Pulang


13 Desember 2013.

Di luar kantor hujan menderas. Celana jinsku masih terasa dingin dan lembab dari sisa menerobos jalanan siang tadi. Bajuku sudah kuganti. Untunglah paket baju hangat pesanan online-ku masih tersimpan di bawah meja. Cardigan biru dan sweater kuning kupakai sekaligus. Bukan karena kedinginan, tapi aku tak mau dadaku terbuka sedangkan sweater kuning itu memiliki lubang-lubang aksen tembus pandang. Ha ha.

Hatiku tersuntik semangat entah dari mana. Sepuluh hari dari sekarang, pada jam begini, aku akan berada di taksi atau bus Damri yang akan membawaku ke Bandara. Natal kali ini, aku akan pulang. Tak cuma aku, kakakku juga. Kali ini Natal akan lengkap berempat.

Beberapa hari sebelum ini, ibuku memasang foto kami berdua sebagai foto profil chatline.  Dituliskannya: I miss u. Udara serasa menciut sebentar. Sementara aku mencurahkan segala konsentrasiku untuk bekerja, ibuku di sana merindukanku.

Kali ini, aku akan pulang. Tidak terlalu lama, namun juga tidak sebentar. Aku mau bertemu mereka: ayah dan ibu. Selagi masih punya waktu.

Ya, Natal kali ini kami lengkap berempat. Aku sudah tak sabar menunggu.

EA

One thought on “Pulang

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s