Behel kawat bikin ngilu berat (awas, bikin bosan)


Siapa sih yang bisa-bisanya masang kawat gigi/behel/bracket dengan alasan penampilan? huhuhu benar-benar tidak masuk akal…sudah mahal, susah makan, susah mingkem, linu-linu, cenat-cenut…

Lima hari sudah berlalu sejak kawat diikat di gigi-geligi saya, tapi ngilunya masih terasa, linunya masih bertahan. Akibatnya saya banyak tanya-tanya ke siapa saja: ke dokter saya, ke kaskus, ke teman yang 2 tahun pakai, ke teman yang sudah lepas, ke teman yang sudah 4 tahun sampai ke mbah google tentang serba-serbi cara rawat gigi kawat.

Kalau dibilang orang bergigi kawat bisa menggigit makin sakit, itu salah. Yang benar, orang bergigi kawat sudah tidak punya daya lagi menggigit beban “berat”. Yang tadinya bisa kremus-kremus makan krupuk, kripik, kacang, oseng tempe, sekarang harus puas menguyah makanan lunak pakai gigi belakang. Ampuuun, itupun pakai pelan-pelan takut karena takut nyangkut, takut copot (bracketnya) atau takut kualat…(heee??)

Sebetulnya, kalau dilihat sekilas susunan gigi saya tidak jelek-jelek amat. Istilahnya, kalau tidak ada dana dan waktu, ya sudah, biar saja begitu. Tapi rencana ini sudah terpikir sejak bertahun lalu sebenarnya. Saat gigi atas saya ada yang tidak tumbuh lagi dua buah dan geraham bawah makin sesak. Entah apa yang salah.

Jadi ingat dulu setiap kali kontrol pembersihan karang gigi (oh ya, ternyata saya masuk kategori pasien tidak takut dokter gigi), dokternya pasti menanyakan hal yang sama “ini waktu kecil pernah dicabut ya giginya?” Herannya saya, kenapa dokter itu bisa yakin begitu? Saya selalu ingat. Bahwa dulu memang ada dua gigi susu yang tertinggal akar di rahang atas. Waktu copotnya tidak bersamaan karena rapuh jadi yang bagian mahkotanya keropos sedikit-sedikit sampai akhirnya hanya tinggal akarnya. Setiap hari saya cungkil-cungkil supaya lekas copot tapi susah benar. Sampai akhirnya copot sendiri waktu SMA dengan sedikit usaha (dicungkil dooonk).

Tapi semua dokter gigi itu tidak percaya. Yee..yang punya gigi situ atau saya?

Untung akhirnya seorang dokter menawarkan solusi masuk akal: dirongten saja dulu penampang giginya. Buat apa? Buat cari ada tidak bibit giginya. Well, yang namanya bibit gigi itu ya sama saja dengan prinsip tanaman. Setelah gigi susu tanggal, di dalam gusi itu sudah ada cikal pengganti gigi yang baru. Itu calon gigi dewasa. Nah, dalam kasus saya, dicurigai tidak ada gigi gantinya alias ternyata saya tidak normal! Waduh!

Tapi…begitu sampai ruang radiografi (di RS Panti Rapih) kala itu, saya pikir biayanya di bawah 100ribu. Lha dalahhh…195ribu sodara! Wah gimana nih? pikir saya. Duit di dompet tinggal 200ribu padahal biaya konsultasi 100ribu. Hehe..akhirnya dengan mesam-mesem saya bilang, “mbak, saya ambil duit dulu ya, tapi ini saya bawa dulu suratnya. Fotonya besok saja ya” (dalih manis untuk bilang tak ada biaya :P)

Hingga…

Bapak saya mengabarkan bahwa dia nemu dokter hebat di desa tempatnya bekerja. Katanya, dokter ini telaten sekali membersihkan karang giginya. FYI, Bapak saya sudah, hmm..berapa ya? lebih dari 20 tahun tidak pernah membersihkan karang gigi. Hahahha! Bisa bayangkan telaten dokternya?? Itu sudah bukan karang! Itu betooon! :D :D Nah, cerita punya cerita, Bapak saya menganjurkan saya pasang kawat padanya. Saya sih setuju saja.

Ternyata, dokter ini pun punya pendapat sama: kemungkinan besar geraham rahang atas saya tak punya gantinya. Dia juga melihat persoalan bahwa gigi taring bawah saya makin terdesak ke depan sampai susah dibersihkan. Akhirnya kami sepakat, segera pasang kawat. Katanya sih ini bukan kasus berat, jadi harusnya tidak makan proses lama dari pemasangan, perawatan sampai hasil. Tapi ia juga penasaran dengan ada tidaknya bibit gigi itu tadi. Akhirnya dia menyuruh saya rongten gigi. Selagi menunggu hasil fotonya, ia membuat cetakan gigi saya. Ya..seperti dijejali permen karet min dalam jumlah besar dengan tekstur selai kacang…wuekkk :( Selama beberapa menit cetakan itu makin ditekan padahal bahannya sampai mendesak ke tenggorokan dan nyaris tertelan..wuekkk :(

Berhubung kota asal saya belum canggih-canggih amat. Alat foto giginya tidak memadai. Adanya cuma satu itupun di RS Swasta sebuah perusahaan semen yang sedang dipakai general check-up karyawannya. Saya tak bakal dapat giliran. Akhirnya, karena cuma butuh melihat bibit gigi, alatnya pun diakali Pakai rongten biasa dengan pemakaian spesial foto rahang gigi. Saya disuruh duduk tegak, lalu semacam plat plastik kotak dilekatkan di rongga mulut dan telunjuk saya disuruh menahan. Prosesnya bolak-balik karena hasilnya tidak begitu jelas.

Dari hasil rongten seadanya itu, ternyata yang ada bibit giginya cuma satu yang rahang kanan atas, itupun impaksi alias menyilang atau nyangkut. Kalau kata petugas rongten, itu perlu dioperasi. Tapi kata dokter gigi saya, sepertinya gigi itu tidak ada “niat” untuk keluar. Nyatanya saya tidak pernah mengeluh sakit gigi, si bibit gigi adem-adem saja di dalam gusi :D

Maka daripada operasi, yang jelas mahal biayanya padahal belum tentu perlu. Diputuskan pasang kawat tanpa mengambil bibit gigi. Biarkan saja dia di situ. Jadi, nanti kalau saya mati, wujud saya bisa dikenali dari ciri: ada gigi yang menyilang nangkring santai di bekas gusi :D Kata dokter sih kemungkinan hal itu hanya mempengaruhi bisa tidaknya gigi yang agak memutar posisi dikembalikan lagi ke posisi awalnya. Ya, gara-gara si bibit gigi tidak mau muncul, ada celah yang selalu bikin sakit gigi. Akhirnya para tetangga (baca: gigi lainnya) bergerak seenaknya sendiri..huhuhu :(

Wiiii…panjang ceritanya, padahal ini belum sampai ke kawat gigi :D

Bersambung aja deh…hahahhahaha!

12 thoughts on “Behel kawat bikin ngilu berat (awas, bikin bosan)

  1. Hai kak. Aku baru pakai behel 3 minggu. Kasus nya beda, gigiku “salto” alias maju mundur:v
    Kalo ganti karet tu gmn ka rasanya? Sakit atau…. gmn?

    • Heuuu…pas diganti sih enggak sakit. Tapi bayangin aja pakai karet rambut baru. Tadinya kuncirnya udah enak karena udah biasa, tapi karetnya kan kendor. Nah ini diganti baru dan lebih kenceng…kadang bikin sakit kepala kan? Nah. Sama hehehe

    • Kalau dari pengalamanku, emang enggak ada cara lain selain ditahan hehehehe…makan yang lembut2 dulu, minum pereda nyeri, kumur air garam hangat…semoga cepet reda yaaa

  2. hai ka aku mau nanya setelah saya pasang behel dan ganti karet rasanya tuh sakit banget cara mengatasi ya seperti apa ?

    • Halo maaf baru jawab. Kalau aku sih dibiarin aja hehe.. Biasanya 1-2 hari sembuh sendiri. Kalau ga tahan, bisa minum obat penahan nyeri kayak ponstand. Jangan makan keras2 dulu ;)

  3. hei ka. kasus giginya sm kaya aku tuh. aku jg ada gigi yg gak keluar, gigi taring. 2thn aku pakai behel tujuannya renggangin gigi biar ada celah utk taringnya keluar gt. tp gabisa karna posisinya menyimpang jg, miring. akhirnya aku operasi sekalian ambil geraham bungsu.

    • halo Hendi! wah, sayang sekali, dokterku tidak berpraktek di Jogja. Memang sedikit merepotkan kalau aku selalu pulang kampung untu kontrol tapi sudah terlanjur sih :)

      Setauku, ada info dari beberapa teman kalau dokter di daerah jl. Mangkubumi atau yang di jl. Brigjen Katamso Jogja cukup bagus dan terjangkau. Setauku juga, harga bracket untuk di Jogja memang sekitar 5juta, kecuali kalau kamu coba cari info ke RSGM-RSGM milik kampus yang punya kedokteran gigi seperti UGM dan UMY. Sepertinya lebih terjangkau. Yang jelas, rata-rata membolehkan cicilan biaya untuk pemasangannya, cuma kebijakan tiap dokter pasti beda-beda. Survey dulu aja :)

      salam,
      Elga

    • soalnya aku ga disiplin mbak :P kalau lepas-pasang bisa-bisa aku lupa pasang malah ilang malah jadinya ga beres2 hfff…
      sebenernya kalau udah biasa sih ya gak sakit…tapi tiap abis kontrol pasti ya lumayan ngilu 2-3hari gitu :D

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s