Kerjakan yang mau kamu lakukan


Hari ini, saya melihat link videoklip Nugie – Lentera Jiwa di wall seorang teman di Facebook. Saya sering dengar lagunya tapi baru kali ini lihat videonya:

Ketika memasuki masa paska kuliah dan pra-pekerja tentunya ada kebimbangan yang saya rasakan terutama ada sebuah pertanyaan besar: Apa yang mau kamu lakukan? Apa yang kamu pilih sebagai jalan hidup? Apa yang benar-benar kamu suka untuk kerjakan? Seperti apa kamu membayangkan dirimu 5, 10, atau 15 tahun lagi??

Saya pernah cerita mengenai passion for an impossible work beberapa tahun lalu. Beberapa teman yang saya kenal, yang selalu bercerita mereka ingin jadi apa, benar-benar mewujudkan impian mereka dan menjalani pilihannya dengan bahagia.

BAHAGIA

Saya rasa setiap orang mencari..atau setidaknya membutuhkan rasa bahagia ketika bekerja. Bekerja memang bertujuan utama mendapat penghasilan untuk menyokong kehidupan. Tapi seandainya seseorang bekerja dengan hatinya, seberat apapun pekerjaannya, ia takkan menjadikan besarnya uang sebagai yang utama. Realita memang berat, tapi saya rasa akan lebih berat jika harus menjalani hidup yang tidak ingin kita tekuni atau hanya sekedar berkompromi. Saya rasa, kelamaan gairah itupun akan perlahan mati…

Jika ditanya: lalu apa passionmu?

Saya bisa dengan tegas menjawab: Saya ingin terus menulis.

Tapi bagaimana mewujudkannya, saya sedang cari jalannya. Saya bisa beradaptasi pada jenis pekerjaan apapun dan dengan senang hati mempelajari hal-hal baru. Tapi sebagai identitas dan kepuasan diri? Saya akan melakukan apapun supaya bisa terus menulis. Apa susahnya? Susah. Kata saya.

Menulis perlu mood, perlu banyak referensi, perlu terus belajar agar orang tertarik membaca, perlu diasah dan dilatih agar makin tajam dan enak dibaca. Perlu tata bahasa yang benar untuk memudahkan penyampaian pikiran, dan lagi…banyak orang yang bisa menulis. Lebih baik? banyak. Yang dikagumi? banyak. Mereka bisa jadi saingan sekaligus acuan atau pacuan untuk menulis lebih baik lagi.

Kadang ada suara-suara, baik dari luar maupun diri sendiri yang bertanya: Tapi, apa istimewanya menulis? Semua orang bisa menulis, semua orang berbakat menulis. Malah kamu sebenarnya masih pada kedalaman 5 meter saja dari permukaan laut. Kamu belum sampai ke dasarnya, masih amatiran, masih dangkal…

Iya, itu juga. Kalau dipikir, saya bisa apa? Dibanding para ekonom yang bisa menganalisa harga saham dan devisa negara, saya tidak punya kemampuan matematika. Dibanding dengan para guru, dosen dan pekerja sosial, saya tak punya kemampuan mengajar atau mendampingi anak orang. Bahkan jika ditanya apa keahlian khusus saya? Ummm….saya bisa sih beberapa hal..tapi cuma sedikit… :D Tidak benar-benar ahlinya. Saya pun bukan ahli bahasa yang diminta pendapat atau bikin buku pedoman bahasa. Apa yang saya lakukan ini jangan-jangan cuma coba-coba?

Impian saya yang terbesar adalah keliling dunia. Tapi apa itu bisa disebut bekerja? Andai saya seperti Trinity atau penulis The Lonely Planet, alangkah hepinya….jalan-jalan keliling dunia, bisa menulis bagus, dapat uang pula :D

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s