Eh? Oooh..begini toh rasanya nyaris sarjana :D


Saya mendapatkan tanda tangan itu.

Akhirnya.

Iya….rasanya kaki langsung lemas karena lega. Saya tidak tidur seharian dan cuma sempat memejam mata selama sejam. Sekarang rasanya saya kebas….saya lupa cara merangkai kata-kata. Sudah lama tidak menorehkan cerita, muncul-muncul saya tidak bisa menulis apa-apa.

Jadi…saya merasa de ja vu…sungguh. Sepertinya saya sering berada di kondisi semacam ini. Saat otak sudah terlalu lelah karena dipaksa bekerja sampai panas, kadang saya tidak bisa memilah mana kejadian yang nyata atau yang masih dalam mimpi.

Saya benar-benar seperti mengerjakan proyek Bandung Bondowoso alias membangun Prambanan. Eh? maaf melantur…maksudnya saya membangun proyek “apus-apusan” :D Itu bahasa Jawa dari proyek bohong-bohongan alias akal-akalan. Terakhir kali bertemu dosen pembimbing saya mendapat pertanda bagus sebab disuruh merampungkan sampai bagian akhir. Masalahnya, saya tidak punya cukup waktu untuk menulis hingga bagian akhir itu DENGAN JERNIH dan BENAR.

Jadilah saya rapel semua tulisan..yang penting menjalin kata-kata. Yang penting tampak tersusun rapi percaya diri. Padahal…laporan itu belum bentuk jadi. Hehhehehe! saya kumpulkan dengan memanjatkan doa pada Yang ESA…semoga dosen saya percaya saya sudah menyelesaikan adanya dan siap menjalani proses berikutnya: pantat penggorengan!

Ketika pagi tiba, setelah memaksa otak dan jari-jari saya bekerja sama sampai mereka demo mogok kerja, akhirnya saya mencetaknya lembar-per-lembar sembari mengejar ketikan bagian akhir. Kamar saya sudah mirip kuburan digali ulang: tidak terkatakan. Tapi namanya saja sudah nasib, saya berhasil menyelesaikannya. Mandi dengan perasaan gamang, tidak bereaksi meski sudah diguyur dingin air. Pokoknya berangkat dan berdoa. Teman-teman sampai memanjatkan doa bersama khusus untuk…laporan saya. Semoga sang Dosen khilaf adanya hingga ia membubuhkan tanda tangan tanpa banyak tanya #Amiiiiiin#

Ya, seperti sudah disokong alam semesta. Dosen itu ada. Tidak keberatan untuk membaca sebentar laporan saya. Dalam hati saya hanya membatin “jangan buka bagian tengah…jangan buka bagian tengah..” hehehehhe! dan…ya!Beliau menorehkan namanya dengan tulisan “ACC” keramat itu! Plessshhh! Sudah legaaaa….

Selanjutnya? Saya buru-buru pulang, memberi hadiah bagi diri sendiri dengan tidur nyenyak. Malam ini begadang lagi membenahi bagian tengah yang dilewati tadi. Syukurlaaahhh…sepertinya saya sudah melihat cahaya mendekat di ujung lorong dan gerbang itu sudah menunggu untuk saya lewati.

Bahkan saat inipun saya sebenarnya tak merasa betul-betul bahagia. Hanya gamang dan sedikit sedih. Seperti sindrom pra-kelulusan: saya mencintai proses kuliah dan masih ingin merasakannya. Tapi tanggung jawab besar dan kehidupan banting tulang sudah menanti…mau apa lagi? Jalani sajalah!

Saya ini termasuk well-prepared person. Jadi sebenarnya, saya bahkan sudah menyiapkan kata-kata pengantar dan halaman kelengkapan jilid padahal belum ujian. Saya bahkan sudah menyiapkan banner dan quote yang akan saya pajang di sini seandainya resmi lulus nanti heheheh!Kepercayaan diri itu jendral, harga mati!

2 thoughts on “Eh? Oooh..begini toh rasanya nyaris sarjana :D

  1. Selamat ya, Elga, dah lulus nih :)
    dah lama nggak baca blog-mu~
    koq kayak aku, dah nyiapin quote, halm pengantar, halmn dedikasi yang bahkan disempet2in buat diedit XD
    semangat 45 dah klo dsuruh buat yang kayak begituan :D

    • hahhahaha betul mbaaak! kayaknya malah itu poin pentingnya ya gak sih??wakkakakakakk! soalnya orang lain bakal baca itu duluan. Kalo isinya paling mereka baca sekilas doank :D

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s