Gadis Jeruk di Renmark


Aku tiba di Renmark, South Australia dua hari lalu. Sekali lagi aku membelah Australia dari utara menuju selatan, kali ini hanya sehari perjalanan alih-alih 3 minggu yang kujalani bersama keluarga asuhku sebelumnya.

Hilal, sesama teman WHV, mengantarku ke bandara Darwin tanggal 1 Juni jam 10 malam. Konter penerimaan bagasi pesawat baru dibuka jam 00.30 untuk penerbangan yang landas 02.30 dini hari tanggal 2 Juni. Aku menghabiskan waktu tunggu dengan membaca komik dan merebahkan badan di karpet bandara Darwin yang hangat. Walaupun iri pada mereka yang bisa menyempatkan tidur, aku tak tenang lantaran setiap 30 menit, ada pesawat mendarat dan pengumuman keberangkatan. Aku hanya sempat tidur sekitar sejam selama penerbangan 3,5 jam tersebut.

Tiba di Adelaide sekitar jam 6 pagi. Suhu 11 derajat Celsius sudah menyambut wajahku di luar terminal kedatangan.  Kutaruh ransel-ranselku di troli dan kudorong hingga batas yang diijinkan untuk menunggu bus umum. Sebisa mungkin aku ingin meminimalkan memanggul ransel berbobot 15 dan 7 kilogram itu. Dari bandara, aku menuju YHA Adelaide untuk bertemu Indah dan Citra, teman-teman WHV yang bakal menjalani nasib senada di Renmark. Mereka berdua berangkat dari Perth.

Apa yang akan kami kerjakan di Renmark?

Seperti yang kuceritakan sebelumnya, aku menyanggupi untuk menjadi pekerja perkebunan melalui salah satu agen penyalur tenaga kerja: Agri Labour. Proses wawancara dilakukan via telepon dan segalanya berjalan begitu cepat setelah ada kata sepakat. Dalam waktu kurang dari 12 jam, aku sudah memesan tiket pesawat, meriset bus dan transportasi umum Adelaide, mencari sepatu dan baju hangat di op shop, mengganti provider telekomunikasi, menolak beberapa tawaran kerja sambilan, mengambil jaket ketinggalan sampai menyempatkan diri makan di Waterfront beach sama Tya, teman lama sesama aupair dulu.

Di bus menuju Renmark, aku mencoba menyelesaikan materi induksi online yang dikirimkan oleh Agri Labour dengan sinyal internet yang mirip jelangkung di ponselku. Cukup bikin frustrasi, gara-gara setiap kali internet melarikan diri, aku harus mengulang lagi dan lagi. Materi induksi itu harus diselesaikan sebelum kami mulai bekerja. Karena kami diharapkan kerja tanggal 3 Juni, maka seluruh persyaratan harus sudah dipenuhi sebelum tanggal 2 Juni berakhir (iyalah!). Artinya, aku hanya punya waktu beberapa jam saja untuk menyelesaikan setiap materi.

Aku bakal mengisi posisi pengepak dan penyortir di perkebunan citrus di dekat Renmark. Ya, saat ini memang tengah musim citrus alias aneka jeruk. “Bayangin aja lagi main Farmville, neng,” ujar Christa waktu kuberitahu aku bakal kerja di perkebunan jeruk. Hmmm…tapi aku bukan jadi pemetik sih. Jadi ya sebelas-seratus sama Farmville hahaha. Aku cukup bersyukur mendapatkan posisi pengepak dan penyortir itu karena berarti bekerja di bawah atap. Bekerja di suhu musim gugur menuju musim dingin memang bukan idaman, tapi bekerja di bawah atap setidaknya mendekati pekerjaan impian.

Karena sibuk mencari koneksi internet, aku hanya sempat tertidur 1,5 jam saja di bus. Artinya, total istirahatku sejak tanggal 1 hanya 4 jam saja. Kami bertiga sampai Renmark hampir jam lima sore. Langsung saja kami menghubungi pihak akomodasi untuk minta jemput. Tak sampai 20 menit, mobil dari Paringa Backpacker Resort, tempat kami akan tinggal selama bekerja di pabrik pengemasan jejerukan itu datang.

Paringa Backpacker Resort (PBR) ini menurutku termasuk kategori working hostel. Karena sebagian besar, kalau tidak semua, penghuni yang menyewa tempat tinggal di situ adalah pekerja. Tapi umumnya, di Australia, working hostel juga menyediakan jasa mencarikan kerja bagi para backpacker yang tinggal di sana. PBR ini fasilitas baru. Kata Adam, resepsionis merangkap sopir merangkap “bapak kos”, PBR baru dibuka enam minggu lalu. Unit yang kutempati bersama Indah dan Citra berbentuk flat dengan 2 kamar, 8 tempat tidur susun, kamar mandi, toilet, ruang tamu dan ruang makan serta dapur. Bau bangunan baru masih tercium kencang. Di rumah itu kami punya 4 teman baru yang berasal dari Taiwan dan Jepang.

Menjelang malam, jadwal baru untuk 3 Juni sudah dibagikan. Aku, Indah dan Citra kebagian sesi sore sehingga kami tidak perlu bangun terlalu pagi dan masih sempat menyiapkan diri. Syukurlah…

(Bersambung)

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s