Steve Jobs: Kemudahan dalam Kecanggihan


Pagi ini lini masa Twitter dipenuhi ungkapan dukacita. Bukan artis, bukan selebritis. Dia adalah orang yang telah membuat teknologi impian jadi kenyataan: Steve Jobs.

Bisa dibilang orang ini adalah tipikal jenius-visioner. Dia adalah co-founder, chairman, dan chief executive officer Apple Inc. Dia juga bergabung di studio animasi PIXAR Animation sebagai chief executive.

Tapi sederetan jabatan tadi sama sekali tak ada pengaruhnya bagi saya kecuali cetusan Oooo…atau Hmmm…angguk-angguk karena baru tahu :P.

Saya tidak pernah punya produk Apple. Alasannya sederhana, karena produk-produk itu tak terjangkau dompet saya. Meski begitu, saya pernah mencoba teknologinya. Sering malah. Kalau sedang jalan-jalan ke Mal dan ada toko khusus produk Apple, saya pasti mampir untuk mencoba-coba. Bermain-main dengan asyiknya layar sentuh, warna-warna mencolok yang menyenangkan, benda kecil canggih atau game yang bikin candu.

Steve Jobs sendiri bukan siapa-siapa saya. Bukan paman, bukan saudara, bukan kenalan. Saya saja baru menyadari “wujudnya” gara-gara berita dia pensiun dari Apple beberapa waktu lalu. Tapi sama seperti jutaan penggila gadget lainnya, saya mengenalnya sebagai orang jenius semi gila (kayaknya banyak orang tertekan berhubungan personal dengannya hehehe) yang mewujudkan teknologi yang disertai kemudahan. Itu tidak gampang.

Saya ingat bahwa suatu kali, beberapa tahun lalu, saya mengatakan pada kakak saya, “Duh, aku tuh pengen komputer yang kayak buku itu lho. Kayak pdf reader. Tidak perlu dibuka, tidak perlu dicolokin kabelnya, langsung bisa mengetik di layarnya.” Lalu dengan entengnya kakak saya menjawab, “Udah ada kok, itu iPad. Asyik dipakai, kamu tinggal ketik-ketik aja di layar dan bisa dibawa kemana-mana.”

HAH? Beneran ada? Aku mauuu!!”

Bisa aja sih, tapi masih 12 juta

“….”

Pembicaraan itu terjadi karena saya jengkel dengan netbook yang agak menyusahkan. Memang sih, kecil…tapi pernak-perniknya banyak. Saya juga harus membuka dan menyalakannya dulu. Tidak bisa dibawa-bawa dalam keadaan terbuka apalagi nyala. Harus dimatikan, dimasukkan kantong, membereskan kabelnya, baru siap pergi. Maka saya pun mendambakan adanya komputer portabel yang bisa dibawa-bawa dan cuma selapis saja (bukan tipe sandwich dua tangkup hehehe). Kalau ada, saya kan bisa langsung menulis ide tanpa perlu menyalakan komputer *keburu idenya terbang tuh!*

iPad itu seperti impian yang jadi kenyataan. Dan Steve Jobs yang menemukan. Meskipun begitu, tak cuma  kecanggihannya yang melegenda. Jobs memberi sentuhan kemudahan pemakaian pada gadget ciptaannya. Kalau canggih tapi susah digunakan hanya jadi sia-sia. Tapi iPad bahkan bisa digunakan oleh nenek berusia 60 tahun sampai balita saking gampangnya.

Sekarang hampir semua orang membawanya kemana-mana. Saya yang begitu menginginkannya belum punya. Tapi tak apa, nanti pasti terbeli juga.

Untuk dunia masa kini yang tak lagi bisa dilepaskan dari teknologi, kehilangan seorang inovator tentu adalah duka. Siapa lagi nanti yang bisa menciptakan dan mewujudkan impian? Layar sentuh, kecepatan akses, tampilan milenium, dan kemudahan penggunaan adalah hal-hal yang tidak bisa dibayangkan 30 tahun silam.

Hanya saja, apakah nanti akan ada penemuan-penemuan memukau lainnya setelah Steve Jobs tiada? Setelah Apple, sepertinya perkembangan teknologi terhenti di puncak. Setelahnya orang hanya bisa berdoa.

“We’ve gone through the operating system and looked at everything and asked how can we simplify this and make it more powerful at the same time” – Steve Jobs –

Selamat jalan Steve Jobs…tetaplah menginspirasi generasi muda dari dunia sana…

PS:

Di sisi lain juga tersisa tanya: Apakah dunia akan berubah rupa seperti di cerita Wall-E? Saking canggihnya, bumi kita merana. Teknologi memudahkan hidup manusia tapi tidak ramah bagi air, tanah dan isi bumi lainnya.

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s