Sekali ini: Eksploitasi basi talk di show Kick Andy


Ada cerita ironi di balik proses tapping acara “Kick Andy” di Metro TV pada 19 Januari 2011. Tatty Elmir, pengurus ASA Indonesia (Aliansi Selamatkan Anak Indonesia) mengatakan diusir di tengah acara. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak tahan dengan cara Andy F. Noya membawakan acara yang dinilainya terlalu “melecehkan” posisi narasumber (seorang PSK remaja) dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat meremehkan masalah dan justru mengumbar pornografi.

Tulisan tersebut dapat dibaca di: http://tattyelmir.wordpress.com/2011/01/20/“mengapa-kami-harus-bertepuk-tangan-untuk-berita-yang-kami-tangisi-”/

Saya membaca tulisan beliau dan turut merasa geram. Meski saya tidak tahu persis acaranya seperti apa, tapi bagi saya jika yang dihadirkan narasumber PSK remaja, maka SUNGGUH BUKAN pada tempatnya menanyakan hal-hal bukan atas dasar empati. Jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sesuai yang dikutip dalam tulisan ibu Tatty, sungguh menyakitkan. Mungkin saja, Andy menganggap hal itu biasa. Mungkin juga narasumber menganggap itu biasa. Tapi bukankah itu hanya dalih untuk memisahkan derajat mereka dengan orang lainnya? Apa yang membuat orang lain berhak untuk menanyakan hal-hal yang menjurus pada gosip dan seks JIKA SEANDAINYA sang narasumber juga merasa jengah dengan pertanyaan itu? Pertanyaan yang diajukan seharusnya juga sarat keprihatinan, empati dan tanpa unsur penghakiman seolah seorang manusia bisa lebih manusia hanya karena ia tidak menjajakan dirinya.

Saya, sebagai perempuan, ikut merasa kecewa dan hanya bisa memendam kecewa yang mendidih seandainya…ya, seandainya…orang-orang di luar sana menganggap hal ini sebagai sesuatu yang BIASA. Jika itu yang terjadi, saya tak tahu lagi sebenarnya hidup macam apa…yang kita jalankan di sini dan di sana.

Perempuan tidak semestinya jadi korban, apalagi hanya dengan landasan rasa penasaran yang tidak dikendalikan.

 

Note Tambahan:

Semua tulisan ini murni opini pribadi. Saya pribadi tidak ingin terlibat dalam konfrontasi benar-salah antara Ibu Tatty dan Pak Andy. Namun pernyataan di atas tetap tidak berubah untuk saya. Andy F. Noya sendiri sudah memberikan klarifikasi dari tayangan tersebut. Anda bisa baca di http://www.didiksugiarto.com/2011/01/inilah-klarifikasi-kick-andy-atas.html

Tapi yang perlu saya tekankan disini adalah, saya geram pada jenis pertanyaan-pertanyaan yang diajukan yang dimaksudkan sebagai candaan. Saya rasa, itulah yang dinamakan “keseleo”nya media pada libido pasar. Kenyataannya, banyak orang yang (memang) lebih antusias pada hal-hal berbau gosip, seks dan rumor. Mengutip komentar seorang kenalan saya, “Kritik terhadap industri media bukan baru kali ini. Kisah bencana pun dibikin jadi reality show. Orang naas, malah ‘disyukurin’. Aspek publik, amat jauh dari keprihatinan.Dalam situasi ini, entah kenapa jurusan komunikasi yang hanya melayani kepentingan industri dan libido pasar, tak sedikit pun berbenah?

Inilah yang saya maksudkan dengan eksploitasi basi. Media televisi tak henti-hentinya mengumbar persoalan semacam ini. Saya sendiri mengagumi Andy F. Noya secara pribadi, imej-nya terbangun dengan baik juga terlihat dari kumpulan tulisannya. Tapi namanya juga manusia, kadang bisa juga terpeleset dalam situasi. Bagaimanapun, mereka (Ibu Tatty dan Pak Andy) adalah manusia biasa. Toh Andy dalam pernyataannya juga meminta maaf atas hal itu dan menyadari bahwa ini adalah hal yang sensitif. Saya pribadi juga melihat tulisan dalam blog Ibu Tatty Elmir sedikit berlebihan. Tapi saya tetap merasa geram dengan…bagaimana menyebutnya ya…”kebiasaan” memandang perempuan? Ini terasa seperti situasi jika sedang berada dalam kerumunan orang yang sedang menertawakan hal-hal berbau seks dan perempuan. Entah kenapa perempuan seolah harus memakluminya dan tidak menganggap hal itu sebagai bentuk pelecehan? Entahlah.

Mungkin saja, saya harus mulai ikut-ikutan menganggap segala hal dengan “ringan”… :D

7 thoughts on “Sekali ini: Eksploitasi basi talk di show Kick Andy

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s