7 cara menjaga ponselmu (atau barangmu) tetap bersamamu!


HAH?? DOMPETKU TADI DIMANA??” Bagaimanapun, mencari itu pakai mata bukan pakai mulut ya toooh??

Jangan percaya sama yang akan saya bilang! Ini seperti maling ayam-ketangkep-masuk penjara-tujuh kali-lalu bagi tips-tips bagaimana cara maling ayam yang baik dan benar. Ha!

Tulisan ini didedikasikan untuk E.P (bukan Elga Potter :D) yang telah mendorong saya berbagi cara mengatasi persoalan kehilangan dengan menerapi diri sendiri seolah-olah saya adalah nona solusi bagi setiap masalah dan berpura-pura tak pernah kena masalah. Setidaknya, saya bisa cerita tentang celah-celah yang sering luput tidak kita perhatikan ketika sedang menjaga barang.

Jadi, mari kita bicara soal menjaga barang tetap setia berada di pelukan dan tidak berakhir dengan barang baru yang dibeli untuk menggantikan barang lama yang raib dan tak kembali pulang!

***

Saya heran mengapa tidak sukses mempertahankan pertemanan dengan barang-barang. Entah mengapa mereka selalu meninggalkan saya sendiri padahal saya selalu setia. Huh…Rekor kehilangan yang sangat tidak bisa dibanggakan adalah: Saya sudah kehilangan ponsel sebanyak 3-4 kali dalam hitungan lima tahun terakhir, kehilangan STNK 2 kali, kehilangan ATM 3 kali, dan kehilangan kunci berkali-kali. Parah!

Maka, dari beberapa kali kejadian itu, saya bisa simpulkan bahwa ada usaha-usaha ekstra yang harus dilakukan oleh Penghilang Barang profesional seperti kita (yeah, saya tidak sendiri!).

1. Selalu cek berkali-kali sebelum beranjak pergi!!!!

Maaf, saya berteriak pada diri sendiri. Persoalan barang hilang hampir bisa dipastikan 90% penyebabnya adalah…KELUPAAN! Ya! Akuilah, anda (saya) sering buru-buru pergi tanpa mengecek kembali adakah barang ketinggalan di tempat kita tadi? Di bantalan kursi di warnet, di meja rumah makan, di atas etalase toko tempat kita melihat-lihat barang., sisi atas mesin ATM ketika kita ambil uang. Pokoknya, sebelum anda beranjak, selalu lihat sekitar bekas anda duduk, berdiri, melihat-lihat. Adakah barang milik anda tertinggal atau tidak.

males kan begini??

2. Milikilah wadah penyimpanan!

Lebih bagus lagi kalau wadah penyimpan itu melekat di badan! Ini betulan diperlukan! Misalnya saja, ketika saya memutuskan mengganti ponsel 200ribuan saya dengan dijit yang lebih gedean saya membeli…tali gantungan! Biarpun disindir komik Benny-Mice (All About Hape, 2008) bahwa orang yang membawa ponsel di leher terlihat seperti orang berbeban berat, tapi itu satu-satunya jalan! Solusi untuk mencegah hape mahal melarikan diri! Tapi selalu ingatlah untuk memasukkan ponsel kembali ke dalamnya setiap usai memakai!

3. Selalu katakan keras-keras ketika anda memindah barang!

Ini bukan tips saya tapi pacar teman saya. Dia selalu mengatakan nama barang berikut letak menaruh saat memindahkannya. Contoh: “Hape taruh di kantong celana, STNK taruh di saku jaket, Otak taruh di dengkul..” #eh Cara ini seperti menyugesti pikiran dengan ingatan letak-letak benda itu. Seperti inception begitu kira-kira. Buat diri anda mengaktifkan otak dengan mengingat letak benda-benda supaya kalau nanti mencari, otak anda bisa bekerja semestinya dan bukannya menyuruh mulut berteriak-teriak, “HAH?? DOMPETKU TADI DIMANA??” Bagaimanapun, mencari itu pakai mata bukan pakai mulut ya toooh??

4. Rapikan! Rapikan! Rapikan!

Seringkali kita kehilangan barang justru saat kita teramat sangat memerlukan. Kaos kaki hilang sebelah sebelum berangkat sekolah, kacamata waktu mau membaca, atau kunci motor saat kita terburu waktu. Kalau begitu mau apa? Teriak-teriak juga tidak akan memanggil barang itu muncul sendiri ke permukaan. Seolah-olah lenyap, hilang, sulapan! Jika bukan faktor jejadian (hiiiyy! tapi ada juga kan yang begituan?), maka cuma satu saja jawabannya: KETELEDORAN. Pulang-pulang bruk! Taruh tas di bawah, lempar kunci ke kolong, lempar kacamata ke atas meja lalu tanpa sadar…kamar sudah jadi kapal pecah.

saya terlalu sering mengalami ini…dan selalu mengatakan hal yang sama

Maka, coba selalu biasakan menaruh barang pada posisi selayaknya, di tempatnya, dirapikan dan diatur supaya kelihatan. Susah? Memang! Makanya saya selalu mengulang kehilangan barang! :D

5. Buat label dan gantungan!!

Oke, ini caranya kalau anda bukan orang yang teliti dan rapi. Paksakan untuk buat label pada kotak penyimpanan dan buatlah banyak gantungan! Label “barang kecil” akan berguna ditempel di kotak tempat anda menyimpan benda-benda mungil semacam peniti, post-it, stepler, paku, atau guntingan kuku! Tapi selalu ingat untuk menaruh barang-barang semacam itu..di situ! Jadi kalau anda mencarinya sewaktu-waktu, hanya sedikit tempat yang akan anda buat berantakan dengan mengaduk-aduknya seperti ambil bola undian! Lalu dengan menaruh gantungan (entah yang paku atau jenis tempelan), akan menggoda anda untuk menggantungkan kalung, arloji, kunci, gelang atau apapun yang bisa tergantung supaya anda bisa menyambarnya saat pergi. Gantungan membuat barang jadi kelihatan! Berguna sekali!

6. Buatlah cadangan!

Cara ini bisa dilakukan untuk barang-barang yang bisa diduplikat: kunci kamar, kunci motor, akte, ijazah, file-file komputer, apapun yang memungkinkan anda berjaga-jaga dengan buat duplikatnya. Kopilah semua jenis surat penting: buku tabungan, STNK, SIM, KTP, KTM dan lain-lain yang membuktikan anda sebagai pemilik kalau sewaktu-waktu (knock-knock!) hilang… Mending repot sedikit daripada menyesal dan sakit nantinya. Bukannya bersyukur atau apa, tapi saya selalu buat kopi surat-surat yang diperlukan untuk membuat surat kehilangan di kantor polisi (jangan ditiru ya! – hilangnya maksudnya).

7. Berharap ada penemuan ajaib atau Doraemon memberikan alarm benda hilang!

Ini adalah impian saya dan impian setiap orang yang berprofesi PBP (Penghilang Barang Profesional). Kami berharap kartu ATM atau HP kami berteriak, “aku disini! aku disini!” ketika mereka berada radius 5 meter dari kami atau tertimbun di antara “reruntuhan”. Saya juga bermimpi suatu saat nanti ada remote pemanggil berisi daftar barang-barang kecil yang sering hilang: kacamata, STNK, kunci motor, kaos kaki, dan macam-macam. Jadi semacam ponsel pintar untuk memunculkan posisi mereka selayaknya GPS atau radar pelacak. Pastilah akan sangat membantu kami yang lemah ingatan dan teledor ini… :D

percaya deh, mencari barang hilang itu memang harus tenang dan tidak panikan!

Tapi mungkin yang paling sulit diterima adalah fakta bahwa saya orang yang berpikiran terlalu jauh ke depan dan lempeng menyebalkan. Saat dalam keadaan panik mencari dompet atau STNK atau KTM saya yang “terselip” entah di mana, pikiran saya selalu melaju pada proses mengurus kehilangan (harus ke kantor polisi, harus ke SAMSAT, harus fotokopi tanda bukti) dan bukannya mencari barang itu sampai ketemu! Apa saya tidak sayang barang? Ya tentu saja! Tapi kalau sudah hilang mau apa juga? Marah-marah tiada guna, mencari sampai berhari-hari juga belum tentu kembali (terutama kasus ponsel hilang, bisa dipastikan 98% tidak usah diharap ketemu lagi). Jadi ya, lakukan yang terbaik dalam situasi terburuk saya rasa masuk akal. Dimarahi berkali-kali? Resiko… Hiks…

Nah sekarang, ayo kita sewa Dom (Leonardo diCaprio) untuk menanamkan ide luar biasa bahwa kita bukanlah pelupa apalagi PBP!

Salam sayang pada barang-barang hilang,

Pictures taken from http://www.cartoonstock.com, I have no permission but I use it without  any commersial purposes

6 thoughts on “7 cara menjaga ponselmu (atau barangmu) tetap bersamamu!

  1. Hahahaha alhamdulillah y ..setelah baca cerita elga q jd g merasa tledor sendirian…banyak barang2 ¥ªπğ g bs q jaga spt flash dish,uang,kunci,stnk,file..dkk.dan ¥ªπğ paling menyebalkan mengurusny lagi tu STNk..kadang mikir apa ada ¥ªπğ salah m aku..hikz

  2. Elgaaaaa… aku juga nih PBP. :D Taun lalu aku ngilangin hape 1. Taun ini ilang 2. Untung yang ilang kedua ditemukan orang baik yang mau balikin hapenya.. hahaha.. who wants hape 200rb-an anyway… Terus kalo ilang barang2 yang lain aku juga sering mikir, aduuhhh.. ni barang kok ga bisa di miss-call sih??? Ujung2nya juga pasti mikir… andaikan ada doraemonnn… hehehehe… Great post!

    • wekekekekekek selain yang kusebutkan, hapeku ada yang pernah ketinggalan di POM bensin Ungaran! wakakakakak!
      Udah ada transformer harusnya bentar lagi ada Hape-yang-gak-mungkin-ilang :D *balik tidur mimpi lagi* XD

  3. Horeeee!!! Dibuat juga postingan ini :D

    Mmmm… ada trik lain juga yang sangat berguna buatku:
    Khusus untuk barang2 kecil yang mudah hilang SELALU PUNYA TEMPAT KHUSUS (dedicated) untuk menyimpannya. Di situ dan hanya di situ-situ saja.

    Misalnya dompet. Kalau bepergian si dompet cuma mungkin ada di 3 tempat: tas, saku belakang kanan, atau saku kanan dekat lutut (kalau pas celananya punya saku kanan dekat lutut). Jika singgah di suatu tempat, misalnya menginap di rumah saudara, aku berusaha tidak meletakkan dompet di tempat lain selain tempat bepergian itu. Misalnya di meja punya saudaraku, tempat tidur saudaraku, atau di saku celana saudaraku. Kalau lagi keluarin dompet untuk ambil uang, liat foto diri sendiri, ambil kartu ATM dll, si dompet tidak akan di luar pengawasan mata sampai dia masuk ke salah satu tempat khusus tadi.

    Kalau di rumah, si dompet punya 3 tempat khusus: meja telepon, meja samping meja kerja dan meja samping tempat tidur. Tidak pernah si dompet nongkrong di dapur, tempat tidur, atau di sofa.

    Intinya, aku mengakali diri sendiri supaya tidak perlu mengingat di mana menaruh dompet. Total tempat khusus tadi cuma 6. Jadi kalau cari dompet ya cuma di 6 tempat itu.

    Tapi sekarang aku tidak pernah pakai dompet lagi.

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s