Cat Kuku


Salah satu keuntungan sempat bekerja di majalah wanita itu adalah kebebasan untuk tampil secentil mungkin sebagai perempuan. Malah, hal itu seperti aturan tak tertulis yang “harus” ditaati. Sebisa mungkin tampil rapi dan menarik.

Gara-gara itu saya jadi hobi mencoba cat kuku. Hmm, bukan hobi tepatnya, tapi ikut-ikutan centil saja sebenarnya :D Soalnya, tiap pemotretan untuk suatu edisi, cat kuku memang wajib dikenakan si model. Lalu, orang-orang yang mendampingi pemotretan seperti saya, yang hobi ikut-ikutan mencobanya.

Dulu, cat kuku itu adalah tambahan merepotkan buat saya. Mengoleskannya harus hati-hati, menunggunya kering itu menjemukan. Saya sempat berpikir bahwa cewek bercat kuku berarti tidak mau bekerja keras karena takut kukunya patah atau catnya terkelupas. Apakah pendapat seperti itu sempat terlintas juga di pikiran anda?

Tapi seiring waktu, saya mendapati kegiatan itu sebetulnya…menenangkan. Mungkin sebagai ganti saya tak bisa mengecat dinding sewaktu-waktu untuk mendapat suasana baru, saya mengecat kuku. Mediumnya selalu ada dan tak perlu waktu lama.

Seorang sahabat saya suatu waktu berkata, “ternyata cat kuku itu bisa memberi imej yang beda ya.” Saat itu, saya iseng ikut-ikutan mengecat kuku setelah melihatnya melakukan ritualnya itu. Mengecat kuku adalah bagian wajib dari pekerjaan teman saya itu. Sudah bertahun-tahun ia melakukannya sementara biasanya kuku-kuku milik saya tampil polos apa adanya. Sambil mengoleskan warna merah ceri yang gelap itu di kelingking kiri, saya membalas, “oh ya?”

“Iya, kesannya jadi lebih dewasa aja,” kata dia

Oh. Lamat saya pandangi deretan kuku saya yang kini berwarna merah tua. Benar juga ya, pikir saya. Kepekatan berkilau dari kuku-kuku itu kini membuat saya entah bagaimana, merasa lebih percaya diri. He he! Dulu saya juga sempat jadi “objek latihan” para terapis spa tempat saya sempat bekerja. Kata mereka, kuku saya enak buat latihan hand manicure karena panjang, lebar dan tidak susah dicat. :D

Tapi dasar bukan cewek pintar dandan, tak lama sudah ada goresan-goresan rusak di kuku-kuku tangan kanan karena saya tak sabar menggunakannya untuk mencari barang. Ah, tapi saat saya menulis ini, saya merasa seperti penulis kolom wanita dewasa lho. Dengan kuku-kuku bercat merah tua yang lezat dilihat mata, rasanya jari saya bisa mengetikkan apa saja yang saya suka. Hmm…mungkin setelah ini saya akan membeli satu botol persediaan cat kuku untuk mengembalikan mood sewaktu-waktu :) Would you give it a try?

Kira-kira warna kuku kesukaan saya seperti ini. Foto dari sini

XOXO,

One thought on “Cat Kuku

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s