Hati-hati berbasa-basi


Yang namanya orang, pasti setidaknya pernah basa-basi. Bohong yang bilang enggak. Sekedar bertanya kabar atau bertukar salam itu biasa. Semut saja melakukannya, kan? Seperti bernafas atau pup, basa-basi itu hakikatnya adalah alami. He he!

Tapi, bagaimana kalau basa-basi yang kita pikir terdengar ramah dan bersahabat malah dapat tanggapan kecut? “Ih orangnya sensi deh,” pikir kita. Eh, belum tentu.

Jadi, teorinya begini…
Kita semua setuju kan, orang berbasa-basi tidak punya maksud buruk. Mungkin ada sih beberapa, di sinetron salah satunya *ihik*

TAPI, bagi saya basa-basi juga tak selalu bermaksud baik. (apa sih ga, plin-plan deh).

Seringnya, pertanyaan basa-basi itu terlontar otomatis tanpa maksud apapun. Atau kalaupun ada latar belakangnya, kadang sifatnya MURNI rasa ingin tahu alias pe-na-sa-ran. Yap. Itu dia. Penasaran. Curiosity could kill a T-rex, kalau kata Dee Lestari.

Setelah sekian waktu tak bertemu, tentu saja kita ingin tahu apa yang terjadi di hidup teman atau sahabat kita itu. Melepas kangen, bertukar cerita lama, apa saja. Singkatnya, macam nostalgia dan beramah-tamah. Berharap kita bisa melanjutkan hubungan baik.

Sayangnya saya merasa jenis-jenis pertanyaan yang dilontarkan cenderung bersifat pribadi dan sedikit tidak kreatif. Ini contoh kasusnya:

Teman lama entah bagaimana menemukan nomor kita dan mengirim pesan Whatsapp. Setelah memberitahu nama dan menyapa dasar seperti “apa kabar“, kita sadar foto profil yang dipajang adalah foto bayi. Lalu dengan sopan (ini termasuk basa-basi “wajib” kalau lihat foto bayi) kita bilang “itu anakmu? Siapa namanya?” Lalu si teman dengan bangga menyebut nama anaknya. Dan, seperti yang bisa diduga seperti plot cerita sinetron Indonesia, teman akan menyeletuk, “kamu kapan (nikah/punya anak)?” atau “kapan nyusul?

JRENG. Sederhana tapi dampaknya bisa sebaliknya.

Tanggapan selanjutnya dari yang ditanya bisa beragam seperti novel pilih-sendiri-ceritamu :
1. “Doakan saja nih” atau,
2. “wah kebetulan aku mau sekalian ngundang!” (lah, kebeneran! ) atau,
3. Emoticon senyum “:)” alias no certain answer. Ha ha ha!
4. Tapi, bisa juga pernyataan langsung “pertanyaannya kok gitu-gitu aja sih? Yang lain dong!” (ngajak perang).
5. Ditanggapi ramah tapi besok-besok nggak bales lagi. (dih!)

Pertanyaan tadi, yang dimaksudkan sebagai basa-basi ceria, ternyata ditanggapi orang lain “berbisa” atau menyinggung perasaan.

Memang tak ada yang salah dengan menyapa atau berbasa-basi ceria. Tapi si penanya mungkin perlu tahu kalau tidak semua orang nyaman ditanya hal-hal bersifat pribadi entah itu status, atau hubungan.

Bisa jadi orang yang ditanya sudah sangat sensitif terhadap pertanyaan itu, apalagi ditanyakan oleh orang yang bukan lingkaran dekat. Padahal niatnya murni ingin tahu, tapi di telinga orang tertentu kedengaran seperti pamer atau kepo (minat ingin tahu berlebihan).

Maka biasanya saya menghindari jenis-jenis pertanyaan bersifat sangat pribadi karena saya juga tak mau orang lain terlalu menyinggung privasi. Kalau orangnya cerita sendiri sih lain kasusnya. Tapj sepanjang saya enggan berkutat dengan hal-hal tersebut, sebisa mungkin saya menghindarinya.

Alternatif pertanyaan sapaan ada banyak lho. Kita bisa mengasah kekreatifan dengan bertanya mulai dari hal standar seperti “sekarang di mana?” menanyakan keluarga (ayah, ibu, om, kakak teman yang kita juga kenal) sampai “si Pus masih hidup nggak?” atau “jadi ke kutub utara nggak?” atau “besok milih siapa pas pemilu?

Semacam itulah.

Ah, ini cuma akal-akalan saya saja sih. Anggap saja saya lagi kurang kerjaan atau hasrat menyindir lagi kumat.

Tapi jangan biarkan perkataan kita berjalan dalam mode pilot otomatis. Meluncur begitu saja. Tanpa maksud buruk. Tapi juga tanpa maksud baik.

Cheers!

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s