Oppa, si Mobil Jeruk


Gadis Jeruk sudah punya mobil sekarang. Baru dibeli dua pekan lalu dan sudah resmi berganti nama pemilik. Secara tak resmi, mobil ini juga kuberi nama: Oppa.

Oppa the Toyota Corolla 1985

Dari sekian mobil bekas yang ditawarkan di sekitar Renmark, mungkin memang Oppa yang berjodoh denganku. Ya, dari sisi harga, juga usia hahaha!

Siapa sangka, mobil pertamaku adalah Toyota Corolla yang umurnya lebih tua. Keluaran tahun 1985! Kalau sistem registrasi di Australia minimal per 3 bulan (ada yang per 6 bulan juga, dst), dan ia pindah tangan terus-terusan, maka bisa jadi aku adalah pemilik Oppa ke-120an sejak ia dilepas di pasaran!

Keluarga dan teman bertanya, “Memang masih enak disetirnya, Ga?” Yang paling kujawab sambil tertawa, “ya apa sih yang diharapkan dari mobil tua seharga Mio seken di Indonesia?” Paling tidak, Oppa masih lebih mending dari bus Kopaja di Jakarta lah hahaha!

Tapi aku memang merasa jadi sopir Kopaja.

Transmisi Oppa adalah manual dengan power steering dalam artian teknis dan sebenarnya. Kalau untuk dikemudikan dalam jarak super pendek, katakanlah manuver parkir atau belok, huaduhhhh mungkin begitu rasanya jadi sopir Kopaja. Berattttt!

Aku sudah menyerah pada parkir paralel. Terakhir mencoba, bemper belakang Oppa menabrak bus sedang parkir. Untung busnya enggak lecet sedikitpun. Kalau enggak, bisa ganti rugi seharga Oppa deh. Tapi harga Oppa rahasia ah ahahaha!

Proses serah terima Oppa cuma 5 menit. Orang yang menjualnya sudah menyiapkan form pergantian operator kendaraan alias semacam STNK. Tinggal tandatangan kedua pihak, lalu tinggal bawa form itu ke kantor layanan (kalau di sini namanya Service South Australia) sambil bawa bukti identitas residensi (surat pernyataan dari bank, paspor, bukti visa, kartu ATM bank di Australia dan bank di Indonesia yang penting ada nama kita tertera)) lalu bayar biaya balik nama. Kelar. Oppa sah jadi milik Elga.

Tua begitu Oppa cukup menghibur. Tiap ganti persneling, dia akan berdering..eh..berderik hahahaha! Kaca jendela tidak bisa diturunkan terlalu dalam karena sudah geser dari letaknya, dan aku harus menambah bantal di kursi pengemudi supaya tidak tenggelam. Eh, tapi pemilik sebelumnya meninggalkan pemutar keping musik dan radio. Lumayan lah ada suara-suara.

Omong-omong soal suara, knalpot Oppa berderum ala mobil balap juga hahaha! Entah tutup knalpotnya hilang, entah jadi knalpot blombongan tapi derumnya memang kencang. Tambah lagi, tiap kali akan dimatikan, gas Oppa masih jalan untuk sekian detik. Kadang harus kuakali dengan menekan pedal gas.

Bersama Oppa aku sudah ditepikan polisi dua kali. Berturut-turut. Keduanya pengecekan acak alkohol dan terjadi tiap aku pulang kerja yang artinya dini hari. Untung aku selalu membawa SIM internasionalku kemana-mana.

Pertama kali dihentikan aku tidak curiga. Kedua kali aku kira karena mengebut padahal Oppa tidak pernah kugeber lebih dari 100km/jam. Setiap kali berhenti pula, polisinya menertawakan beanie alias topi kupluk yang kupakai. Aku menemukan kupluk berbentuk wajah Bert, sahabat Ernie di Sesame Street di sebuah op shop dan langsung jatuh cinta. Cuma dua dolar saja dan bikin hangat telinga!

Mereka selalu bertanya “mana Ernie?” Tapi mereka juga menanyakan apa mobilku masih bagus? Apa ini memang mobilku?

Makanya, sejak dihentikan polisi kali kedua aku jadi curiga. Bukan khawatir denda apa karena aku yakin bersih alkohol dan obat, tapi ini pasti gara-gara Oppa! Fiona, ibu kos baruku (akan kuceritakan tentangnya nanti) bilang, “ini karena mobilmu bersuara keras jadi polisi berpikir yang mengendarai pasti laki-laki jadi mereka memutuskan minta kau menepi.”

Wah, para polisi itu enggak menyangka kali ya, bahwa saat mereka menyalakan lampu patroli dan memintaku menepi, yang keluar dari kursi pengemudi adalah gadis ceking bertopi kupluk kuning. Fiona usul, nanti kalau aku disuruh menepi ketiga kali, aku akan menawari mereka kopi! “Wah pak, bu polisi kita ketemu lagi! Ini ketiga kali jadi selamat anda dapat kopi!”

Siap bertualang berdua!


2 thoughts on “Oppa, si Mobil Jeruk

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s