(Cuapan gak penting) Edisi 3: Temenan? Yang benerrr


Berapa banyak orang yang percaya kalau dalam konteks hubungan lawan jenis, perempuan dan laki-laki benar-benar bisa berteman?

Andai topik ini dibahas dalam talkshow TV, mungkin saya akan masuk kelompok apatis :D Cowok-cewek berteman? Yeah right, dan saya adalah fotomodel :P atau kalau kata teman saya, “bo’ong bangettt!

Yang saya bicarakan ini bukan jenis pertemanan platonis atau pertemanan beramai-ramai ya, ini jenis hubungan lawan jenis dengan orientasi heteroseksual :D Untuk memperjelas alasannya, ada ilustrasi seperti berikut (kalau ada kemiripan nama atau sama, ups! gak sengaja!):

Rumi dan Rama mengatakan mereka adalah teman. Tapi Rama bersedia mengantar Rumi kemanapun ia ingin pergi. Kalau Rumi malas keluar, Rama membawakan makanan. Rama rajin datang ke tempat Rumi dengan berbagai alasan. Rama juga sering mentraktir Rumi kalau mereka berdua pergi makan. Rama selalu ada tiap Rumi butuh bantuan, bahkan untuk hal yang remeh-remeh. Tapi, Rumi bilang pada semua orang (yang diiyakan Rama), bahwa mereka cuma…berteman.

Ahhhh yang benar sajaaa! :D

Saya menganut paham oportunis idealis (apaa coba itu!). Saya percaya, bahwa kita tak mungkin tidak pamrih dalam sebuah hubungan. Bahkan sekalipun dengan teman. Pamrih yang saya bicarakan tak hanya berwujud benda, barang, atau uang. Kadang pamrih yang diinginkan adalah sebentuk perasaan: Kepercayaan, sayang, rasa hormat, dihargai, dan semacamnya. Nah, dalam kasus Rumi dan Rama, betapapun si Rumi mengelak dari fakta atau memang mungkin begitulah adanya: Rama punya “pamrih” terhadap Rumi.

Yeah, Rumi hanya tidak cukup peka bahwa Rama tidak menganggapnya sekedar teman biasa.

Sebuah bentuk pertemanan, bahkan persahabatan, biasanya tidak sedemikian ngotot untuk membuktikan sebuah perasaan :D Benar, seorang sahabat akan ada untuk sahabatnya. Tapi tidak selalu apalagi setiap waktu bukan? Coba ya, tes sederhana. Apa iya seseorang yang berstatus teman dan tak memendam perasaan, akan bersedia dipanggil datang jam 2 dini hari hanya karena kita mengatakan ingin makan gudeg?? Wakakakakk! Mungkin ia tak langsung menolak, tapi pasti akan ada negosiasi panjang semacam “duh, besok aja gimana?” “besok pagi aja yaa, kujemput deh” :D atau, opsi lain adalah: datang dengan setengah hati dan mengancam hutang budi :P

Jadi, naif sekali kalau sampai anda mendapati sahabat/teman anda melakukan hal-hal “berlebihan” untuk anda dan anda masih juga tidak ngeh maksudnya. Huhuhu, kasihan dia…pasti dalam hatinya dia gemas pada ketidakpekaan anda :D Jika tidak peka, apalagi namanya? sengaja? Wah, itu jahat namanya.

Saya sendiri bukanlah orang yang tega membiarkan orang lain terus menyalakan sinyal sedemikian kuatnya padahal saya tak punya keinginan membalas dengan kapasitas yang sama. Biasanya, kalau sudah merasa mendapat perlakuan “lebih” dari biasanya begitu, saya akan melipir (ini berlaku untuk orang yang bukan target operasi saya :D). Menyingkir perlahan, berusaha mematikan harapan. Jahat? Ah tidak juga. Saya hanya berusaha tega untuk tidak memberi harapan yang memang tak ada. Apa jangan-jangan saya hanya gede rasa alias ke-GR-an saja? Yah, mending GR deh daripada salah memberi harapan :D * Elga memang ratu tega!*

Kepekaan setiap orang memang berbeda. Saya yakin, orang yang bebal itu memang ada. Kalau sudah begitu, saya hanya bisa berkata untuk orang yang gigih mendekatinya “Wah saya kasihan sih sama anda, tapi selamat berjuang ya!” :D Sementara, buat orang itu…lagu dari Yovie and Nuno berikut ini pasti jadi soundtrack sementara hidupnya:

Inginku bukan hanya jadi temanmu
atau sekedar sahabatmu
yang rajin dengar ceritamu

tak perlu hanya kau lihat ketulusan
yang sebenarnya tak kusangkal
kadang kuhilang kesabaran

* mungkinkah akan segera mengerti
seiring jalannya hari
sungguh ku tergila padamu

yang ada bila tak juga kau sadari
akan kutempuh banyak cara
agar engkau tahu semua mauku

(Inginku – by Yovie and Nuno)

Teman tapi mesra? Apalagi itu! Mustahil sayangku!

Salam tega,

2 thoughts on “(Cuapan gak penting) Edisi 3: Temenan? Yang benerrr

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s