Ku coba tuk…bertahan (sepanjang Lebaran)


Lebaran bisa dibilang momok tahunan buat setiap orang. Siapa yang bilang? Saya! Hehehehe!

Tapi bukan cuma saya yang pusing, di saat seperti ini orang-orang di Dinas Perhubungan pasti stres! Ada gelombang manusia setinggi ombak pasang berdesakan pulang. Padahal jalur jalanan tidak tambah lebar, padahal sehari hanya 24 jam, jadi tidak mungkin menambah lebih banyak jadwal perjalanan. Fiuh..benar-benar melelahkan!

Untungnya (atau rindunya), saya sudah tak lagi “diwajibkan” pulang saat lebaran. Sepupu saya sudah dewasa semua, eyang putri sudah tidak ada, dan sepertinya orang tua saya pun sudah maklum kalau anaknya benar-benar bete harus berdesakan di kendaraan.

Ya, orang berubah, waktu berlalu, bumi tetap bulat tapi isinya tak lagi di tempat.

Meski tidak ikut merayakan, saya sih sebetulnya senang ikut dapat liburan. Tapi…*tarik nafas dan mendesah sepenuh perasaan* lebaran itu adalah masa libur yang terlalu panjang bagi saya yang hidup sendirian. Sungguh tidak masalah jika anda semua pulang kampung dan bersenang-senang…tapi, dimana saya harus cari makaaaannnn??? Arrrgggghhhhh!!! Frustasi! Terutama H-2 dan H+2! Selama 5 hari itu, nyaris tak ada warung makan buka, toko tutup, pasar sepi, dan apa sudah takdir kalau saya harus bertahan dengan makanan kalengaaaannn??? *banting-banting sarden kalengan*

Maka saya harus memaksa diri untuk menjalankan Defense Strategy during the Eid-strategi bertahan selama liburan..#eh lebaran!

Kalau orang-orang sibuk borong biskuit kalengan, parsel bingkisan, atau berbotol-botol sirup dan aneka bahan, saya akan belanja untuk isi tas survival saya: beras, mie, daging/ikan kalengan, telur, dan makanan apapun yang cukup awet selama seminggu. Kok gak ada sayuran di daftar? hmm…kulkas yang tidak mampu mendinginkan dengan semestinya tidak layak dimasuki sayuran! Itu! *ala Mario Teguh*

Sudah? Oho, jelas belum! Selain makanan, saya juga harus berpikir keras. Ehm, ralat, berpikir cerdas bagaimana saya harus menghabiskan waktu sendirian! Baiklah, kebanyakan teman saya akan mudik ke kota ini, tapi…dengan situasi jalanan padat merayap macet super hebat itu, berapa pertemuan yang bisa diadakan? Yang ada, justru kejengkelan menjadi gara-gara semua tempat dipenuhi manusia. Duh!

Di rumah saja? Jelas mubazir. Liburan kok nggak ngapa-ngapain. Nah, di saat seperti inilah kita musti pintar-pintar cari kegiatan. Buat mahasiswa bisa ke perpustakaan buat borong pinjam bacaan, atau ke rental film untuk borong stok serial korea dengan minimum 45 episode (memang ada?) ahahahah!

Sebetulnya, ada banyak kegiatan yang murah, tidak terlalu melelahkan, bisa dilakukan sendirian, dan bisa disambi untuk habiskan waktu: Beres-beres! Hanya, satu itu saya harus menunggu keinginan datang. Bukan hobi sih! Ehehehe! Sepertinya warnet bakal tetap jadi pilihan kalau demikian! :D

Baiklah, lebaran (dan liburan) sudah tinggal menghitung jari. Saya ucapkan, SELAMAT MERAYAKAN!!!! Jangan lupa oleh-oleh yaaa! :))

Mohon maaf jika blog ini pernah mengecewakan atau menyinggung perasaan :D Di hari Fitri, kita benahi kembali urusan hati dan usir jauh-jauh amarah dan dengki.

Semoga semua orang berbahagia!

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s