Kalau mata pakai mangkok transparan


Yap. Suatu hari saya memutuskan: Saya harus coba pakai softlens.

Kenapa?

Soalnya saya sudah lupa bagaimana rasanya melihat “normal”. Saya lupa bagaimana rasanya begitu membuka kelopak mata, dunia terlihat bening dan jelas. Saya sudah lupa.

Kalau tidak pakai kacamata, jarak pandang saya cuma sekitar 2-3 meter, selebihnya samar. Hidung anda, wajah anda, papan nama, tulisan billboard iklan segede gaban cuma terlihat bagai lukisan picasso di mata saya. Absurd dan samar :D

Sebenarnya, ide memasukkan-benda-apapun ke dalam mata adalah hal yang mengerikan. Iya nggak? Mata kan organ yang paling riskan dan fragile, rapuh. Kemasukan debu saja sudah tidak nyaman apalagi ditempeli piring bening seharian. Wiii…rasanya seperti melihat ujung pisau ditodongkan di depan mata: Ngeri!

Apalagi, saya sering mengamati bahwa orang yang pakai softlens arah pandangnya tidak terlalu fokus. Artinya, ketika mereka menatap saya, saya tidak merasa sedang ditatap olehnya. Iya gak sih? Lagipula, yang pakai jenis berwarna atau abu-abu mirip dengan orang yang mau menangis. Matanya terlihat bercermin-cermin..eh berkaca-kaca padahal saya sedang cerita hal yang harusnya bikin mereka tertawa :D

Nah, sebelum hari ini. Saya sempat mampir ke beberapa optik untuk tanya-tanya. Alasan sebenarnya sih bukan cuma survei harga, tapi saya mencoba mengumpulkan KEBERANIAN. Dari awalnya cuma tanya-tanya, akhirnya saya beranikan mencoba. Berbekal info dari milis, googling dan rekomendasi teman, saya coba ke optik-optik tertentu. Ternyata, tidak semua jenis atau merk softlens dijual oleh tiap optik. Tergantung kerjasama marketingnya. Jadi di optik LK misalnya, cuma jual jenis FK, atau di Optik SS cuma jual AC. Masing-masing jualan softlens sembari, tentu saja, mendelegitimasi..eh, membuat merk lain terlihat tidak terlalu kompeten. Jadi saya coba saja satu-satu. Pertama kali, petugasnyalah yang memasukkan ke mata saya. Hwiiii…rasanya jangan ditanya. Mata saya berkedip-kedip refleks menolak. Mereka gondok menolak untuk dipakaikan mangkuk bening itu hehehhe

Pertama waktu mencoba, saya cari yang warna hitam. Soalnya paling mendekati warna asli mata saya. Saya tidak ingin dilihat menangis berkaca-kaca ketika sedang bicara padahal aslinya sedang marah :D Yah, itu saja. Cuma coba, tidak beli. Hehehhe saya masih tidak yakin pada diri sendiri selain belum ada dananya :D #alesan aja lu!# Habis bagaimana? Saya ini orang paling tidak telaten. Jadi menghadapi softlens yang perlu kondisi steril dan perawatan ekstra cuma bikin saya terlihat semakin tidak kompeten (baca: keluar aslinya – cewek serampangan) :P bersih-bersih kamar aja kalau lagi inget!

Nah singkat cerita, akhirnya sampai di hari ini. Saya mendadak ingin beli. Impuls semacam ini memang diperlukan sesekali. Mengajak teman ke Galeria, makan, menjelang tutup malah mampir tokonya. Tidak banyak basa-basi, mbak petugasnya langsung menyuruh saya coba sendiri. Gagal. Akhirnya dia yang memasukkan dulu ke mata saya. Giliran yang kiri saya coba sendiri. Duh, berkejap-kejap. Tidak masuk-masuk juga. Mbak petugasnya sampai bikin instruksi kayak tukang parkir, “Yak kurang lebar matanya…belum. Belum masuk…taruh tengah, buka lagi kelopaknya..ya sekarang kedip-kedip!

Voila! Lensa itu masuk ke mata saya.

Rasanya? Uuuughhh apaan sih nih ada yang mengganjal di mata! Mata saya protes dengan mengerjap-ngerjap lebih cepat! Setelah agak lumayan terbiasa, sekarang pelajaran kedua: Bagaimana cara bukanya???Hahahhaha! Jangan-jangan nanti di rumah bisa masukin ga bisa ngeluarin? Gawat donk!

Kata petugasnya, “gampang aja mbak, tinggal kayak dicubit gitu…

Hah?? Cubit mata saya? Huweeee!“, pikir saya

Tapi dia kasih tips gampang: Tarik saja kelopak mata bawah, langsung cubit keluar lensanya dengan telunjuk dan jempol. Yeah!cara itu lebih mudah!

Akhirnya saya putuskan untuk langsung membelinya. Ukuran minus saya diturunkan jadi 1,25 untuk kedua mata soalnya kata petugasnya, lensa kontak beda sama kacamata (Padahal saya tahu ini cuma akal-akalan dia aja, wong yang ukuran minus 1,5 habis :D)

Okelah…lagipula masih pertama kali juga. Akhirnya saya bawa pulang satu kotak lensa X2 warna hazel, 1 Botol pembersih, 1 botol tetes mata, 1 boks kotak penyimpanan dan total yang saya bayar Rp 188rb. Tunggu. Kok Hazel? Hehehhehe, mendadak saya ingin warna coklat soalnya yang hitam bikin saya mirip Sadako ahhahahah! Ini dulu deh, kalau sudah biasa. Ingin coba beli yang mahalan dan langsung  nyaman dipakai #Lagak lu ajeee!#

Begitu sampai rumah saya coba pasang sendiri dimulai dari mata kanan. Karena ukuran minusnya sama, saya tidak perlu takut tertukar (perfect arrangement bukan buat saya yang tidak teliti?). Entah kesambit jin apa, tapi saya tidak takut sama sekali. Saya seperti sudah tidak peduli. Sama seperti ketika memutuskan turun gua vertikal 65 meter pertama kali, rumusnya cuma satu: Hajar sajaaaa! Jadi berkali-kali mangkuk tipis bening berwarna mirip plastik mainan itu tidak mau masuk, terlipat, copot, menolak masuk, mata pedes..tetap saya coba dan paksa!

Sampai…ups!jatuh! Dicari di baju tidak ada, dicari di lantai tidak ada. Gawat! Masa baru pertama kali sudah harus beli lagi gara-gara bikin rusak? Akhirnya saya telusuri pelan-pelan..ehh, ternyata nangkring di pintu lemari! Pasti kalian pada mikir: memangnya masih steril?? Hehe, saya sih positive thinking aja, saya celup lagi ke airnya lalu saya coba paksa pasang lagi. Kali ini berhasil! Berhasil! Hore! Horeee!

Dan sekarang, saya resmi pakai softlens untuk…20 menit?? :D

Doakan saja ya…semoga mata saya dan mangkok bening tambahannya jadi teman akrab!

 

PS: Ingat baik-baik, kalau mau pegang soflens, tangan kudu bersih. Jangan mengucek mata selama pakai, kalau pakai tetap harus pakai alat pengaman tambahan: kacamata. Jadi…sama aja kan pakai ga pakai softlens?? Sama ribetnya! hehehehe! Semoga sukses! Untuk keterangan perawatan dan lain-lain bisa lihat disini

Jogja, 3 Februari 2011 | 9.50pm

——————————————————————

Hey, saya baru sadar kalau yang saya lakukan kemarin itu impulsif sekali. Tidak pakai pilih-pilih, toko sudah mau tutup, langsung memutuskan beli sebuah barang yang belum jelas benar cara pakainya! :D

9 thoughts on “Kalau mata pakai mangkok transparan

  1. Kaka, sy baru aj mau pke soflens buat gntiin kacamata (#telat make) baru skarang bisa yakinin diri smpai skrg kalau makke soflensny ngga bsa masuk.. Soflens nya kebolak-balik apa itu nggak apa2 yh?

    • Halo adik :) sebenarnya yang kamu pakai tergantung kenyamanan dan situasi aja sih. Kalau aku masih lebih suka pakai kacamata dibanding softlens. Selain itu, softlens juga tidak boleh dipakai lebih dari 6 jam, bisa bikin mata iritasi karena kering+debu dll. Untuk masalah kebolak-balik, ya sama aja kayak kacamata. Mata kanan dan kiri kan udah ada ukurannya, kalau dibalik nggak nyaman. Trus setauku, kalau kamu pakainya kebalik, rasanya pasti ngganjel (bagian yang kena iris biasanya gak enak kerasanya). Jadi ya harus dirawat dan diperhatikan baik-baik posisinya. Sip, semoga berhasil!

  2. hey hey aku baru beli merknya acu*** yg buat 1 bulan, tadinya aku ke optik mela*** di cilandak townsquare, trus aku bilang mau beli softlens ukurannya sesuai kacamataku tapi aku belom pernah pake softlens sebelumnya eh trus orangnya langsung aja training-in aku gmana cara pakenya! ahahaha deg2an sih,, gagal masuk softlensnya 2 kali gara2 aku ragu2 taro softlensnya ke mataku, akhirnya mataku merah & perih berhasil tp mataku rasanya nyut2an setelahnya gatau kenapa atau jangan2 softlens trialnya ga steril ahahaha, & dodolnya disana ga ada stock untuk ukuran aku, padahal aku udah training sama orangnya xDD.. trus aku akhirnya beli di optik lain..
    btw aku beli cairan pembersihnya all in one, kalo softlensnya dicuci pake cairan itu trus masih basah2 dimasukin ke mata gapapa ya?

    • Selamat ya utk softlens prtamanya! :D gpp,biasanya softlens cth itu kan sdh dpakai org banyak..jd pasti beda sm yg baru.

      Basah?justru bagus.softlens tu gak blh kering lho. Paling gampang masukin d dpn cermin smbl berdiri,krn jarak lihat kt jd lbh jelas. Rileks aja,buka mata lebar2,pastikan softlensnya d ujung jari telunjuk dlm posisi pas-gak terlipat. Tempel pelan2 ke kornea, dibetulkan dikit,pakai lirik kiri-kanan,putar bola mata,kedip2.kalau ganjel,dlepas lg.cuci lg.

      May success!

      Elga

  3. btw harganya yg terlalu mahal ya, yg kamu beli merknya apa? soalnya aku pengen beli juga *baru pertama kali coba hehe

    • halo-halo…sebetulnya dulu aku juga ragu-ragu untuk pakai merk tertentu. Mikir juga kalau harganya terlalu murah trus kenapa2 gimana :D
      Tapi akhirnya buat pertama kali aku pakai X* yang glow atau variannya. cukup terjangkau, sekitar Rp100ribu satu kotak (isi 2). Kalau perbedaan minusnya tidak besar, disamakan saja (dengan minus terendah)
      Yang perlu diingat, tangan harus bersih dan kalau perlu siapkan tisu yang mudah dijangkau. Hehehe abis dicuci suka basah jarinya, bikin licin waktu megang mata.

      Tips lainnya: Buka mata lebar-lebar, gak perlu takut. Kalau beli kotaknya, yang murah aja ada banyak di toko aksesoris :)) gak perlu yang sampe 100rb-an.
      Sejauh ini aku tidak masalah dengan merk X* itu, tapi mataku agak tidak nyaman kalau pakai dalam jangka waktu lama. Maunya kedip-kedip terus. Jadi sekarang pakai softlens kalau memang ada waktu dan tidak dalam waktu lama.

      Selamat mencoba! nanti cerita-cerita ya bagaimana rasanya :)

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s