz 2011)

  1. hehe.. sy yg datang jam 9 mlm aja, boyok hmpir copot gara2 berdiri lama jg :) tp itulah fun nya, kalau mau duduk, nntn jazz di ugm saja :)

    • yaelah mas, bukan masalah duduk atau berdiri. Tapi lebih fun juga kalau bisa seperti sebuah keluarga yang saya lihat datang dari siang. Mereka menggelar tikar piknik dan menikmati jazz yang terdengar dengan lebih santai. Kalau berdiri terus lha apa bedanya sama nonton konser roadshow band2an? wkwkwkwkkw :D

  2. huu~~ kasihan jauh deh, ga… padahal dah mupeng liat billboard djalan2 :'(
    waduh, glen ada dikit muatan politis, heemmm… smoga masalah cepet tslesekan~

    ah! harus nunggu taon depan tuk nonton lagi ya?

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s