Memasang bracket alias behel kawat


Nah, ini tentang pemasangan bracket kawat.

Saya cuma mau kasih link yang lebih lengkap dari yang bisa saya jelaskan. Ini tautan ke seorang pengguna bracket yang cukup detil dan bisa menuturkan pengalaman dan tips-tips yang bermanfaat. Monggo…

http://onomenulis.wordpress.com/category/imaya-dental-clinic/

Tapi, karena pengalaman orang beda-beda. Saya jadi kepengen sedikit cerita juga. Jadi, seperti yang sudah saya ceritakan, saya pasang kawat baru lima hari ini. Kata banyak orang, sesama pengguna (udah kayak ngomongin user narkotik aja :D), masa tergenting adalah seminggu pertama. Alasannya benar-benar masuk akal dan bisa diterima: Ya karena ini pertama kalinyaa!

Awalnya sih saya tenang-tenang saja. Sebelum pasang saya juga sudah cari-cari info. Jadi kurang lebih sudah tau prosesnya. Gigi dibersihkan dulu, ditambal bagian yang rawan lubang terutama tempat yang akan dipasang bracket, lalu digosok. Setelah itu diolesi pasta khusus dan disiram asam. Tujuannya untuk membuat pori pada gigi agar lemnya melekat sempurna. Setelah itu bracket dipasang satu-satu. Kalau saya perhatikan, tiap bracket memang khusus untuk gigi tertentu. Misalnya, untuk gigi taring ada penanda semacam tanduk kecil yang mengarah ke atas untuk bagian rahang atas dan mengarah ke bawah untuk rahang bawah. Bagian untuk yang dipasang di geraham pun beda. Seperti kaitan dan hanya dipasang sampai geraham kedua. Kalau alasannya, tanya dokternya atau mbah google saja deh. Saya lupa tanya.

Proses memasang bracket atau gantungan kawatnya memang lama. Perlu telaten dan memastikan tidak mudah copot. Yang dipasang mulai dari seri bagian atas separuh kanan lalu yang kiri begitu juga dengan yang rahang bawah. Seperti peta gigi pada umumnya kan dibagi empat bagian. Rahang atas dan rahang bawah dibagi sama sisi jadi ada empat sisi sendiri yang (harusnya) memiliki jumlah gigi sama seperti prinsip cermin.

Ketelatenan dokter saya benar-benar diuji waktu harus memasang di gigi taring bawah. Copot berkali-kali! Dia sampai heran sendiri, kok bisa begini? Sampai-sampai dia membujuk gigi saya…benar! Membujuk seperti membujuk anak kecil: shhh..shhh..iya iya, gak papa ya..nempel ya.. :D

Oh ya saya lupa bilang, bahwa seharusnya sih untuk pasang behel harus pada ahlinya alias dokter spesialis orthodenti. Tapi, selain mahal, di kota asal saya mana ada? Ada sih di Jogja, tapi biaya perawatan, behel, dan kontrolnya mahal sekali. Kalau di kota asal sendiri, mahal di ongkos bolak-balik kontrolnya. Tapi ada sisi positifnya: saya jadi lebih sering pulang kan? :D Selain itu, biar cuma dokter gigi biasa, dokter gigi saya ini telaten luar biasa. Dia juga menguasai teknik-teknik perawatan dan meminta opini kedua pada kolega-koleganya tanpa saya minta. Kalau dokter gigi spesialis kebanyakan mana mungkin begitu? Kalau pasiennya terlalu banyak, saya malah tidak bisa banyak tanya karena sudah antri pasien selanjutnya.

Tapi yang jelas, penyesuaian mulut dengan benda asing bisa sedemikian lamanya. Mendadak gigi saya tak punya daya semua. Bersentuhan dengan makanan lembut saja sakit luar biasa. Ngilunyaaa….

Belum saya harus merasakan tidak nyaman harus membersihkan gigi berulang kali. Satu lagi positifnya: saya jadi rajin sikat gigi..dan ibu saya senang bukan kepalang karena lengan atasnya selamat dari jangkauan gigitan :D ngomong-ngomong, lengan atas ibu saya empuk dan kenyal lo, bikin ingin menggigit walau cuma seiprit :D

Derita lainnya yang mungkin paling banyak melanda pengguna adalah bibir kering, bahaya tertusuk kawat jadi mudah sariawan. Untuk yang ini saya cuma bisa berbagi pencegahannya. Kalau untuk tertusuk, ada yang namanya ortho wax. Bentuknya mirip gel lilin begitu, agak keras dan berwarna bening. Bisa dibeli di apotek khusus atau di toko peralatan kedokteran gigi. Harganya sekitar 38rb, cukup mahal untuk benda sesedikit itu. Mana kalau dipakai makan pasti lepas! Tapi minimal bisa meminimalkan tusukan-tusukan yang tidak terhindarkan kalau kita harus bicara atau..karaoke! :D Untuk sariawan, ada obat Kenalog yang sangat dianjurkan seorang teman. Luka bisa cepat tertutup, tapi salep ini juga mudah menggumpal. Bikin tidak nyaman!

Begitulah, saya masih pemula. Ternyata juga, saya punya “cadangan” 2 gigi geraham yang belum tumbuh di rahang bawah. Sepertinya ini impaksi (posisi salah melintang begitu), tapi moga-moga tidak perlu operasi. Mahal buuu! Satu gigi minimal satu juta! Ya ampun, urusan gigi bisa bikin kantong kering sendiri!

 

Cheer up!

 

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s