Kalau dipikir-pikir…

Kalau dipikir-pikir…

Banyak hal yang belum terpikir atau tidak sempat mampir untuk dipikir…

01. Kalau dipikir-pikir…

kenapa ya sebutan buat musisi jalanan itu pengamen? Imbuhan pe- itu kan biasanya dipakai buat pelaku sebuah pekerjaan. Misalnya nih, pemulung kerjaannya emang memulung, lalu pemusik kerjaannya main musik…lha pengamen? kerjaannya amen? ngamen? ngamen tuh bahasa mana yak? hahahhaha :D auk ah!

02. Kalau dipikir-pikir…

ternyata sifat maling itu memang sifat dasar manusia ya…buktinya nih, banyak hape yang ilang ga balik daripada yang dibalikin kan? Padahal kalo nemu barang ilang, kasih aja ke polisi terdekat (kecuali polisinya juga punya sifat dasar itu ATAU ogah ribet ya :P) #curcol mode on#

03. Kalau dipikir-pikir…

Meski Endonesa itu menyebalkan dengan jumlah kendaraannya (terutama motor) yang audjubilah 10:1 dengan kapasitas jalan raya, tapi penduduknya sangat fleksibel dan kreatif! Terbukti dengan banyaknya tukang tambal ban dan penyedia bensin eceran. Motor anda ngadat kehabisan bensin? atau ban anda bocor?? tenaaang..tinggal tuntun sebentar pasti nemu tukang tambal ban terdekat atau bensin eceran! :D

04. Kalau dipikir-pikir…

Koleksi kosakata untuk “kata benda” dalam bahasa kita ini memang terbatas jumlahnya. Tinggal tambahi saja imbuhan pe- dan akhiran -an, voila! Jadilah kata benda! Mau buktinya? Kantor-kantor atau program pemerintah kita selalu berawalan huruf ‘P’: Program Penanggulangan dan Pemberdayaan serta Penangkaran Pemeliharaan Wargasatwa Langka (See? berapa banyak P yang bisa kamu hitung di situ?) heheheh! Itu juga yang bikin nama-nama klub sepakbola di Indonesia terdengar seragam dan berbau formalitas negara sekali: Persija, Persib, PSSI, Persik, Per- dan per- lainnya. Huh, bosen ga sihhh! :P

05. Kalau dipikir-pikir…

Harusnya Jack Sparrow dan Kapten Barbossa itu masih kena kutukan, iya gak sih? Soalnya, di akhir film pertama Pirates of the Caribbean yang The Curse of the Blackpearl, si monyet licik piaraan Barbossa ngambil lagi koin dari peti suku Maya itu kan? Artinya, jumlah koinnya tidak lengkap lagi. Nah, kalau dulu satu orang licik bisa mengutuk seluruh kru kapal, apa si monyet bakalan menyebabkan hal yang sama? Anehnya, di film-film berikutnya si Jack dan Barbossa masih makan-minum dengan gampang tuh. Anehnya lagi, Jack Sparrow kok santai-santai aja minum-minum padahal kalau sebelum koin dibalikin dia kena kutuk juga, harusnya senasib dong sama Barbossa. Ugh, kok jadi mbulet gini sih…

To be continued

Jadi, bagaimana menurutmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s