Oh Semua Suka DLK*!


Hei para kalangan pekerja! Bilang sama saya, siapa yang tak suka DLK alias Dinas Luar Kota? Eh, yang sudah berkeluarga atau memang hobinya di rumah saja tidak usah jawab ya. Saya berani jamin, kalau sebagian besar pekerja lajang, muda, dan suka jalan-jalan *tunjuk diri sendiri* pasti suka disuruh tugas ke luar kota. Kerja senang, pun dibayar. Girang!

Penugasan DLK pertama saya dapatkan pada minggu ketiga di pekerjaan pertama saya sebagai penulis konten digital di Ibukota. Waktu itu, ada sebuah perusahaan produsen kosmetik yang mengadakan acara kompetisi sains buat remaja-remaja perempuan. Lokasinya di Bogor yang fakta geografisnya cuma 1,5 jam perjalanan atau sekitar 60Km dari wilayah Ibukota.

Nah, walaupun ke Bogor itu tinggal ngesot dari Jakarta dan semua biaya akomodasi sudah ditanggung penyelenggara, tetap saja penugasannya dihitung DLK! Biasanya, kantor tempat kita kerja bakal memberikan uang saku. Nah, besarnya pasti beda-beda dong, tergantung kebijakan dan kondisi perusahaan. Asyiknya, jumlah yang diberikan biasanya “lumayan besar.” Alasannya sih sederhana saja: jangan sampai karyawan yang ditugaskan ini malah terlunta-lunta di luar kota gara-gara kehabisan biaya he he!.

Bonusnya nih, selama penugasan kita melakukan kerja berlapis liburan. Tidak melulu di kantor atau terikat target pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Waktu pun serasa berjalan lebih lambat. Saat di lokasi pun kita bisa lebih berakrab-akrab dengan pihak penyelenggara dan mereka juga dalam kondisi lebih santai sehingga bakal menguntungkan buat yang sedang berusaha melobi.

Biasanya sih, kalau mengundang media (apalagi pakai acara menginap dan jarak tempuhnya jauh), penyelenggara pasti menyediakan akomodasi dan transportasi. Iyalah, mereka kan yang punya kepentingan. Keuntungannya, selain mereka bisa “pedekate” dengan media secara eksklusif, informasi acara lebih terserap lantaran awak media yang diundang tak punya opsi lain selain meliput utuh. Buat kita yang ditugaskan: sudah dibiayai kantor, difasilitasi penyelenggara, penugasan lebih fokus pula. Sedap!

Saya sendiri menganggap DLK itu kesempatan buat latihan disiplin. Ketika terbebas dari “kewajiban kerja reguler”, bukan berarti saya nggak kerja sama sekali. Justru karena yang saya kerjakan sangat spesifik, hasilnya juga kudu lebih mantap dibanding biasanya dong *idealnya sih* Nah, di situ susahnya. Hiks!

Acara yang disusun penyelenggara (kalau undangan perusahaan) biasanya lumayan padat tapi disajikan dengan suasana yang menggoda buat berpaling. Antara bangun pagi buat mandi-sarapan-dan berpartisipasi, rasanya lebih berat ke bergelung di kasur hotel nan nyaman.

Karena jauh dari lingkungan kantor, sebenarnya nggak bakalan ada orang yang lapor juga sih kalau kita males atau nggak bekerja dengan semestinya. Kalau sudah begitu, ya selamat mendengar bujukan iblis atau bisikan malaikat karyawan aja, ehe!

Sejauh ini saya baru dua kali DLK. Yang terakhir murni mengatur jadwal sendiri dengan biaya penuh dari kantor. Rasanya? Lelah luar biasa. Pas balik kantor lagi rasanya antara rela-tak rela hehehe! Pengen deh ditambah 1-2 hari lebih lama *kemudian dikirim howler sama bos* Tapi ya itu tadi, jadwal yang dibuat sendiri harus ditaati sendiri kalau mau berhasil. Soalnya, setelah penugasan (biasanya) bakal ada laporan pertanggungjawaban yang musti kita susun untuk kantor.

Yang jelas, pastinya ada banyak orang yang ‘bandel’ memanfaatkan situasi dan memanipulasi kerja mereka selama DLK (you know what I mean, right?). Tapi pilihan untuk tetap kerja bersih, disiplin dan jujur itu selalu ada sih. Itu aja.

Selamat menikmati libur-separo kerjanya ya! Saya sih sedang berdebar-debar menunggu penugasan DLN (Dinas Luar Negeri) yang langka dan tak kunjung datang *iyalah! baru kerja berapa bulan juga* :D

*Judul ini diinspirasi dari sebuah lagu minuman

Cheers!

2 thoughts on “Oh Semua Suka DLK*!

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s