Belajar Tidur


Salah satu tantangan yang ingin saya lakukan di tahun ini adalah tidur sebelum jam 12 malam. Tidak perlu satu tahun penuh, cukup sebulan saja. Tadinya mau menjajal tantangan ini di Januari, tapi bulan itu berlalu begitu saja dengan ritme tidur yang kacau. Sekarang, Februari sudah setengah jalan, saya masih belum bisa melaksanakan.

Blame it to my habit. Salahkan kebiasaan saya yang seperti kalong. Bangun siang, tidur larut malam bahkan nyaris subuh. Semula saya menganggap hal itu tidak masalah. Ah, mirip kok dengan orang lain yang rutin bangun pagi dan tidur sebelum jam 10 malam. Sama-sama tidur 6-7 jam lalu melakukan kegiatan. Saya juga tetap makan 2-3 kali sehari ini.

Tapi itu dulu. Sebelum berat badan saya (eh atau massa yang betul?) makin turun dan saya merasa makin kurus. Saya merasa ada ketidakseimbangan yang terjadi dan tak lagi bisa saya nikmati. Saya mulai tidur terlalu larut, bahkan mencapai jam 4 subuh padahal saya harus bangun paling tidak jam 10 atau lebih pagi. Badan saya mulai bergerak otomatis (yang tentu saja sering salah program) dan pikiran yang rasanya makin lamban. Sedikit-sedikit, kelelahan itu terakumulasi dan saya mulai kehilangan konsentrasi.

Makanya saya mulai mengurut, apa sih masalahnya? Kalau mau jujur, mungkin saya sudah tahu apa saja sumber kekacauan ini. Pertama, kebiasaan memegang alat elektronik seperti ponsel…yap, klasik. Sejak ponsel pintar merambah kehidupan, ada saja hal yang harus dikerjakan bersamanya. Kecanduan? Mungkin. Saya yang juga tengah membatasi diri berkicau di media sosial tetap saja tidak bisa menghindari gejala anxiety atau ketidaknyamanan saat ponsel saya ketinggalan atau tidak saya cek selama…lima menit terakhir.

Otak saya tidak bisa berhenti berputar. Tidak tahu kapan harus berhenti. Tidak lagi peka pada sinyal berhenti.

Jadi saya bilang sama diri sendiri: kamu harus mulai belajar. Belajar untuk mengatasi kekacauan ini sedikit-sedikit. Mulai dari tidur teratur sebelum tengah malam. Mematikan ponsel dan tidak melakukan kegiatan yang bisa memicu otak untuk aktif seperti..eng..main game, nonton film, baca komik, baca novel, browsing instagram, buka Facebook, dan…stop. Daftar itu bisa berlanjut dan otak saya bisa karatan sebelum waktunya.

Dua hari terakhir saya sudah mencoba dengan mematikan semua penerangan dan berbaring di kasur sebelum jam 12. Gagal. Mata saya masih kedip-kedip jam 1 pagi sampai saya tidak sadar kapan saya mulai ketiduran. Bahkan saat saya menulis ini, rasanya kata-kata yang saya susun sudah tidak koheren sama seperti kerja otak dan hati saya.

Apa ada saran?

 

2 thoughts on “Belajar Tidur

  1. 1. Matikan semua penerangan
    2. Nyalakan lagu slow buat pengiring tidur.
    3. Kurangi minum kopi (kafein)
    4. Olahraga berat sebelum tidur
    5. BERDOA sebelum tidur [Ini WAJIB]

    Hahaha itu aja sih yang pernah aku lakukan. Sapa tau bisa bermanfaat.

    • 1. Already did, didn’t work XD ya..agak makan waktu
      2. Udah dicoba…malah sibuk utak-atik lagunya
      3. Udah jarang minum
      4. Itu malah memacu adrenalin jadi malah bikin bangun :P
      5. Mungkin ini kudu lebih lama ya hahaha

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s