Aroma Desember


Desember tiba….

Aku bisa merasakan aroma khas yang hangat: dari hujan, dari dingin malam, dari suasana Natal dan ketidaksabaran.

Tidak sabar menunggu angka terakhir penunjuk tahun berganti. Berharap hari baru segera tiba membawa semangat dan mengembalikan harapan yang menyirna.

Ahh..setahun sudah rupanya…apa kabar semangat yang dulu kubikin bara di Januari sebelumnya? Tahu-tahu Januari lain sudah menunggu di pelupuk mata. Aku ingat akan mimpi-mimpi dan harapan yang kucoretkan di buku catatan. Aku ingat rencana-rencana yang kuhamburkan dalam perbincangan. Aku ingat janjiku pada Ayah Ibu saat itu bahwa aku akan lulus tepat waktu(ku). Aku ingat bahwa aku pernah merasa di puncak roda untuk menjadikan hidupku berguna….atau bahagia.

Beberapa terlaksana….meski sembari tertatih.

Beberapa mesti menunggu…diiyakan semesta.

Pun itu, apakah tahun ini aku telah memenuhi tugasku?

Satu hal yang kuingat adalah bahwa ini tahun kerja kerasku. Tapi adakah tahun yang tidak? Jangan-jangan aku akan mengalami banyak tahun berat di depan yang bahkan aku tidak tahu bisakah nanti aku bertahan. Inginnya, kuserahkan segala urusan dan beban padaNya untuk diselesaikan. Tapi bukankah itu namanya lari? Tapi, aku memang ingin lari. Ingin melambatkan laju waktu. Ingin berpegang pada hal berwujud kepastian.

Kemana perginya semua persediaan optimismeku? Mungkin aku harus bertandang padanya dan meminta beberapa. Supaya aku bisa melewati satu lagi putaran waktu. Tahun berganti, harapan lama melenyap diganti. Aku bahkan belum merancang satu harapanpun di antara ratusan keinginan yang kudaftar tahun lalu. Rasanya seperti: Tidak ingin apapun selain bertahan dan semua kesulitan berlalu. Hah, itu kan cuma inginku.

Jadi, aku sama seperti semua makhluk di dunia. Bertahan sambil berjalan melalui waktu sembari menunggu giliran menutup cerita. Cerita di satu kehidupan yang bernama dunia.

Masa kecil dan masa remaja telah tertinggal di belakang, dan masa muda hanyalah sepenggalan. Aku ingin melewatinya tanpa penyesalan (tapi itu tidak mungkin bukan?)

Sampai jumpa nanti, di saat tahun telah berganti. Semoga ada hujan semangat mengguyur semua makhluk di Bumi…

Desember, berharap ada keajaiban.

4 thoughts on “Aroma Desember

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s