Saya (salah) masuk tol


Pas kejadian, cerita ini sama sekali enggak lucu.

Jadi, kemarin lusa saya salah masuk tol. Lha terus, masalahnya apa? Tinggal keluar pintu berikutnya saja beres, kan?

Masalahnya pak, bu, mbaksis, mbakbro, saya naik motor, bukan mobil. Oh ya, kalau punya pacar/temen/saudara pak/bu polisi, please jangan bilang-bilang ya. Diem aja. Soalnya selain saya selamet badan, saya juga enggak kena sempritan. *fiuhhh*

Yep. Beruntung.

Nah, sekarang pertanyaannya: kok bisa?
Engg…saya juga enggak tahu sih, kok bisa kejadian begitu. Dulu saja, saya menganggap kejadian motor masuk tol itu sama mustahilnya dengan makan mi pakai satu sumpit, lho.

Bukannya ada rambu-rambu? Bukannya ada gerbang tol? Bukannya kelihatan dari mobil-mobil yang antri?

Iya, semuanya (harusnya) sih ada. Saya juga menganggap diri saya sendiri cukup pintar dan sadar untuk tidak sengaja masuk tol. Soalnya, satu-satunya kejadian motor masuk tol cuma pernah saya dengar lewat cerita. Dulu ada senior wartawan bilang sama saya kalau dia pernah enggak sengaja masuk jalan tol gara-gara ngantuk dan kecapekan.

Kalau begitu, kemungkinan saya masuk tol harusnya cuma 0,00001% lah. Wong saya selalu dalam keadaan sehat, bugar, dan sadar *ehe* But shit happened, right?

Karena mengobrol dengan teman yang saya boncengkan, saya salah ambil jalan. Harusnya lurus tengah, malah ambil belok ke kiri. Tadinya juga, saya pikir cuma salah arah saja. “Ah, nggak papa, ntar puter balik,” pikir saya. Lhadalah! Makin lama kok makin sepi? Kok cuma mobil temennya? Kok yang sebelah kanan ada gerbangnya? Kok ada palang besi di tepinya? Kok kok…Anj**t!! Ini tol!!!

Setelah menyadari situasi. Saya pun segera menepi. Sambil melihat keadaan sekitar. Andai diteruskan, bisa nyasar sampai kota berikut plus resiko diangkut ke bui. Tapi kalau balik arah, kok mobil-mobil lain jalannya kayak kesurupan? Huhuhu, masa motornya harus kami angkut lalu lompat pembatas terabas semak-semak? Enggak mungkin.

Akhirnya, kami memberanikan diri putar balik lalu melipir pelan-pelan. Sialnya, ada 3 cabang arus datang. Di tikungan, mobil, truk, bus yang berpapasan sudah meneriaki kami, “woi, ini tol woi!” Duh, rasanya ingin balas teriak “iya tahu! Trus keluar lewat mana woi!?!” :p

Akhirnya kami berhasil kembali ke simpul masalah. Ujung jalan yang tadinya kami salah ambil memang tidak ada gerbang masuk tolnya. Mungkin papan rambunya pun jauh di sana. Lalu ada penjual rokok di tepi tikungan (kok bisa?) yang kami tanya, bagaimana cara keluar dari sana? Dia pun menunjukkan trotoar yang dipakai pejalan kaki untuk lewat dan menyetop bus di tikungan itu.

Tikungan. Sial. Jadilah, saya mengintip-intip dari balik bus antar kota yang sedang berhenti. Sisa jalan cuma tinggal 1 kendaraan. Semua yang menyalip bus berhenti tadi berjalan kencang. Huahhh, harus segera keluar! Akhirnya saya nekat terabaskan motor ke trotoar secepat mungkin, lalu bergabung ke antrian kendaraan di lampu merah. Aman. Pura-pura tidak ada apa-apa padahal jantung enggak karuan. Lalala lilili…

Clingak-clinguk, masih enggak disemprit juga. Saya pulang. Maaf ya semuanya…saya kapok. Yah, tapi pengalaman. Jadi punya bahan cerita deh. Tapi saya beneran kapok ini. Enggak mau lagi. Suer!

Tambahan: setelah kembali ke jalan yang benar, saya baru sadar jarum meteran bensin ada di posisi “E” empty. Entek. (Habis). Tuhan maha baik! \(^▽^)/

2 thoughts on “Saya (salah) masuk tol

  1. Barusan saya tadi ngga sadar masuk ke jalan tol mas, gara2 temen saya ngajak ngobrol juga. Beruntung sadarnya ngga jauh2 amat, tapi pas balik udah diteriak-teriakin lah, bahkan nyaris mau di srempet juga, padahal saya udah tuntun kendaraan sambil nyalain lampu sein sambil kepala angguk2 minta maaf. Sumpah ini kejadian yang paling bikin kapok 😂😂

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s