tak cukup waktu


Malam yang tergesa. Bukan kebiasaanku berbenah kamar tengah malam begini. Kecuali tersadar bahwa keadaan kamar berantakan seperti miniatur pembuangan sampah, aku nyaris buta dengan kondisi begitu.

Tapi malam ini berbeda.

Malam ini adalah malam terakhir, penutup satu buku cerita. Meninggalkan cerita 11 tahun yang berlalu dengan cepatnya. Sebelas tahun di Jogja.

“Tak apa..tak apa”, mantra yang kudendangkan perlahan seperti lantunan doa. Aku bisikkan berulang dalam hati. “Aku tak apa pergi. Aku akan selalu bisa kembali. Tak apa. Tak apa.”

Memang begitu. Bahkan nyaris tak terasa apa-apa di dada. Biasa saja. Benarkah?

Entah.

Mungkin…sebetulnya ada rasa yang lebih besar, yang melebihi rasa haru ataupun rasa tak kuasa atas waktu. Bentuk yang sangat..sangat besar dan mendesak keluar, tapi dengan segala ketenangan coba kutahan.

Bukan waktunya bernostalgia. Tak ada waktu untuk itu. Tak cukup waktu untuk mengharu-biru. Toh keputusan sudah ditetapkan, kenyataan tak terelakkan. Tanggung jawab menunggu menjemput tanganku.

Pun begitu, kilas-kilas cerita bocor juga. Meski otakku susah payah memalingkan wajah. Mereka menggoda iman. “Jangan pergi”, kata mereka. Mirip iblis penggoda.

Tidak. Kataku. Aku sudah memutuskan. Aku sudah menempatkan cerita ini di satu sudut hati. Ah! Ternyata mereka makan tempat. Menolak kususun rapi pula. Berjejalan dan bertabrakan. Apa benar mereka sebanyak itu? Sejak kapan?

Banyaknya barang di kamar petakku seakan mempertegas kenyataan itu. Ada terlalu banyak pengingat. Aku tak bisa pergi jika hatiku dibebani. Maka kukeraskan tekad, kusumbat telinga. Toh tak banyak lagi raut wajah tersisa. Mereka sudah terbang lebih dulu. Hanya tinggal aku. Yang dulu tak mampu gerakkan kelepakku. Mencari alasan berlindung di sarang.

Aku pergi. Meski tak ingin.

Tapi, aku ingin tetap pulang ke tempat ini. Satu saat nanti.

Selamat tinggal…nanti aku kembali.
Kita akan bertemu lagi di sore hangat keemasan dengan semilir angin di hela rerumputan.

Jogja, detik pergi yang lama.

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s