(Cuapan gak penting) Edisi 4: Hak istimewa cewek


Kami bisa membicarakan dan memuji sesama jenis tanpa perlu dicurigai macam-macam.

Untuk menghibur diri, di tengah dunia yang (bilangnya sih) menghargai emansipasi tapi kenyataan beda sama sekali, saya mau mendaftar hak istimewa apa saja yang bisa dimiliki cewek alias perempuan. Saya tidak ikut-ikutan kemelut perdebatan lelaki-perempuan ala Venus vs Mars lho…ini adalah hak istimewa kita yang pertama: bisa rumpis (menggosip) karena kita sudah terlanjur dicap ahli :D

Hak kedua selain tukang rumpis alami, adalah hak untuk marah-marah saat PMS hehehe. Saya sih memang dari sananya tukang marah :P jadi tidak beda jauh dengan kondisi saat PMS. Saat mengalami bulanan pun saya lebih memilih tidur bergelung daripada menebar dosa (gara-gara pada sakit hati dengar saya marah-marah). Yang ada, saya malah balik nyolot kalau ada teman PMS yang melotot pada saya. Apa lihat-lihat?? salah sasaran cyyynn, ke cowokmu aja sana! *ups*

Terkait dengan poin rumpis pertama, hak istimewa lainnya adalah: kami bisa membicarakan dan memuji sesama jenis tanpa perlu dicurigai macam-macam. Eh? Saya tidak bermaksud seksis lho :) coba saja anda tanya seorang kawan lelaki tentang cowok ganteng yang kebetulan lewat, “eh, dia ganteng yaa??” paling anda akan dihadiahi tatapan setengah memicing yang kalau diartikan bisa seperti “nanya aku?? gak salah??” :D Sebaliknya, dia bebas tanya pendapat kita tentang cewek yang rambutnya begitu atau yang dandanannya begini…pasti dijawab. Huh.

Apa boleh buat, menurut salah satu hipotesa psikologi (saya lupa baca dimana), perempuan yang mengagumi perempuan lain belum tentu bisa diartikan sebagai suka yang menyerupai perasaan cinta. Tidak. Sifat suka dan puja-puji yang dihamburkan itu sebetulnya adalah sebentuk rasa “iri” . Yaaapp…I-R-I. Tidak selalu berkonotasikan negatif seperti iri yang ingin merebut milik orang lain, iri yang ini bisa diartikan sebagai rasa gumun atau heran, atau kagum kenapa dia bisa seperti itu dan seterusnya.

Jadi tidak heran saya kalau suatu kali seorang teman mengatakan dengan berlebihan bahwa dia baru bertemu cewek tercantik yang pernah dia temui. Sebagai info, teman saya perempuan, dan dia mengatakan andai dia laki-laki pasti bakal ngajak kenalan cewek ini *tepokjidat* Iya deh iyaa, apa istimewanya? Katanya, cewek yang ia temui ini punya selera dandan yang bagus sekali, kulitnya kecokelatan merata dan rambutnya bagus. Hee? Saya lagi-lagi teringat perkataan alm. dosen saya, bahwa jika kita begitu mengagumi sesosok orang atau imej, itu karena kita mencitrakan diri kita sebagai “ia” atau “itu”. Pujian atau kekaguman ini sebenarnya bentuk penyampaian keinginan bahwa kita juga berharap pernah merasakan kondisi serupa dengan si tokoh atau orang lain itu.

Hmm..tapi apa mau dikata? Urip kuwi mung sawang-sinawang, kata pepatah Jawa. Apa yang terlihat belum tentu kita tahu kebenaran atau kenyataannya. Bisa saja, si mbak cantik yang mati-matian dikagumi teman saya ini, sebenarnya justru mendambakan kehidupan seperti teman saya. Siapa yang tahu?

Well saya baru sadar kalau saya tidak menuliskan daftar seperti yang lazim dibuat dalam artikel majalah wanita. Habis…memang bukan itu intinya. Saya memang ingin membahas masalah puja-puji dan rasa iri alami yang sering menclok ini saja kok.

Kalau ada rasa iri yang paling sering mampir di hati saya, itu adalah…masalah tinggi badan! Hahahaha! Wished I could be taller! Kan enak kalau tidak perlu jinjit-jinjit waktu konser, tidak harus memotong celana jins yang baru dibeli, tak perlu menambah angka pada hak sepatu, dan bebas mengenakan rok semata kaki tanpa terlihat seperti kurcaci.. :D 

Kurang bersyukur? Ah enggak. Saya cuma iri. hahahahaha!

Karena rumput tetangga selalu lebih hijau, saya akan warnai rumput saya dengan warna biru. Supaya rumput saya lebih mengharu-biru dari punya situ (strategi menolak kalah)

Mari mengelola iri,

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s