[Cuapan Nggak Penting] Kamar Berantakan


Orang bilang, kondisi kamar mencerminkan suasana hati atau keadaan pikiran penghuninya. Kalau rapi dan bersih, artinya si pemilik orang yang teratur dan berpikiran jernih. Begitu juga sebaliknya, kamar berantakan menandakan yang punya sedang banyak pikiran.

Walah, kalau begitu, pikiran saya dalam kondisi ruwet tanpa harapan dong? Soalnya, rasio kerapian kamar saya 1:30. Yep, sehari rapi versus 30 hari lebih parah dari kapal karam. Ehe!

Padahal, sedari dulu orangtua saya selalu mengajarkan kerapian dan keteraturan seperti: “taruh kembali buku di rak selesai dibaca, rapikan kasur setelah bangun tidur, dst..” tapi nyatanya saya hidup puluhan tahun dengan rasa nyaman-yang-tak-terjelaskan dengan kamar yang berantakan.

Ada sih hari-hari saya kesambit jin kebersihan. Saat itu terjadi, saya bisa saja merampungkan beres-beres dalam hitungan jam. Lalu seperti bisa diduga, hari besoknya akan terjadi akumulasi kegiatan memberantakkan lagi. Habisnya, saya justru merasa enggak bisa menemukan barang-barang kalau situasinya terlalu rapi. Jadilah kotak-kotak yang sudah ditutup rapi dibongkar lagi.

Rasanya begitu kan? Kalau kemrungsung (Jawa: terburu-buru) dan ingin cepat pergi, barang-barang yang dipakai bakal disebar begitu saja di sini dan di sana. Masih mending kalau kejadiannya hanya sekali dua kali. Itu terjadi pada saya… Ratusan kali!

Makanya enggak heran kalau selalu ada hal yang terlupa. Barang-barang ajaib yang muncul entah dari mana saat tak diperlukan tapi ngumpet saat dicari. Fiuhhh… melelahkan betul.

Saya sudah berusaha memperbaiki keadaan. Saya beli buku cara mengorganisasi pekerjaan dan barang-barang lalu saya baca puluhan kali. Tak ada yang terjadi. Saya beli kotak-kotak penyimpanan. Hasilnya cuma kamuflase sempurna buat kesemrawutan di dalamnya.

Soalnya kalau beres-beres, semua barang asal dimasukkan. Kalau mau dibagi kategori bisa ribet lagi nanti. Saat punya waktu luang, mau beres-beres saja enggan. Lebih gampang pura-pura tak tahu situasi lalu lanjut tidur lagi hehe ;D

Maunya sih cuma satu. Belajar mantera Molly Weasley buat bersih-bersih: sapu dan alat pel gerak sendiri. Barang-barang kembali ke penyimpanan dan baju mencuci dirinya sendiri. Hmph…mana mungkin, ya kan?

Ada yang mau bantu beres-beres?

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s