Masih berani facial?? (Facial Bagian 2)


Saya tidak konsisten. Dulu saya pernah kan bilang bahwa facial itu sakitnya ampun-ampunan dan bikin kapok tujuh turunan? :D Nyatanya, saya masih melakukannya…LAGI.

Dan kali ini jauh lebih sakit derita yang harus saya hadapi. Lho? Memangnya ada rasa sakit yang melebihi pengalaman pertama? (Weitss, pengalaman pertama facial saya maksudnya :P) Saya menuduh temannya teman saya yang jadi penyebab trauma paska facial tahap dua ini. Kok?

Jadi ceritanya, selama facial yang sudah-sudah, saya bagaikan konsumen yang tidak tahu apa-apa. Polos seperti Adam dan Hawa sebelum makan buah terlarang :D Saya naif dan pasrah saja waktu petugas facial mengutak-atik dan mencongkel jerawat di muka. Itu sebelum saya tahu alat apa yang digunakan..

Saat facial, mata anda ditutup bukan? Hanya kulit wajah saja yang merasakan sensasi celekit-celekit waktu jerawat dipencet. Sementara, satu-satunya alat yang saya tahu lazim digunakan adalah sendok bulat super mini dengan lubang di tengah yang mirip dengan sendok untuk mengeduk buah itu lho. Jadi yang saya bayangkan, hanya alat itu yang menyebabkan rasa sakit ala kiamat di pipi dan jidat saya.

Tapi saya salah.

Seorang temannya teman suatu kali berkunjung ke kos. Dia bekerja sebagai manager pemasaran klinik kecantikan yang baru dibuka di Jogja. Haha hihi sana sini, dia mengaduk-aduk tas mencari dompetnya. Lalu..Plukk...jatuhlah sebentuk jarum suntik dalam kemasan. Heee? Pikiran pertama saya sama sekali tidak negatif, saya pikir…oooh buat nyuntik tinta printer ya? Atau buat masukkin obat dari ampul untuk perawatan suntik vitamin C (ada kan perawatan itu).

Tapi dia lalu mengatakan bahwa jarum itu biasa digunakan untuk proses facial. Biasanya petugasnya akan bilang ke pelanggan bahwa jarumnya masih baru dan steril. Glondaangggg!!! Kaleng-kaleng berjatuhan! Alamaaakkkk! Jadi? Selama ini? Celekit-celekit sakit itu berasal dari jarum tipis yang ditusukkan ke jerawat?? Pantesaaaan Sakuuiiittttt!!!

Jadilah, ketika akhirnya saya facial kembali…proses yang sebenarnya sudah sakit…makin sakiiiiiittt! Soalnya, meski mata saya tertutup, saya jadi bisa membayangkan benda apa yang ditusukkan dalam-dalam untuk mencongkel kotoran dari jerawat saya itu huhuhuhu!

Seandainyaaa saja saya tidak pernah melihat jarum itu terjatuh dari tas teman, mungkin saya tidak bakal merasa lebih sakit dan trauma dari ini.

Kalau sudah begini, masih mau facial lagi??? :D

Salam,

2 thoughts on “Masih berani facial?? (Facial Bagian 2)

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s