Australia, Aku Tiba! (2)


Kylie, nama ibu asuhku (hostmum), sudah menungguku dengan tangan terentang di luar pintu kedatangan. Aku menyambutnya dan ia memelukku hangat. Kylie dan Jim, suaminya, akan menjadi atasan sekaligus keluargaku di Darwin, Australia. Kami menyepakati “kontrak kerja” sejak pertengahan Oktober, hingga akhir tahun 2015 ini. Aku akan menjadi au pair di rumah mereka.

Mengenai serba-serbi au pair ini, aku berencana menulisnya sebagai cuapan tersendiri. Sebab, saat aku menulis ini, genap sudah 28 hari aku berada di Australia. Selama itu pula banyak hal yang sudah kurasakan dan kuendapkan dalam pikiran. Untuk kali ini, aku ingin mengenang masa-masa awal kedatanganku di negara tetangga belakang Indonesia ini.

Sambil mendorong kereta barangku, aku mengikuti Kylie menuju mobilnya yang diparkir tak jauh dari pintu kedatangan. Astaga! Mobilnya besar! Aku langsung gugup dan mengirim pesan pada ayah ibuku “Waduh, mobilnya sebesar Alphard ma, pa,” tulisku. Kegugupanku bukan karena aku baru kali itu melihat mobil besar. Tapi dalam “kesepakatan” kami, tercantum salah satu pekerjaanku nanti adalah menyetir mobil untuk mengantar anak-anak Kylie ke sekolah.

Waduh, pelajaran mengemudiku paling pol, menggunakan mobil seukuran Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. “Tenang saja Elga, kamu enggak bakal bawa mobil ini sekarang,” ujar Kylie. Tidak sekarang? Tapi besok kalau aku sudah bekerja? Tak sampai 10 menit, kami sudah tiba di depan rumah Kylie yang berada di perumahan moderen. Perumahan yang halaman depannya hanya terdiri dari rumput, maksudku. Lalu model rumahnya begitu-begitu…yah, mirip.

Di halaman rumah terparkir mobil hijau yang lebih kecil. Mazda hatchback yang muat diisi 5 orang berdempetan. Olala! Itu toh mobil “dinas”ku nanti! Dasar, padahal terlanjur cemas apakah aku akan menabrakkan mobil orang karena kegugupanku dan karena tak terbiasa menyetir mobil besar.

Saat kami masuk, dua makhluk berbulu langsung menjilati kakiku! Awww! Rommel dan Dee dee! Duo anjing Dachshund yang menggonggongi kedatanganku, orang asing di rumahnya. Tapi tak berapa lama, keduanya sudah menyodorkan perut untuk kuusap. Hih, dasar anjing gampangan! Hahaha!

Jim, suami Kylie menyapaku dengan aksen Australianya yang sangat kental. “Kalau aku bicara terlalu cepat, bilang saja ya,” kata dia. Aku cuma nyengir lebar dan iya-iya saja, karena sebetulnya aku tidak paham benar kalimat-kalimat yang diucapkan sebelumnya! Jim bilang, kasihan aku belajar bahasa Inggris, karena sekarang aku harus bicara bahasa Australia! Ha!

Aku langsung ditunjukkan kamar sementaraku, karena aupair sebelum aku masih tinggal di rumah itu. Rencananya, setelah beberapa waktu transisi, aku akan segera menempati kamar aupair dan mengurus tugas aupair. Banyak hal terlintas di benakku…rasanya terlalu penuh. Otakku masih tergopoh-gopoh mencerna semuanya. Dada terasa sesak hingga ingin meledak. Aku tidak menangis saat berpisah dengan kakakku, ayah, ibu dan teman-temanku. Aku menahan semuanya hingga saat tiba di Australia.

Pelan-pelan air mata turun hingga menderas. Aku tidak tahu apa yang menyebabkanku terisak. Aku tidak menyesali kepergianku, aku tidak rindu rumah, aku tidak menyesal meninggalkan pekerjaanku. Tidak semua itu. Mungkin aku hanya membiarkan semua hal yang berjejalan mengalir pelan…dalam bentuk tangisan yang tidak bisa kutahan.

Tapi aku yakin, aku pasti bisa menghadapi semua hal yang menungguku di depan. Karena siap atau tidak, Australia, aku sudah tiba! (Habis)

10 thoughts on “Australia, Aku Tiba! (2)

  1. Hmmm sdh di autralia…
    Blh g bagi pngalamannya, ap aj proses adm dn sebagaix utk au pairing dsna.

    Sy bru dcontact hf dr uk dn aussie.
    Tp dr bbrpa tlisan yg sy bca, ktax uk g mngeluarkn visa utk ap indo (y g sih?), jdilah sy konsen ke hf yg di australia.

    Ini pengalaman prtama jdi au pair.
    Mhon infox y. Bsa contact di fdila11@gmail.com atau lngsung aj bls d sni.

    Tq El :D

    • Hai! Aku pakai visa work and holiday subclass 462 (bisa googling dan join grup FB “WHV Indonesia”) sebetulnya, lebih penting dapat visa duluan baru cari hostfamily hehehe. Good luck!

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s